Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pentingnya "Me Time" untuk Kesehatan Mental dan Hubungan

Pentingnya "Me Time" untuk Kesehatan Mental dan Hubungan

Tahukah Anda menghabiskan waktu untuk diri sendiri alias me time ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan? Masalah yang Anda hadapi sehari-hari dapat menimbulkan beban tersendiri bagi kondisi mental, dan me time adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan pikiran Anda. Nah, apa saja manfaatnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Manfaat me time untuk kesehatan dan hubungan

Meskipun manusia merupakan makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan orang lain, ada kalanya seseorang butuh waktu untuk sendiri.

Waktu bersama diri sendiri sebenarnya tidak kalah penting. Menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran yang tenang justru memberikan sejumlah manfaat. Berikut adalah manfaat me time yang bisa Anda rasakan.

1. Meningkatkan konsentrasi dan produktivitas

Kehidupan sehari-hari penuh dengan berbagai hal yang dapat mengganggu dan mengalihkan pikiran. Masalah tertentu bisa jadi begitu membekas sehingga Anda terus memikirkannya saat bekerja, beraktivitas, bahkan hingga beristirahat.

Me time memiliki manfaat untuk menghilangkan pikiran tersebut. Ketenangan yang Anda dapatkan dari menghindari hiruk-pikuk kehidupan untuk sejenak juga berguna untuk meningkatkan konsentrasi dan produktivitas kerja di kemudian hari.

2. Memberikan kesempatan bagi Anda untuk memahami diri sendiri

mencintai diri sendiri

Saat terlibat dalam suatu kelompok, sudut pandang Anda akan dengan sendirinya mengikuti sudut pandang orang-orang di dalamnya. Tanpa sadar, inilah yang Anda alami setiap hari dari interaksi bersama teman, rekan kerja, atau orang lain.

Dengan menyendiri sejenak, Anda dapat merenungkan banyak hal yang selama ini tidak terpikirkan. Anda pun dapat mempertimbangkan lebih dalam mengenai berbagai keputusan yang akan Anda ambil di masa depan.

Anda juga dapat memahami diri sendiri dengan lebih baik melalui perenungan yang Anda lakukan saat menyendiri.

3. Menyegarkan tubuh dan pikiran

Rasa jenuh, informasi berlebih, dan konflik yang berasal dari kehidupan sehari-hari dapat membuat pikiran Anda kusut. Dampaknya berpengaruh terhadap kemampuan Anda dalam berpikir, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah.

Waktu untuk diri sendiri amat berguna untuk menyegarkan pikiran karena otak Anda terbebas dari berbagai hal yang mengganggunya. Jika pikiran Anda terasa segar, tubuh Anda pun akan merasakan hal yang sama.

4. Memperbaiki hubungan dengan orang lain

Interaksi sosial dapat membuat Anda merasa jenuh terhadap orang lain. Akibatnya, masalah kecil yang ditimbulkan pasangan, anggota keluarga, atau teman bisa berubah menjadi konflik yang lebih besar.

Salah satu manfaat me time adalah untuk menenangkan diri sendiri. Begitu Anda lebih tenang, Anda akan siap untuk berinteraksi kembali dengan orang lain.

Anda pun lebih mampu meminta maaf atas perilaku negatif yang mungkin telah Anda lakukan sebelumnya.

5. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi

manusia bersosialisasi

Ada perbedaan jelas antara kesepian dengan menyendiri. Kesepian merupakan emosi negatif yang timbul saat Anda merasa tidak terhubung dengan orang lain. Sebaliknya, menyendiri sejenak justru memberikan manfaat bagi kemampuan bersosialisasi.

Menghabiskan waktu dengan diri sendiri selama me time memiliki manfaat dalam meningkatkan beberapa aspek, di antaranya:

Jadi, tidak ada salahnya menyendiri untuk memperoleh manfaat me time saat Anda merasa jenuh menjalani kehidupan sehari-hari. Jika dilakukan sesuai porsinya, hal ini justru berguna bagi kesehatan Anda.

6. Membuat hubungan jadi lebih bergairah

Memiliki pasangan bukan berarti mengesampingkan kebutuhan dan kepentingan diri sendiri. Anda dan pasangan adalah dua individu manusia yang berbeda. Memikirkan kebahagiaan pasangan sah-sah saja, tapi Anda juga harus dan bisa memikirkan diri sendiri.

Ini menandakan bahwa sekalipun Anda sudah berpasangan, Anda tetap membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Jika tidak, Anda bisa kehilangan jati diri karena selalu mengedepankan pasangan.

Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya berakibat pada diri Anda yang akan merasa gelisah, marah, dan depresi. Namun, kondisi ini juga bisa berakibat pada hubungan Anda seperti kehilangan minat dengan pasangan atau bahkan merasa tidak bahagia.

Ketika seseorang memerhatikan dirinya sendiri dengan meluangkan me time, ia akan memiliki gairah untuk melakukan hal lainnya termasuk dalam hubungan. Hal ini juga membuat Anda siap untuk menciptakan waktu berkualitas bersama pasangan.

Dengan begitu, hubungan yang dijalani menjadi lebih semangat dan bergairah lebih dari sebelumnya.

Nah, sudah paham pentingnya me time dalam kehidupan Anda? Oleh karena itu, coba pikirkan kembali, kapan terakhir kali Anda menikmati waktu untuk dihabiskan memanjakan diri sendiri?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

6 reasons you should spend more time alone | psychology Today. (n.d.). Retrieved January 26, 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/high-octane-women/201201/6-reasons-you-should-spend-more-time-alone

The benefits of spending time alone | psychology Today. (n.d.). Retrieved January 26, 2022, from https://www.psychologytoday.com/intl/blog/emotional-nourishment/201812/the-benefits-spending-time-alone

Spend time in nature to reduce stress and anxiety. (n.d.). Retrieved January 26, 2022, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/stress-management/spend-time-in-nature-to-reduce-stress-and-anxiety

Gray, J. (2020). Beyond Mars and Venus: Relationship skills for today’s Complex World. Dallas, TX: BenBella Books.

Lena Firestone. Being alone: The Pros and cons of time alone. Retrieved January 26, 2022, from https://www.psychalive.org/being-alone/

“Alone time” keeps relationships healthy | psychology Today. (n.d.). Retrieved January 26, 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/lifetime-connections/201803/alone-time-keeps-relationships-healthy

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Feb 18
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.