Stoicism adalah filosofi yang mengajarkan ketenangan dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan, termasuk di dunia kerja yang penuh tekanan. Sikap stoik dapat menjaga emosi tetap stabil saat menghadapi perubahan dan tantangan dalam hidup.
Stoicism adalah suatu filosofi yang menekankan akan pentingnya pengendalian diri, pemikiran rasional, dan penerimaan terhadap hal-hal di luar kendali.
Istilah stoik berasal dari bahasa Yunani “stoikos“, yang berarti dari stoa (serambi atau beranda).
Hal ini mengacu pada “Stoa Poikile” atau “Beranda Berlukis”, yakni tempat filsuf stoik Zeno dari Citium mengajarkan stoikisme di Athena.
Filosifi ini pertama kali dikembangkan pada awal abad ke-3 SM. Lalu, stoikisme disempurnakan oleh para filsuf Romawi, seperti Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius.
Di dalam praktiknya, filosofi stoicism mengajak seseorang untuk memisahkan hal-hal yang bisa dikendalikan dan yang tidak, kemudian meresponsnya dengan tenang dan rasional.
Meski berkembang pada zaman kuno, konsep ini tetap relevan hingga saat ini, termasuk dalam menghadapi dunia kerja yang serba cepat dan penuh tuntutan.
Manfaat menerapkan stoicism
Menerapkan mindset atau pola pikir stoicism akan sangat membantu di dalam dunia pekerjaan.
Stoikisme akan mendorong seseorang untuk tidak bereaksi secara emosional saat menghadapi situasi yang tidak dapat dikendalikan.
Contoh perilaku stoik dalam dunia kerja dapat terlihat dari seorang karyawan yang tenang saat mendapatkan kritik atau masukan dari atasan di kantor.
Alih-alih emosi, orang stoik akan merenungkan kritik dan memanfaatkannya untuk berkembang.
Contoh lainnya adalah ketika proyek yang telah dikerjakan berbulan-bulan dibatalkan oleh klien.
Seorang yang menerapkan stoikisme dapat menerima kenyataan tersebut tanpa berlarut dalam kekecewaan, lalu segera mencari solusi atau pelajaran yang bisa diambil.
Adapun, beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan menerapkan stoicism di tempat kerja adalah sebagai berikut.
- Membantu menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan atau stres pekerjaan.
- Meningkatkan fokus dan produktivitas kerja karena tidak mudah terpengaruh emosi.
- Mendorong pengambilan keputusan yang lebih rasional.
- Memperkuat ketahanan mental saat menghadapi perubahan atau kegagalan.
- Memupuk sikap tanggung jawab dan kontrol diri yang lebih baik.
Cara menerapkan stoicism di tempat kerja

Berikut ini adalah beberapa cara sederhana untuk menerapkan filosofi stoik di tempat kerja.
1. Pisahkan hal yang bisa dan tidak bisa dikendalikan
Setiap hari di tempat kerja, Anda akan dihadapkan pada berbagai situasi yang tidak selalu bisa dikontrol, seperti sikap rekan kerja dan keputusan atasan.
Prinsip stoicism menekankan hanya fokus pada hal yang dapat dikendalikan, mencakup pikiran, tindakan, dan respons diri sendiri.
Dengan begitu, Anda tidak akan menghabiskan energi untuk hal-hal yang berada di luar kendali sehingga mampu bekerja secara lebih efektif.
2. Berlatih refleksi diri secara rutin
Refleksi diri adalah kebiasaan penting dari filosofi stoicism. Di akhir hari kerja, cobalah renungkan situasi apa saja yang Anda hadapi dan bagaimana respons Anda.
Menurut Kenan Institute of Private Enterprise Research, karyawan yang menggunakan 15 menit terakhir dari jam kerjanya untuk refleksi diri produktivitasnya naik hingga 23 persen.
Kondisi ini terjadi karena selama refleksi diri, karyawan tersebut dapat lebih memahami apa saja yang perlu diperbaiki dan bisa ditingkatkan.
3. Hadapi kritik dengan kepala dingin
Dalam dunia pekerjaan, kritik adalah suatu hal biasa. Alih-alih tersinggung atau marah, prinsip stoicism mengajarkan untuk menanggapinya dengan pikiran terbuka.
Anggaplah kritik sebagai peluang untuk berkembang, bukan serangan pribadi. Berbekal kepala dingin, Anda bisa memilah mana kritik yang membangun dan mana yang tidak relevan.
4. Bersyukur pada hal kecil
Stoikisme mendorong Anda untuk tidak menggantungkan kebahagiaan pada pencapaian besar.
Anda bisa mulai dengan mensyukuri hal-hal kecil, seperti kopi hangat pada pagi hari, pekerjaan yang selesai tepat waktu, atau rekan kerja yang sangat membantu.
Rasa syukur atas hal kecil membantu menjaga suasana hati tetap positif dan mendorong untuk lebih menghargai proses. Hal ini juga bisa membuat Anda menjadi lebih produktif.
5. Fokus pada proses, bukan hasil
Sering kali, tekanan terbesar di tempat kerja datang dari ekspektasi pada hasil. Filosofi stoicism mengajak untuk melepaskan keterikatan pada hasil akhir dan fokus pada proses kerja.
Ketika menaruh perhatian pada kualitas proses yang dilakukan, hasil umumnya dapat mengikuti dengan sendirinya. Cara ini juga meningkatkan motivasi diri meski hasil tidak sesuai harapan.
6. Kendalikan emosi saat menghadapi konflik
Konflik adalah suatu hal yang wajar di lingkungan pekerjaan. Orang stoik umumnya tidak langsung bereaksi dengan emosi ketika menghadapi perbedaan pendapat.
Mereka akan berusaha mendengarkan dan memahami sudut pandang lawan bicara, kemudian baru merespons secara tenang dan rasional untuk bisa meredakan konflik.
7. Terapkan prinsip premeditatio malorum
Premeditatio malorum dalam filosofi stoik mempunyai arti merenungkan kemungkinan terburuk sebelum sesuatu terjadi.
Hal ini dapat diterapkan saat Anda perlu menghadapi presentasi, wawancara, atau negosiasi penting.
Dengan membayangkan kemungkinan terburuk, seperti pertanyaan sulit atau penolakan, Anda bisa lebih siap mental dan tidak terkejut bila situasi sulit benar-benar terjadi.
Memahami dan menerapkan stoicisme adalah langkah awal menuju kehidupan kerja yang lebih seimbang dan bermakna.
Filosofi ini mengajarkan Anda untuk tidak bereaksi berlebihan, tetap bertindak dengan bijak dan penuh kesadaran. Jadi, apakah Anda siap untuk mulai melakukannya?
Kesimpulan
- Stoicism adalah sebuah filosofi yang menekankan pengendalian diri, pemikiran rasional, dan penerimaan terhadap hal-hal di luar kendali.
- Menerapkan stoikisme dapat membantu menjaga ketenangan, meningkatkan fokus, dan memperkuat ketahanan mental saat menghadapi tantangan di tempat kerja.
- Prinsip stoik, seperti refleksi diri, rasa syukur, dan fokus pada proses, akan menciptakan kehidupan kerja yang lebih seimbang dan bermakna.