Apakah Orang dengan Skizofrenia Punya Kepribadian Ganda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernah menonton film berjudul “Love and Mercy”? Salah satu film terkenal di era 80-an ini mengisahkan seorang pasien skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk membedakan dunia nyata dan khayalan.

Saat serangan muncul, orang dengan kondisi ini akan melihat dan mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Perubahan perilaku orang dengan kondisi ini saat serangan terjadi membuat segelintir orang mengira bahwa pasien skizofrenia memiliki dua kepribadian.

Benarkah orang dengan skizofrenia punya dua kepribadian?

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan khayalan dan kenyataan. Selain itu, orang dengan kondisi ini juga sulit untuk berpikir jernih, daya ingatnya lemah, dan sulit memahami sesuatu.

Sebuah survei tahun 2008 yang dilakukan oleh National Alliance on Mental Illness (NAMI) menunjukkan sebanyak 64 persen orang yang mengalami gejala skizofrenia merasa bahwa mereka memiliki dua kepribadian atau lebih. Meski mereka memercayai hal tersebut, faktanya pemahaman ini sepenuhnya tidak benar.

Skizofrenia sebenarnya mengarah pada masalah dengan reseptor sensoris (indra) pada otak, tidak memengaruhi kepribadian seseorang. Semua yang Anda lihat, sentuh, dengar, dan rasakan diproses di otak oleh sel-sel khusus yang disebut reseptor sensoris.

Reseptor ini menerima informasi dari indra seperti penglihatan, pendengaran, dan perabaan. Kemudian, informasi tersebut diantarkan ke otak Anda dalam bentuk sinyal.  Sayangnya, orang dengan skizofrenia mengalami kesalahan penerimaan sinyal di otak. Akibatnya, halusinasi akan terjadi dan memicu sesorang untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Perubahan perilaku yang terjadi tersebut bukan menandakan bahwa pasien memiliki kepribadian ganda, melainkan respons tubuh terhadap munculnya halusinasi.

gangguan bipolar

Kepribadian ganda mengarah pada kondisi lain, bukan skizofrenia

Penyakit skizofrenia melibatkan berbagai masalah dengan kemampuan berpikir, perilaku, dan emosi. Gejala skizofrenia bisa ringan dan juga berat, tergantung keparahan kondisi dan pengobatan yang diterima oleh pasien. Beberapa gejala skizofrenia yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Halusinasi (melihat dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada)
  • Delusi (memiliki keyakinan yang tidak didasarkan pada kenyataan)
  • Terganggu dalam mengekspresikan diri dan menunjukkan emosi
  • Tidak mampu berpikir dengan baik dan jernih
  • Kemampuan motoriknya terganggu, seperti postur tubuh yang aneh atau melakukan gerakan yang berlebihan

Di antara semua gejala yang muncul, tidak ada tanda bahwa pasien akan mengalami perubahan kepribadian. Kepribadian ganda sebenarnya lebih mengarah pada gangguan disosiatif (dissociative identity disorder).

Gangguan disosiatif ditandai dengan dua atau lebih kepribadian yang secara bergantian akan mendominasi perilaku seseorang. Biasanya paling rentan terjadi pada orang yang memiliki trauma masa lalu yang parah. Meski kepribadian ganda bukan salah satu gejala dari penyakit skizofrenia, kondisi otak yang bermasalah bisa bertambah parah.

Tanpa pengobatan, skizofrenia bisa menyebabkan penyakit mental lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan obsesif kompulsif (OCD), bahkan gangguan disosiatif.

Walaupun masih banyak orang yang melabeli pasien skizofrenia sebagai “orang gila”, hal ini jangan sampai menghambat proses pengobatan pasien. Semua gejala skizofrenia dapat dikelola dengan minum obat dan mengikuti terapi. Selain itu, dukungan dari keluarga dan orang di sekitar pasien juga diperlukan untuk mendukung sembuhnya pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Itu Alter Ego? Apakah Sama dengan Kepribadian Ganda?

Seperti yang diungkapkan Beyonce kepada media, Sasha Fierce merupakan identitas alter ego miliknya. Apa itu alter ego? Apakah normal memiliki alter ego?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Gangguan Jiwa Bisa Menular? Ini Jawaban dari Para Ahli

Anggapan bahwa gangguan jiwa menular bisa membuat orang-orang enggan berobat. Padahal, gangguan jiwa bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Gejala-gejala berikut ini sering diabaikan dan dianggap normal, padahal ini adalah tanda jika Anda sedang mengalami stres.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pedofilia kekerasan seksual pada anak

Pedofilia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
skizofrenia adalah, skizofrenia paranoid, penyakit skizofrenia, obat skizofrenia, gejala skizofrenia

Skizofrenia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit