backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

12

Tanya Dokter
Simpan

Cara Menghilangkan Pikiran Negatif agar Tak Berlarut-larut

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 15/03/2024

Cara Menghilangkan Pikiran Negatif agar Tak Berlarut-larut

Pikiran negatif sering muncul sebelum tidur? Atau bahkan di tengah kesibukan dengan pekerjaan? Agar semua ini tidak mengganggu keseharian atau bahkan kesehatan mental, tentu Anda perlu mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menghilangkan pikiran negatif tersebut.

Cara menghilangkan pikiran negatif

Pekerjaan yang menumpuk, pendapat orang yang kurang mengenakkan, hingga ketakutan akan masa depan sering kali membentuk pikiran buruk di dalam kepala.

Jika dibiarkan, pikiran negatif bisa mengganggu mental dan meningkatkan risiko stres, gangguan kecemasan, hingga depresi.

Demi menghindari hal tersebut, setiap orang punya caranya masing-masing untuk menenangkan pikiran.

Jika Anda masih belum bisa melakukannya, coba beberapa cara berikut untuk menghilangkan pikiran negatif atau setidaknya menguranginya.

1. Praktikkan mindfulness

yoga cegah covid-19

Scott Bea, PsyD, seorang psikolog dari Cleveland Clinic, AS, menyebutkan bahwa salah satu cara mengatasi pikiran negatif adalah dengan mempraktikkan mindfulness.

Mindfulness adalah kemampuan untuk memfokuskan perhatian terhadap situasi saat ini, menerimanya, dan tidak menghakimi.

Untuk melakukan praktik mindfulness, Anda bisa mengatur napas atau langkah kaki selama 5–10 detik.

Setelah itu, fokuslah pada suara, bau, pemandangan, atau sentuhan di sekitar Anda. Jika sudah merasa lebih rileks, Anda bisa melanjutkan beraktivitas seperti biasanya.

2. Tetap tersenyum

Anda mungkin pernah mendengar istilah fake smile atau senyum palsu. Faktanya, meski palsu, senyuman bisa menjadi cara menghilangkan pikiran negatif.

Laman Intermountain Health menyebutkan bahwa tersenyum bisa merangsang pelepasan hormon endorfin. Ini adalah hormon yang bisa meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.

Tak hanya untuk diri sendiri, tersenyum juga bisa memberi kebahagiaan bagi orang lain. Dengan begini, Anda bisa mendapatkan energi tambahan ketika melihat orang lain juga tersenyum karena Anda.

3. Belajar mengambil pelajaran dari setiap peristiwa

Pikiran negatif sering kali muncul karena sesuatu yang tidak berjalan sesuai keinginan atau sebuah penyesalan.

Ketika mengalami hal tersebut, pertama-tama yakinkan terlebih dahulu pada diri Anda bahwa setiap peristiwa terjadi karena alasan.

Jika keputusan Anda tidak berakhir baik, itu pun terjadi karena suatu alasan dan Anda tetap bisa mengambil pelajaran darinya.

Sebagai contoh, saat berpikiran negatif karena hasil presentasi di perusahaan tidak cukup baik, Anda bisa menggunakannya sebagai dorongan untuk belajar lebih banyak terkait hal tersebut.

4. Tuangkan dalam tulisan

Masalah pekerjaan, hubungan, atau ekonomi yang terus menumpuk merupakan salah satu akar dari kebiasaan negative thinking.

Dalam kondisi tersebut, Anda bisa terlebih dahulu menuangkan pikiran ke dalam tulisan untuk mengetahui masalah apa saja yang sedang Anda miliki.

Setelah menguraikan pikiran dalam bentuk tulisan, Anda akan lebih mudah menentukan skala prioritas untuk menyelesaikan masalah secara perlahan.

Menulis juga bisa membantu Anda mencari benang merah penyebab munculnya pikiran negatif tersebut.

Tahukah Anda?

Tak hanya bagus untuk kesehatan mental, membiasakan diri menangkan emosi melalui tulisan juga bisa meningkatkan kemampuan mengingat sesuatu. Jadi, sudahkah Anda menulis diary hari ini?

5. Terapkan pola hidup sehat

Pernahkah Anda mendengar istilah “you are what you eat” (kamu adalah apa yang kamu makan)? Istilah ini ternyata tidak hanya berlaku untuk kesehatan fisik, tetapi juga mental.

Artinya, apa yang Anda makan akan memengaruhi kemampuan mental Anda dalam merespons sesuatu.

Selain makan sehat, membiasakan diri untuk tidur cukup, rajin olahraga, dan menghindari kebiasaan pola hidup yang tidak sehat juga bisa mengurangi kebiasaan berpikiran negatif.

Pasalnya, dengan tubuh yang sehat, otak Anda bisa bekerja lebih baik dan suasana hati Anda juga lebih terjaga.

6. Bangun support system

Kehidupan memang tidak selalu berjalan seperti apa yang kita inginkan. Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari orang-orang terdekat atau support system akan sangat membantu.

Jangan biarkan diri Anda tenggelam seorang diri dalam pikiran negatif. Anda juga bisa membagikan pikiran tersebut sehingga mereka bisa membantu mencari cara menyelesaikannya.

Selain membangun support system, berkumpul dengan orang-orang dengan pikiran positif, misalnya mengikuti komunitas tertentu, juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi pikiran negatif.

7. Belajar untuk bersyukur

Bersyukur bukan berarti Anda harus pasrah terhadap setiap keadaan. Ini artinya, Anda berusaha mensyukuri hal baik yang ada di sekitar Anda ketika suatu hal buruk terjadi.

Dengan begitu, Anda memberikan ruang bagi pikiran positif di dalam diri Anda, bahkan ketika situasinya tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

Selain itu, bersyukur juga akan membantu Anda bangkit karena adanya keyakinan bahwa hal baik akan kembali terjadi.

Pikiran negatif memang bisa datang silih berganti. Artinya, saat Anda berhasil mengatasi satu pikiran negatif tentang suatu hal, suatu waktu Anda mungkin berpikir negatif tentang hal yang lain.

Namun, pikiran tersebut seharusnya hanya berlangsung sesaat. Jika berbagai cara di atas tidak kunjung menghilangkan pikiran negatif Anda, jangan takut untuk berkonsultasi dengan ahlinya, misalnya psikolog.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 15/03/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan