Tak Semua Stress Itu Buruk: Cara Mendeteksi Stress Baik

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami tantangan yang rasanya membuat perut Anda dikocok? Seperti harus mengerjakan proyek besar demi kenaikan jabatan, menantikan kelahiran anak pertama, atau melakukan presentasi demi nilai akhir di hadapan dosen ‘killer’? Bisa Anda bayangkan apa yang Anda rasakan ketika itu? Tangan Anda basah karena keringat? Jantung Anda berdegup dengan kencang? Anda pasti nervous. Hal tersebut yang disebut dengan stress.

Apa itu stress?

Stress adalah proses yang dirasakan dan direspon oleh manusia mengenai suatu kejadian. Respon tersebut bisa jadi hal yang ‘menantang’ atau ‘mencelakakan’.

Mungkin biasanya Anda mengenal stres sebagai hal yang buruk; terutama pria, karena pria cenderung menganggap bahwa mengakui apa yang dirasakannya sebagai hal yang tidak maskulin, menurut Terrence Real, author dari I Don’t Want to Talk About It: Overcoming the Secret Legacy of Male Depression. Namun, stres adalah hal normal yang dirasakan oleh setiap manusia dan stres sendiri sebenarnya dibagi menjadi dua, distress (stres negatif) dan eustress (stres positif).

Apa itu stress positif (eustress)?

Perbedaan mendasar dari eustress dan distress sendiri adalah dari cara Anda mengolah kejadian yang menimpa diri Anda. Jika Anda menerimanya dengan perasaan berat hati, rasa takut, rasa ingin kabur, maka kemungkinan Anda mengalami distress. Hal paling bijak yang dapat Anda lakukan adalah menghadapi masalah langsung ke intinya atau “kabur” dan mencari hal yang dapat menjauhkan Anda dari sumber stres.

Tapi, jika Anda menerimanya tanpa rasa takut, dan Anda malah menjadi termotivasi, merasa hidup Anda penuh dengan tantangan yang harus Anda selesaikan seperti bermain video game, itulah eustress.

Apa ciri-ciri stress yang baik (eustress)?

Perlu Anda ketahui beberapa karakterisik dari eustress agar Anda lebih memahaminya dengan contoh kondisi Anda sehari-hari. Berikut adalah karakteristik dari eustress:

  • Memotivasi diri Anda
  • Membuat Anda merasa tergugah
  • Menaikkan performa Anda dalam bekerja
  • Biasanya terjadi hanya sebentar
  • Merupakan cara untuk menanggulangi stres itu sendiri

Eustress membuat Anda merasa harus mengerjakan proyek besar itu secara sungguh-sungguh, mencari uang untuk persalinan anak pertama Anda dengan semangat, atau mempersiapkan presentasi Anda dengan cermat.

Selain hal di atas, ada lagi beberapa contoh dari kondisi yang menyebabkan eustress, yaitu:

  • Memulai kerja di tempat baru
  • Pernikahan
  • Membeli rumah
  • Bepergian
  • Mencoba hobi baru

Stress yang buruk bisa diubah jadi stress yang baik

Kuncinya adalah merasakan bahwa diri Anda adalah seorang jagoan dalam video game; Anda harus merasa bahwa diri Anda “bisa”, dan melihat bahwa dari semua yang Anda alami sekarang pasti akan ada pelajaran yang Anda dapatkan demi masa depan yang lebih baik. Dengan mengubah pandangan Anda ke arah yang lebih positif, diharapkan Anda juga dapat memerangi rasa takut Anda menjadi rasa tertantang.

Gimana? Sekarang Anda sudah tahu bedanya, kan? Jangan pernah lupa batasan dalam hidup Anda. Terus berpikiran positif, namun tetap waspada dengan lingkungan. Berikan diri Anda ‘hadiah’ kecil yang biasanya Anda abaikan; tidur cukup, makanan sehat, banyak berkomunikasi dengan orang tersayang. Niscaya, hidup Anda juga akan lebih bahagia.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

Beragam masalah dapat membuat Anda merasa terhimpit, sehingga timbul pikiran buruk. Apa yang perlu dilakukan jika timbul rasa ingin bunuh diri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Mental, Cegah Bunuh Diri 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Toxic people merupakan salah satu jenis orang negatif yang harus Anda jauhi. Bagaimanakah ciri-cirinya? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hubungan Harmonis 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Susah Berpikir Jernih Saat Stres Melanda?

Pernah merancang suatu rencana penting saat sedang stres? Hasil yang diharapkan mungkin tidak akan sebaik ketika pikiran sedang jernih. Kenapa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 26 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian?

Ketika patah hati atau ditinggalkan pasangan, rasanya dunia tidak lagi berwarna bahkan tidak bermakna. Namun, benarkah patah hati bisa sebabkan kematian?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sensory processing disorder

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
avoidant personality tidak mau bergaul

Takut Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Itu Tanda Avoidant Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
keuntungan jadi jomblo

7 Keuntungan Jadi Jomblo dari Sisi Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit