Suka Mainan Api? Awas, Bisa Jadi Ini Gejala Piromania

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 November 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Semua orang tahu bahwa main api itu berbahaya. Namun, ada beberapa orang yang memiliki dorongan kuat untuk menyalakan api kemudian puas setelah api mulai membakar. Inilah yang disebut piromania. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu piromania?

Piromania adalah gangguan kontrol impuls, yaitu kesulitan mengendalikan dorongan dari dalam diri untuk menyalakan api meskipun sudah tahu bahwa tindakan tersebut berbahaya. Dorongan untuk menyalakan api membuat mereka cemas, tegang, atau malah bergairah. Setelah menyalakan api, mereka akan merasa puas.

Kenapa ada orang yang suka main api?

Penyebab piromania hingga ini belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah penelitian menyimpulkan kemungkinan besar piromania disebabkan oleh dua faktor yaitu, dari sisi psikologis orang dengan kondisi ini dan lingkungannya. Berikut penjelasannya:

Faktor psikologis

Seorang yang mengidap piromania biasanya memiliki sikap senang menyendiri. Kemudian, suka mencari sensasi dan ingin mendapat perhatian lebih. Dengan aksi pembakaran, mereka bisa melihat bagaimana reaksi dari orang-orang sekitar. Mereka juga tidak peduli terhadap keselamatan dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya kebakaran. Selain itu, adanya niat balas dendam atau bentuk pemberontakan juga termasuk ke dalam penyebab piromania.

Faktor lingkungan

Tumbuh dengan orang tua yang melakukan kekerasan, dapat membuat seseorang menjadi tertekan. Begitu pula dengan kurangnya pengawasan orangtua terhadap lingkungan yang rentan penggunaan minuman keras, obat-obatan, dan pernah menjadi korban kekerasan juga bisa dijadikan pemicu terjadinya piromania.

Mengenal gejala-gejalanya

Bagi orang dengan gangguan piromania, gejala awal yang muncul memang terlihat sepele. Namun, bila tidak segera ditangani akan sengat membahayakan. Berikut rangkaian gejalanya.

  • Sering main api dengan sengaja, lebih dari satu kali
  • Menjadi sangat tegang atau sangat bersemangat sebelum menyalakan api
  • Tertarik oleh api dan benda atau situasi yang berhubungan dengan api
  • Merasa senang atau lega saat membakar atau menyaksikan kebakaran
  • Tidak peduli dengan hilangnya harta benda, luka-luka, atau bahkan kematian akibat kebakaran

Bagaimana piromania didiagnosis?

Untuk mengetahuinya, penyedia layanan kesehatan atau terapis akan menanyakan tentang gejala, riwayat medis, dan lingkungan keluarga serta penggunaan obat-obatan yang Anda pakai. Begitu pula dengan penggunaan alkohol dan narkoba (jika Anda seorang pemakai).

Bagaimana dengan pengobatannya?

Piromania bukan sekadar main api biasa. Karena itu, gangguan ini perlu disembuhkan karena merupakan tindakan kriminal yang dapat mencelakakan orang lain dan menyebabkan kerusakan.

Kondisi ini dapat ditangani dengan bantuan psikolog dalam terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy. Terapi ini membantu Anda mengubah pandangan terhadap diri sendiri, dunia, dan masa depan. Selain itu, membantu dalam pengambilan tindakan dan risiko dari tindakan tersebut.

Biasanya penderita akan direkomendasi untuk memahami munculnya rasa ketegangan, mencari tahu apa yang menyebabkan dorongan main api, memahami akibatnya, dan menemukan cara baru untuk melepaskan perasaan yang terkait dengan api.

Kemudian, penderita juga bisa mengikuti konseling keluarga sehingga penderita mendapat dukungan untuk lebih memahami kelainan ini dan belajar bagaimana menjaga lingkungan rumah yang aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit