home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Tips Menahan Diri untuk Tidak Berlebihan Memikirkan Sesuatu (Overthinking)

5 Tips Menahan Diri untuk Tidak Berlebihan Memikirkan Sesuatu (Overthinking)

Apakah Anda salah satu orang yang suka overthinking alias memikirkan sesuatu secara berlebihan? Ini bisa jadi tanda bahwa Anda seorang yang overthinking. Sikap seperti ini mungkin baik karena Anda memikirikan segala kemungkinan yang akan terjadi sebelum bertindak. Akan tetapi, di lain sisi sikap in juga dapat merugikan Anda. Lantas, bagaimana cara mengatasi sikap overthinking?

Alasan kenapa overthinking itu merugikan

Overthinking membuat Anda terlalu lama untuk berpikir, sehingga tenaga menjadi terkuras dan tindakan tidak banyak dilakukan. Alhasil ini akan membuat waktu Anda jadi terbuang sia-sia. Pada akhirnya, overthinking dapat menyebabkan Anda mengalami kecemasan dan kehilangan kedamaian dalam diri Anda.

Kondisi tersebut nantinya, bisa memicu stres. Jika stres berlebibian bisa meningkatkan risiko gangguan kejiwaan. Dilansir dari Cleveland Clinic, depresi, gangguan kecemasan, hingga serangan panik adalah contoh penyakit mental yang mungkin saja terjadi akibat stres parah yang semakin menumpuk.

Cara jitu mengatasi sikap overthinking

berpikir logis

Dihantui oleh pikiran tentang sesuatu memang sangat tidak nyaman. Anda hanya membatasi diri Anda untuk melangkah ke depan. Oleh karena itu, mulai sekarang stop overthinking. Mulailah untuk lebih banyak mengambil tindakan.

Ikuti cara berikut ini untuk membantu Anda menghilangkan sikap overthinking.

1. Cari tahu pemicunya

Overthinking cenderung membuat orang melakukan pemikiran berulang pada masalah, yang kadang tidak berorientasi dengan pemecahan masalah. Bukannya efektif, sikap seperti ini malah akan membuat diri sendiri menjadi sulit untuk mengambil keputusan.

Nah, pada beberapa orang, overthinking muncul ketika menghadapi masalah-masalah tertentu. Pemicu sikap berlebihan dalam berpikir ini harus Anda cari tahu. Tujuannya, agar Anda lebih waspada sehingga bisa membatasi diri untuk tidak overthinking pada masalah tersebut.

Guna mengetahui pemicu dari sikap ini, Anda harus meningkatkan kesadaran diri. Anda mungkin perlu merenungkan masalah atau situasi seperti apa yang memengaruhi suasana hati dan membuat Anda jadi berpikir lebih banyak. Setelah itu, buat catatan sebagai pengingat diri bahwa Anda harus lebih waspada untuk tidak overthinking ketika mengalami situasi yang sama di kemudian hari.

2. Buat diri Anda terdistraksi dari pemicu

Cara terbaik untuk mengatasi overthinking adalah dengan mengalihkan otak pada tugas-tugas lain yang tidak memusingkan. Ini bertujuan agar otak tidak fokus pada pemicu dan Anda bisa mengerem diri dari sikap overthinking. Cobalah untuk menghentikan pemikiran berlebihan dengan bergegas melakukan aktivitas yang Anda sukai.

Berikut ini ada beberapa tips untuk mendistraksi otak dari hal-hal yang bisa memicu berlebihan dalam berpikir:

Menulis

Tulis segala sesuatu yang ada di pikiran Anda ke dalam secarik kertas. Ini akan banyak membantu Anda untuk meringankan beban pikiran. Di samping itu, manfaat dari menulis ini jugsa adalah membantu Anda untuk memikirkan berbagai langkah apa yang akan Anda ambil, dan siapa tahu Anda akan menemukan solusi dari situasi tersebut.

Melakukan aktivitas yang disukai

Selain menulis, Anda juga bisa mangatasi sikap overthinking dengan melakukan berbagai hal yang disukai, mulai dari memasak, melukis, atau memutuskan untuk olahraga.

Pasalnya, olahraga memberi manfaat pada kesehatan otak dengan membantu membebaskan pikiran Anda dari pikiran yang negatif dan otak akan teralihkan sejenak dari pemikiran yang tidak penting.

Meditasi

Cara paling sederhana agar Anda tidak berpikir berlebihan adalah dengan meditasi. Caranya, cukup mudah yakni dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Temukan tempat yang nyaman untuk duduk dan rilekskan leher dan bahu Anda.
  • Kemuidan, letakkan satu tangan di dada dan tangan lainnya di atas perut Anda.
  • Tarik dan embuskan napas melalui hidung, perhatikan bagaimana dada dan perut Anda bergerak saat Anda bernapas.

3. Tetapkan batas waktu untuk diri Anda mengambil keputusan

Cara yang paling mudah untuk mengatasi overthinking adalah dengan menetapkan batas waktu bagi diri Anda untuk berpikir dan kapan Anda sudah harus menetapkan suatu keputusan bagi diri Anda. Terlalu banyak berpikir tanpa ada titik kejelasan hanya akan membuang-buang waktu dan energi Anda.

Ketimbang menenggelamkan diri dari pemikiran yang tidak penting dan terus berulang, akan lebih baik bagi Anda untuk menentukan pilihan keputusan mana yang akan diambil. Meski begitu, Anda jangan-jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan, ya.

4. Perbanyak ambil tindakan

Cara menghilangkan overthinking ini memang yang paling penting sekaligus mungkin yang paling sulit. Namun, jika Anda ingin mengubah hidup Anda, Anda perlu mengambil tindakan sekarang juga.

Jika Anda hanya berpikir, ini tidak akan membuahkan hasil. Membicarakan hal ini mungkin mudah, tapi praktiknya yang susah. Namun, Anda harus memotivasi diri Anda sendiri.

Mulailah dengan tindakan kecil saja dulu, tapi rencanakan target Anda. Mulai dengan pertanyaan, “apa yang telah saya lakukan hari ini untuk mencapai target saya?”. Tanyakan hal tersebut pada diri Anda setiap hari. Mungkin hal ini dapat membantu. Beranikan diri Anda untuk mengambil tindakan, walaupun kecil. Satu lagi, jangan terlalu banyak memikirkan pendapat orang lain tentang Anda.

5. Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam penyesalan

Orang yang overthinking, kerap kali tenggelam dalam penyesalan ketika salah mengambil keputusan. Umumnya saat seseorang overthinking, akan ada banyak skenario kemungkinan “seandainya”. Hal ini seringkali membuat orang yang overthinking membandingkan skenario tersebut, dengan kenyataan yang mereka hadapi. Bukannya membuat mereka jadi lebih baik, malahan pemikiran tersebut bisa menimbulkan stres.

Jadi, ketimbang Anda menyesal dan tenggelam pada kondisi tersebut, akan lebih baik jika Anda move on. Cobalah untuk belajar dari kesalahan tersebut dan menjadikannya sebagai refleksi diri, agar Anda tidak lagi salah mengambil keputusan di kemudian hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stress: Signs, symptoms, management & prevention. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11874-stres [Accessed on January 19th, 2021]

Janeck, A.S. Calamari, J. E., Riemann, B. C., & Heffelfinger, S. K. 2003. Too much thinking about thinking?: metacognitive differences in obsessive-compulsive disorder. Journal of Anxiety Disorders, 17(2): 181-195. [Accessed on January 19th, 2021]

Clark, D. A. 2018. The Anxious Thoughts Workbook: Skills to Overcome the Unwanted Intrusive Thoughts that Drive Anxiety, Obsessions & Depression.  Oakland, CA: New Harbinger Publications. [Accessed on January 19th, 2021]

Michl LC, McLaughlin KA, Shepherd K, Nolen-Hoeksema S. Rumination as a mechanism linking stressful life events to symptoms of depression and anxiety: longitudinal evidence in early adolescents and adultsJ Abnorm Psychol. 2013;122(2):339-352. doi:10.1037/a0031994 [Accessed on January 19th, 2021]

Thomsen DK, Mehlsen MY, Christensen S, Zachariae R. Rumination—relationship with negative mood and sleep qualityPersonality and Individual Differences. 2003;34(7):1293-1301. doi:10.1016/s0191-8869(02)00120-4 [Accessed on January 19th, 2021]

Strick M, Dijksterhuis A, van Baaren RB. Unconscious-Thought Effects Take Place Off-Line, Not On-LinePsychological Science. 2010;21(4):484-488. doi:10.1177/0956797610363555 [Accessed on January 19th, 2021]

Exercise 2: Self-compassion break. (2015, December 13). Self-Compassion. https://self-compassion.org/exercise-2-self-compassion-break/ [Accessed on January 19th, 2021]

Probing the depression-rumination cycle. https://www.apa.org. https://www.apa.org/monitor/nov05/cycle [Accessed on January 19th, 2021]

Michl, L. C., McLaughlin, K. A., Shepherd, K., & Nolen-Hoeksema, S. (2013). Rumination as a mechanism linking stressful life events to symptoms of depression and anxiety: Longitudinal evidence in early adolescents and adults. Journal of Abnormal Psychology, 122(2), 339–352. https://doi.org/10.1037/a0031994 [Accessed on January 19th, 2021]

Ainsworth, B., Bolderston, H. and Garner, M., 2017. Testing the differential effects of acceptance and attention-based psychological interventions on intrusive thoughts and worryBehaviour Research and Therapy, 91, pp.72-77. [Accessed on January 19th, 2021]

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 03/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri