home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Trik Jitu untuk Stop Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain

4 Trik Jitu untuk Stop Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain

Familiar dengan pepatah yang berbunyi, “rumput tetangga tampak lebih hijau dibanding rumput sendiri”? Ya. Sudah menjadi sifat manusia untuk selalu memandang apa yang dimiliki oleh orang lain seakan lebih baik dari yang dipunyainya saat ini. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain seperti tidak akan ada habisnya. Setinggi-tingginya gunung, masih ada langit yang lebih tinggi lagi. Ketika Anda membandingkan kelebihan Anda dengan kelebihan teman sebelah Anda, akan selalu ada orang lain yang lebih baik lagi. Terus seperti itu sampai akhir zaman.

Kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain lama-kelamaan dapat merusak kepercayaan diri dan martabat diri, menghalangi Anda dari kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki. Simak berbagai cara menghentikan kebiasaan tersebut di artikel ini.

Cara berhenti membandingkan diri dengan orang lain

1. Sadari dan hindari pemicunya

Perhatikan hal atau situasi yang menyebabkan Anda mulai membandingkan diri dengan orang lain.

Buat daftar siapa dan apa yang sering membuat Anda iri atau membandingkan diri Anda. tuliskan bagaimana masing-masing memengaruhi Anda secara negatif.

Setelah Anda mengetahui semuanya, hindari hal-hal pemicu tersebut, terutama aktivitas yang tidak bermanfaat sama sekali untuk kehidupan Anda.

Misalnya, jika Anda lebih sering membandingkan diri Anda dengan orang lain melalui sosial media, batasi waktu Anda menggunakan media sosial. Anda bisa menggunakan media sosial hanya untuk berkomunikasi dengan teman atau kerabat. Ganti kegiatan mengintip sosial media dengan kegiatan yang lebih bermanfaat untuk hidup Anda, seperti olahraga.

2. Jangan hanya melihat “sisi luar” seseorang

Apa yang Anda lihat dari orang lain hanyalah lapisan terluarnya saja. Hal ini tentu tidak bisa menjadi perbandingan yang adil dengan kondisi Anda, karena apa yang mereka tampakkan di luar belum tentu seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Anda tidak bisa menggunakan penampilan luar mereka untuk menilai realitas kehidupan mereka.

Terlebih lagi jika Anda hanya melihat kehidupan luar orang yang Anda bandingkan melalui sosial media. Semua orang tentu akan lebih sering membagikan kehidupan yang bahagia atau enak untuk dilihat.

Jadi, ingatkan diri Anda bahwa Anda sebenarnya tidak pernah tahu apa yang terjadi di balik kehidupan orang lain yang Anda bandingkan.

3. “Uang tidak membeli kebahagiaan”

Kadang Anda suka membandingkan kekayaan atau sesuatu yang dimiliki orang lain dengan Anda. Padahal belum tentu kekayaan yang dimiliki orang itu benar-benar membuat ia bahagia.

Bersyukurlah untuk setiap kebaikan dalam hidup Anda, juga semua kekurangan yang membuat Anda selalu merasa tidak cukup. Ketahuilah bahwa setiap asam garam kehidupan akan membuahkan hasil yang manis jika Anda tidak menyerah.

Jika Anda berkomitmen untuk sangat bersyukur atas apa yang baik dalam hidup Anda, dan mengingatkan diri Anda tentang hal itu setiap hari, Anda akan jauh dari sifat iri atau membandingkan diri dengan orang lain.

Jika seseorang atau sesuatu memicu perasaan negatif, hentikan dan ingatkan diri Anda tentang apa yang sudah Anda miliki saat ini dalam hidup Anda.

4. Gunakan perbandingan sebagai motivasi

Ketika terlanjur membandingkan diri sendiri dengan orang lain, gunakan perbandingan tersebut sebagai pendorong motivasi Anda untuk berbuat yang lebih baik lagi, bukan sebagai bahan untuk cibiran dan menenggelamkan diri dalam “derita”

Kecenderungan manusia untuk menginginkan apa yang orang lain miliki hanyalah membuang-buang waktu, kecuali apa yang Anda lihat dan inginkan adalah sesuatu yang bermanfaat dan memberi dampak yang baik untuk kehidupan Anda. Misalnya melihat kemurahan hati atau kebaikan orang lain.

Misalnya, ada wanita yang Anda kenal baik, ia merupakan istri dan ibu yang luar biasa baik dan murah hati. Ia benar-benar membuat perbedaan di dunia sekitarnya, dan Anda ingin menjadi seperti wanita tersebut atau bahkan lebih.

Pikirkan lagi siapa yang menginspirasi Anda untuk hidup yang lebih baik, dengan cara yang paling penting.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Stop Comparing Yourself to Others https://www.psychologytoday.com/us/blog/prescriptions-life/201803/how-stop-comparing-yourself-others diakses 21 Maret 2018.

Life’s Enough: Stop Comparing Yourself to Others https://zenhabits.net/lifes-enough-stop-comparing-yourself-to-others/ diakses 21 Maret 2018.

How to Stop Comparing Yourself to Others http://www.self-confidence.co.uk/articles/stop-comparing-yourself-to-others/ diakses 21 Maret 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 01/04/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x