home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ketahui Pentingnya Melakukan Self Improvement dan Cara Memulainya

Ketahui Pentingnya Melakukan Self Improvement dan Cara Memulainya

Pernahkah Anda mendengar pepatah yang berbunyi, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”? Pepatah tersebut bukanlah membicarakan tentang cuaca kemarin dan hari ini, melainkan diri Anda sekarang dengan yang lalu. Nah, dari pepatah ini juga terselip pelajaran hidup mengenai self improvement. Sebenarnya, apa itu self improvement dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut.

Apa itu self improvement?

Sebagian dari Anda mungkin paham dengan istilah ini, tapi kesulitan untuk menjelaskannya dalam kata-kata. Secara sederhana, Anda bisa mengartikan self improvement sebagai peningkatan diri.

Versi lengkapnya, self improvement adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diri agar menjadi orang yang lebih baik. Ini bisa meliputi pengembangan bakat dan potensi dalam mewujudkan impian, meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan, serta meningkatkan kesadaran dan identitas diri.

Peningkatan diri sebenarnya tidak hanya diterapkan pada seorang individu saja, tapi juga diterapkan organisasi pada sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.

Pentingnya self improvement dalam diri Anda

pengaruh kepemimpinan kecemasan COVID-19

Ada banyak alasan kenapa peningkatan diri itu penting bagi hidup Anda.

Pertama, peningkatan diri bisa meningkatkan kesadaran diri. Pasalnya, hal baik maupun buruk pasti akan Anda hadapi setiap harinya. Nah, dengan adanya peningkatan diri, Anda jadi lebih mengenal kepribadian, cara berpikir, dan perasaan yang Anda rasakan ketika dihadapkan hal baik maupun buruk.

Kedua, peningkatan juga bisa membantu Anda mengenal apa saja kemampuan yang dimiliki dan seberapa besar batasnya. Hal ini akan memberi Anda pemahaman yang lebih baik untuk menetapkan tujuan dan cara mewujudkannya.

Ketiga, self improvement ternyata memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Anda tidak akan termenung meratapi kegagalan, tidak lagi membenci diri sendiri, dan belajar untuk mencintai diri sendiri.

Bukan hanya pada diri sendiri saja, Anda juga akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitar. Secara langsung, ini bisa menghindari Anda dari stres berat dan penyakit mental yang perlu pengobatan.

Bagaimana cara memulai self improvement?

manfaat donor darah

Peningkatan diri dapat Anda libatkan dalam menjalani aktivitas setiap hari. Berikut ini adalah beberapa contoh kecil yang bisa Anda ikuti untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin.

1. Berusaha untuk tidur lebih baik

Menonton film atau bermain ponsel hingga larut malam, bahkan begadang, bisa mengurangi waktu tubuh untuk beristirahat. Keesokannya Anda akan mengantuk, mudah marah, dan akhirnya suasana hati jadi keruh. Kondisi ini tentu akan membuat Anda tidak bisa menjalani hari dengan baik, bukan?

Jika sudah punya self improvement, Anda tentu akan berpikir bahwa, “Wah, aku begini karena begadang kemarin. Hari ini dan seterusnya aku harus tidur tepat waktu.”

Pikiran seperti ini timbul karena Anda sudah mengenal perilaku yang Anda lakukan itu salah dan menyadari bahwa tubuh Anda perlu dijaga kesehatannya. Anda bisa memperbaiki kualitas tidur dengan menghindari hal-hal yang mengganggu tidur, tidak minum kopi di sore hari, dan mandi air hangat sebelum tidur untuk melemaskan otot-otot tubuh yang menegang karena beraktivitas seharian.

2. Lebih peka terhadap sekeliling

Sebelumnya, Anda mungkin tipe orang yang cuek. Akan tetapi, setelah ada peningkatan dalam diri, Anda akan merasa bahwa sikap ini perlu diubah. Pasalnya, untuk meningkatkan diri, Anda harus lebih peka dengan kondisi dan orang-orang di sekeliling.

Anda akan berusaha mengenali orang-orang di sekitar, mungkin dengan memberi sapaan “hai” atau “selamat pagi” saat masuk ke kantor, atau dengan menggangguk dan tersenyum ketika bertatapan mata dengan teman kantor.

Dengan menerapkan contoh self improvement ini, kemungkinan besar orang lain akan merasakan kehadiran Anda. Di samping itu, koneksi antara Anda dengan yang lain juga akan tercipta, meskipun Anda tidak memiliki hubungan dekat dengan mereka.

3. Berbuat baik pada orang lain dan diri sendiri

Selain menjadi pribadi yang lebih ramah, peningkatan diri juga bisa diwujudkan dengan berbuat baik pada orang sekitar. Kenapa? Berbuat baik kepala orang lain membuat perasaan Anda juga jadi lebih baik dan bahagia, bukan? Di samping itu, tindakan ini juga menjadi tanda bahwa Anda bersyukur dengan apa yang Anda miliki dan rasakan.

Berbuat baik dapat mencakup banyak hal, contoh memberikan donasi kepada yang membutuhkan, memberikan tempat duduk di transportasi umum kepada prioritas, membuang sampah pada tempatnya, mendonorkan darah, atau memberi makan kucing jalanan.

Berbuat baik tidak hanya pada orang lain saja, tapi juga pada diri sendiri. Caranya adalah membuat diri Anda menjadi lebih sehat dan bahagia lewat langkah-langkah yang sehat. Anda bisa meningkatkan ketentraman hati dengan lebih rajin beribadah, meningkatkan kesehatan dengan menjaga pola makan, dan self-reward atas keberhasilan yang dicapai.

4. Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain

Setiap manusia pasti pernah berbuat salah, termasuk Anda dan orang di sekitar Anda. Setelahnya, Anda pasti merasakan perasaan bersalah dan ada pula yang merasakan kebencian.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa hidup dengan penuh penyesalan, rasa sakit hati, dan kebencian pada diri sendiri maupun orang lain, pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.

Anda jadi lebih mudah berpikiran buruk, suasana hati juga memburuk, dan ini bisa menyebabkan stres, menurunkan sistem imun, dan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti dilansir dari situs yang dikelola University of Minessota.

Dengan self improvement, Anda tidak akan berdiam diri dan terpuruk dalam penyesalan. Anda akan bangkit dan mencoba berdamai dengan diri sendiri dan orang lain yang pernah membuat Anda kecewa. Melepaskan semua tekanan tersebut membantu Anda melangkah maju.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sedikides, C., & Hepper, E. G. D. (2009). Self-improvement. Social and Personality Psychology Compass, 3(6), 899–917. https://doi.org/10.1111/j.1751-9004.2009.00231.x [Accessed on February 4th, 2021]

Pillay, S. (2017, February 2). When are self-help programs “helpful”? Harvard Health Blog. https://www.health.harvard.edu/blog/self-help-programs-helpful-2017020211069 [Accessed on February 4th, 2021]

Harvard Health Publishing. (2020, June 17). 7 ways to jumpstart healthy change in your life. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/healthbeat/7-ways-to-jumpstart-healthy-change-in-your-life [Accessed on February 4th, 2021]

How do thoughts and emotions affect health? (n.d.). Taking Charge of Your Health & Wellbeing. https://www.takingcharge.csh.umn.edu/how-do-thoughts-and-emotions-affect-health [Accessed on February 4th, 2021]

Harvard Health Publishing. (2019, September 24). Six relaxation techniques to reduce stress. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/six-relaxation-techniques-to-reduce-stress [Accessed on February 4th, 2021]

Hills AP, Byrne NM, Lindstrom R, Hill JO. ‘Small changes’ to diet and physical activity behaviors for weight managementObes Facts. 2013;6(3):228–238. doi:10.1159/000345030 [Accessed on February 4th, 2021]

Mohr DC, Cuijpers P, Lehman K. Supportive accountability: a model for providing human support to enhance adherence to eHealth interventionsJ Med Internet Res. 2011;13(1):e30. doi:10.2196/jmir.1602 [Accessed on February 4th, 2021]

Williams C, Wilson P, Morrison J, et al. Guided self-help cognitive behavioural therapy for depression in primary care: a randomised controlled trialPLoS One. 2013;8(1):e52735. doi:10.1371/journal.pone.0052735 [Accessed on February 4th, 2021]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 15/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x