home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Suka Mainan Api? Awas, Bisa Jadi Ini Gejala Piromania

Suka Mainan Api? Awas, Bisa Jadi Ini Gejala Piromania

Semua orang tahu bahwa main api itu berbahaya. Namun, ada beberapa orang yang memiliki dorongan kuat untuk menyalakan api kemudian puas setelah api mulai membakar. Inilah yang disebut piromania. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu piromania?

Piromania adalah gangguan kontrol impuls, yaitu kesulitan mengendalikan dorongan dari dalam diri untuk menyalakan api meskipun sudah tahu bahwa tindakan tersebut berbahaya. Dorongan untuk menyalakan api membuat mereka cemas, tegang, atau malah bergairah. Setelah menyalakan api, mereka akan merasa puas.

Kenapa ada orang yang suka main api?

Penyebab piromania hingga ini belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah penelitian menyimpulkan kemungkinan besar piromania disebabkan oleh dua faktor yaitu, dari sisi psikologis orang dengan kondisi ini dan lingkungannya. Berikut penjelasannya:

Faktor psikologis

Seorang yang mengidap piromania biasanya memiliki sikap senang menyendiri. Kemudian, suka mencari sensasi dan ingin mendapat perhatian lebih. Dengan aksi pembakaran, mereka bisa melihat bagaimana reaksi dari orang-orang sekitar. Mereka juga tidak peduli terhadap keselamatan dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya kebakaran. Selain itu, adanya niat balas dendam atau bentuk pemberontakan juga termasuk ke dalam penyebab piromania.

Faktor lingkungan

Tumbuh dengan orang tua yang melakukan kekerasan, dapat membuat seseorang menjadi tertekan. Begitu pula dengan kurangnya pengawasan orangtua terhadap lingkungan yang rentan penggunaan minuman keras, obat-obatan, dan pernah menjadi korban kekerasan juga bisa dijadikan pemicu terjadinya piromania.

Mengenal gejala-gejalanya

Bagi orang dengan gangguan piromania, gejala awal yang muncul memang terlihat sepele. Namun, bila tidak segera ditangani akan sengat membahayakan. Berikut rangkaian gejalanya.

  • Sering main api dengan sengaja, lebih dari satu kali
  • Menjadi sangat tegang atau sangat bersemangat sebelum menyalakan api
  • Tertarik oleh api dan benda atau situasi yang berhubungan dengan api
  • Merasa senang atau lega saat membakar atau menyaksikan kebakaran
  • Tidak peduli dengan hilangnya harta benda, luka-luka, atau bahkan kematian akibat kebakaran

Bagaimana piromania didiagnosis?

Untuk mengetahuinya, penyedia layanan kesehatan atau terapis akan menanyakan tentang gejala, riwayat medis, dan lingkungan keluarga serta penggunaan obat-obatan yang Anda pakai. Begitu pula dengan penggunaan alkohol dan narkoba (jika Anda seorang pemakai).

Bagaimana dengan pengobatannya?

Piromania bukan sekadar main api biasa. Karena itu, gangguan ini perlu disembuhkan karena merupakan tindakan kriminal yang dapat mencelakakan orang lain dan menyebabkan kerusakan.

Kondisi ini dapat ditangani dengan bantuan psikolog dalam terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy. Terapi ini membantu Anda mengubah pandangan terhadap diri sendiri, dunia, dan masa depan. Selain itu, membantu dalam pengambilan tindakan dan risiko dari tindakan tersebut.

Biasanya penderita akan direkomendasi untuk memahami munculnya rasa ketegangan, mencari tahu apa yang menyebabkan dorongan main api, memahami akibatnya, dan menemukan cara baru untuk melepaskan perasaan yang terkait dengan api.

Kemudian, penderita juga bisa mengikuti konseling keluarga sehingga penderita mendapat dukungan untuk lebih memahami kelainan ini dan belajar bagaimana menjaga lingkungan rumah yang aman.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pyromania, a Psychosis of Puberty. http://bjp.rcpsych.org/content/186/6/543.2. Diakses pada 21 November 2017.

Pyromania. https://www.summitmedicalgroup.com/library/adult_health/bha_pyromania/. Diakses pada 20 November 2017.

Pyromania. https://www.psychologytoday.com/conditions/pyromania. Diakses pada 20 November 2017.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 24/11/2017
x