4 Trik Jitu untuk Stop Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 April 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Familiar dengan pepatah yang berbunyi, “rumput tetangga tampak lebih hijau dibanding rumput sendiri”? Ya. Sudah menjadi sifat manusia untuk selalu memandang apa yang dimiliki oleh orang lain seakan lebih baik dari yang dipunyainya saat ini. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain seperti tidak akan ada habisnya. Setinggi-tingginya gunung, masih ada langit yang lebih tinggi lagi. Ketika Anda membandingkan kelebihan Anda dengan kelebihan teman sebelah Anda, akan selalu ada orang lain yang lebih baik lagi. Terus seperti itu sampai akhir zaman.

Kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain lama-kelamaan dapat merusak kepercayaan diri dan martabat diri, menghalangi Anda dari kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki. Simak berbagai cara menghentikan kebiasaan tersebut di artikel ini.

Cara berhenti membandingkan diri dengan orang lain

1. Sadari dan hindari pemicunya

Perhatikan hal atau situasi yang menyebabkan Anda mulai membandingkan diri dengan orang lain.

Buat daftar siapa dan apa yang sering membuat Anda iri atau membandingkan diri Anda. tuliskan bagaimana masing-masing memengaruhi Anda secara negatif.

Setelah Anda mengetahui semuanya, hindari hal-hal pemicu tersebut, terutama aktivitas yang tidak bermanfaat sama sekali untuk kehidupan Anda.

Misalnya, jika Anda lebih sering membandingkan diri Anda dengan orang lain melalui sosial media, batasi waktu Anda menggunakan media sosial. Anda bisa menggunakan media sosial hanya untuk berkomunikasi dengan teman atau kerabat. Ganti kegiatan mengintip sosial media dengan kegiatan yang lebih bermanfaat untuk hidup Anda, seperti olahraga.

2. Jangan hanya melihat “sisi luar” seseorang

Apa yang Anda lihat dari orang lain hanyalah lapisan terluarnya saja. Hal ini tentu tidak bisa menjadi perbandingan yang adil dengan kondisi Anda, karena apa yang mereka tampakkan di luar belum tentu seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Anda tidak bisa menggunakan penampilan luar mereka untuk menilai realitas kehidupan mereka.

Terlebih lagi jika Anda hanya melihat kehidupan luar orang yang Anda bandingkan melalui sosial media. Semua orang tentu akan lebih sering membagikan kehidupan yang bahagia atau enak untuk dilihat.

Jadi, ingatkan diri Anda bahwa Anda sebenarnya tidak pernah tahu apa yang terjadi di balik kehidupan orang lain yang Anda bandingkan.

3. “Uang tidak membeli kebahagiaan”

Kadang Anda suka membandingkan kekayaan atau sesuatu yang dimiliki orang lain dengan Anda. Padahal belum tentu kekayaan yang dimiliki orang itu benar-benar membuat ia bahagia.

Bersyukurlah untuk setiap kebaikan dalam hidup Anda, juga semua kekurangan yang membuat Anda selalu merasa tidak cukup. Ketahuilah bahwa setiap asam garam kehidupan akan membuahkan hasil yang manis jika Anda tidak menyerah.

Jika Anda berkomitmen untuk sangat bersyukur atas apa yang baik dalam hidup Anda, dan mengingatkan diri Anda tentang hal itu setiap hari, Anda akan jauh dari sifat iri atau membandingkan diri dengan orang lain.

Jika seseorang atau sesuatu memicu perasaan negatif, hentikan dan ingatkan diri Anda tentang apa yang sudah Anda miliki saat ini dalam hidup Anda.

4. Gunakan perbandingan sebagai motivasi

Ketika terlanjur membandingkan diri sendiri dengan orang lain, gunakan perbandingan tersebut sebagai pendorong motivasi Anda untuk berbuat yang lebih baik lagi, bukan sebagai bahan untuk cibiran dan menenggelamkan diri dalam “derita”

Kecenderungan manusia untuk menginginkan apa yang orang lain miliki hanyalah membuang-buang waktu, kecuali apa yang Anda lihat dan inginkan adalah sesuatu yang bermanfaat dan memberi dampak yang baik untuk kehidupan Anda. Misalnya melihat kemurahan hati atau kebaikan orang lain.

Misalnya, ada wanita yang Anda kenal baik, ia merupakan istri dan ibu yang luar biasa baik dan murah hati. Ia benar-benar membuat perbedaan di dunia sekitarnya, dan Anda ingin menjadi seperti wanita tersebut atau bahkan lebih.

Pikirkan lagi siapa yang menginspirasi Anda untuk hidup yang lebih baik, dengan cara yang paling penting.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Anda Yakin Ditaksir Orang yang Anda Cintai? Bisa Jadi Itu Tanda Erotomania

Terlalu yakin ditaksir selebriti atau orang terkenal adalah tanda khas dari erotomania syndrome. Yuk, kenali lebih dalam kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Apakah Ada Perbedaan Kesepian yang Wajar dengan Kesepian Akibat Depresi?

Hampir semua orang pernah merasa kesepian. Namun, buat sebagian orang kesepian bisa jadi tanda depresi. Lalu apa perbedaan dua jenis kesepian ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Sebenarnya Konsultasi ke Psikolog Itu Seperti Apa, Sih?

Pergi konseling psikologi tidak selalu dianggap gila. Ini dia hal yang bisa Anda dapat dan lakukan saat pergi terapi ke psikolog.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
menghadapi orangtua

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
serangan panik panic attack

Serangan Panik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit