home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pasangan Sukses dan Punya Karier Bagus, Wajarkah Jika Timbul Rasa Iri Padanya?

Pasangan Sukses dan Punya Karier Bagus, Wajarkah Jika Timbul Rasa Iri Padanya?

Sama-sama membangun karier dari awal, mungkin sang pasangan saat ini telah lebih sukses dari Anda. Kariernya melejit dan berkembang pesat. Tentu saja Anda sebagai pasangan senang akan hal itu, tapi di dalam hati kecil Anda mungkin merasa iri dan tidak percaya diri. Lalu, apakah merasa iri dengan pacar itu wajar?

Wajarkah bila iri dengan pacar sendiri?

Rasa iri sebenarnya sedikit berbeda dengan kecemburuan. Menurut Aristotle, iri adalah rasa tidak suka terhadap kesuksesan orang lain. Lain halnya dengan cemburu yang melibatkan perasaan takut akan kehilangan sesuatu dan biasanya dibarengi dengan rasa tersaingi dengan orang lain.

Sebenarnya, perasaan ini sangat wajar muncul ketika Anda menginginkan sesuatu tapi justru didapatkan oleh orang lain. Oleh karena itu, Anda menjadi sering membandingkan diri Anda kepada sahabat, keluarga, hingga pasangan Anda.

Rasa iri dengan pacar sendiri biasanya muncul akibat beberapa hal seperti:

  • Gajinya lebih besar sehingga terkadang muncul rasa takut kalau pasangan Anda akan mengontrol Anda sepenuhnya.
  • Pasangan Anda memperoleh banyak penghargaan ketika Anda tidak pernah meraih prestasi yang cukup gemilang, begitu pemikiran Anda.
  • Jabatan yang lebih terdengar keren dibandingkan Anda.

Sangat wajar jika rasa iri atau bahkan Anda merasa tersaingi dengan sang pacar. Namun, sebaiknya hal ini tak membuat hubungan asmara jadi renggang. Rasa iri mesti diolah dengan bijak, supaya tidak menimbulkan masalah yang berlarut-larut.

Cara mengatasi rasa iri dengan pacar

Tentu saja Anda tidak ingin berlama-lama memiliki perasaan yang justru bisa merusak kebahagiaan kalian, bukan? Oleh karena itu, silahkan simak beberapa tips untuk mengatasi rasa iri dengan pasangan Anda.

1. Jujur

Langkah pertama untuk membangun hubungan yang kuat adalah jujur. Katakanlah kepada pasangan Anda bahwa Anda memang iri kepada kesuksesannya.

Setelah melakukan pengakuan, hati Anda mungkin akan terasa lebih ringan. Kemudian, kalian berdua dapat mencari jalan keluarnya bersama-sama tanpa harus menyimpan rasa yang tidak mengenakkan di hati.

2. Pahami arti sukses bagi pasangan

Bagi sebagian orang mungkin arti sukses adalah mendapatkan pekerjaan dengan jabatan yang keren dan gaji selangit. Namun, sebagian lainnya merasa kesuksesan adalah bisa membahagiakan kedua orang tua, baik secara materi dan psikologis.

Nah, coba dilihat lagi, apakah kesuksesan yang diraih pasangan Anda adalah impian akhir Anda selama ini? Ataukah sebenarnya Anda masih memiliki tujuan lain selain apa yang pasangan Anda dapatkan.

3. Hargai perbedaan yang kalian miliki

Setelah dipikir-pikir lagi memang ternyata tujuan kalian dalam mencapai impian berbeda. Hanya saja, rasa iri tersebut terkadang timbul akibat Anda merasa kehidupan yang sedang dijalani tidak bergerak maju. Hargai diri sendiri bahwa Anda dan pasangan memiliki kemampuan yang berbeda dalam beberapa aspek.

Jika Anda berhasil menghargai diri sendiri, Anda pun mulai bisa meruntuhkan rasa iri terhadap kesuksesan pasangan Anda. Hal ini juga dimaksudkan untuk membuat Anda jujur dan mengerti kemampuan diri sendiri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

to Love and to Envy https://www.psychologytoday.com/intl/articles/201805/love-and-envy accessed April 30, 2019.

Suzanne Phillips, A. (2018). Envying Your Partner: Is that Allowed?. [online] Psych Central.com. Available at: https://blogs.psychcentral.com/healing-together/2010/02/envying-your-partner-%E2%80%93-is-that-allowed/  [Accessed 6 May 2019].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 07/05/2019
x