Pengidap Osteoporosis Juga Harus Olahraga, Ini Gerakan yang Dianjurkan dan Dilarang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Meski mengalami osteoporosis atau tulang rapuh, Anda juga tetap harus melakukan olahraga. Ya, saat ini olahraga sudah menjadi kebutuhan primer setiap orang, termasuk orang dengan osteoporosis. Nah, karena kondisi tulang yang rapuh dan keropos, orang dengan kondisi ini tidak bisa sembarangan olahraga. Salah-salah gerakan olahraga, yang ada malah bisa membuat kondisi pengeroposan tulang semakin parah. Apa saja olahraga yang dilarang dan diperbolehkan untuk orang dengan osteoporosis?

Gerakan dan olahraga yang dilarang untuk orang osteoporosis

1. Golf

Golf adalah olahraga yang bagus untuk tubuh dan untuk menjalin hubungan dengan rekan kerja. Namun golf adalah olahraga yang dilarang untuk orang dengan kondisi osteoporosis. Mengapa demikian?

Gerakan olahraga golf yang memelintir bagian tengah tubuh atau di pinggang bisa membuat kondisi osteoporosis tulang belakang makin parah. Gerakan golf yang memutar badan juga bisa membuat sendi dan cakram tulang belakang mendapatkan beban lebih berat. Hal ini berisiko bisa membuat patah tulang lebih rentan terjadi.

2. Sit up, roll depan dan roll belakang

Sit up serta sebagian bagian gerakan senam lantai seperti roll depan roll belakang adalah salah satu olahraga yang dilarang untuk orang dengan osteoporosis. Pasalnya, orang dengan osteoporosis berisiko mengalami patah tulang di bagian sendi-sendi tubuhnya.

Menggerakan dan melenturkan tulang belakang ke depan bisa berisiko membuat gerakan yang bisa membuat kondisi osteoporosis makin parah.

3. Lompat-lompatan

Melompat di trampolin memang terasa menyenangkan dan bisa membakar cukup banyak kalori sesudahnya. Namun sayang, segala jenis olahraga yang melibatkan gerakan melompat, bisa menimbulkan risiko jatuh ringan maupun berat. Maka itu, olahraga yang memiliki gerakan lompat di dalamnya sebaiknya dihindari oleh pengidap osteoporosis.

Gerakan melompat bisa menekuk tulang belakang dan memberi tekanan pada sendi yang mengelilingi tulang belakang, Anda bisa mengganti lompatan dengan melakukan squat jika tujuannya ingin memperkuat otot paha.

Lalu olahraga apa yang diperbolehkan untuk orang dengan osteoporosis?

Karena tingkat keparahan osteoporosis dan risiko patah tulang tiap orang berbeda-beda, ada baiknya Anda tanyakan pada dokter atau ahli terapi fisik mengenai olahraga yang cocok. Namun, ada beberapa jenis olahraga yang sering direkomendasikan untuk penderita osteoporosis:

1. Latihan latihan kekuatan, terutama untuk punggung bagian atas

Latihan beban atau latihan yang menggunakan berat badan Anda sendiri dapat memperkuat semua kelompok otot utama, terutama otot tulang belakang yang penting untuk postur. Latihan ketahanan juga dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang. Contohnya Anda bisa melakukan angkat beban atau pull up body.

2. Aktivitas aerobik

Aerobik adalah salah satu olahraga yang cukup aman dilakukan oleh orang dengan osteoporosis. Gerakan aerobik seperti menari dan berjoget ini bisa mendukung kepadatan tulang belakang. Aerobik juga dapat memberikan manfaat kesehatan untuk kesehatan jantung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit