backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

13 Cara Menjadi Orang yang Dewasa dan Bertanggung Jawab

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 20/10/2023

13 Cara Menjadi Orang yang Dewasa dan Bertanggung Jawab

Cara menjadi dewasa adalah perjalanan yang memerlukan pemahaman dan kesadaran penuh. Dewasa bukan sekadar usia, melainkan bagaimana Anda bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Lantas, bagaimana cara mengubah sifat menjadi dewasa? Simak di sini!

Cara menjadi dewasa dalam kehidupan sehari-hari

Bersikap dewasa penting karena itu membantu Anda menghadapi kehidupan dengan lebih baik.

Saat bersikap dewasa, Anda bisa mengendalikan emosi dan mengambil tanggung jawab atas tindakan. Inilah beberapa caranya.

1. Menjaga komitmen

kecerdasan emosional di tempat kerja

Salah satu cara untuk mengubah sifat menjadi dewasa adalah dengan menjaga komitmen.

Ini berarti Anda harus selalu memenuhi janji dan komitmen yang telah kita buat kepada diri sendiri dan orang lain. Jika tidak yakin bisa memenuhi janji tersebut, sebaiknya Anda tidak membuatnya.

2. Mengembangkan pengendalian diri

Anda juga bisa bersikap dewasa dengan mulai belajar mengendalikan diri. Artinya, Anda harus belajar mengontrol kata-kata dan tindakan dibandingkan emosi yang menguasai. 

Sebagai contoh, jika sedang marah, Anda bisa merenung sejenak sebelum berbicara atau bertindak. Pikirkan apakah tindakan yang Anda sudah sesuai dengan prinsip yang Anda pegang.

Cara ini membantu Anda menghindari tindakan impulsif yang tentu bisa membuat Anda menyesal nantinya.

3. Membuat keputusan dengan bijaksana

Cobalah untuk mulai membuat keputusan dengan bijaksana untuk menjadi dewasa. Jadi, Anda harus bisa mempertimbangkan pilihan secara cermat sebelum mengambil langkah. 

Terkadang, sangat berguna untuk menerima saran dari orang lain yang memiliki pengalaman atau pengetahuan yang relevan.

Sebagai contoh, ketika Anda menghadapi berbagai pilihan karier, usahakan untuk berkonsultasi dengan seseorang yang sudah mahir dalam bidang tersebut. 

Hal tersebut membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan Anda sebagai individu yang bijaksana. 

4. Bersikap rendah hati

Bersikap rendah hati penting dalam proses menjadi dewasa karena itu akan membantu Anda terus berkembang dan meningkatkan diri.

Dengan berani mengakui bahwa Anda tidak tahu segalanya, Anda menjadi lebih terbuka untuk belajar dari orang lain dan pengalaman baru.

Contohnya, ketika Anda menerima kritik, bersikap rendah hati memungkinkan Anda untuk mempertimbangkan masukan tersebut dan melakukan perbaikan.

5. Belajar untuk lebih mandiri

Cara menjadi dewasa juga bisa dilakukan dengan belajar lebih mandiri. Hal ini mencakup banyak hal, mulai dari mengurus diri sehari-hari, mengejar karier, hingga mengelola keuangan dengan bijak. 

Sebagai contoh, Anda bisa mengatur tugas rumah tangga, seperti memasak dan membersihkan rumah, dengan efisien. Sementara dalam hal karier, Anda bisa mengikuti impian dan bakat pribadi. 

6. Tetap fokus kepada tujuan

Menjadi dewasa melibatkan kemampuan untuk menunda kepuasan dan fokus pada tujuan jangka panjang daripada dorongan jangka pendek.

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Law and Human Behavior pun menekankan bahwa ada beberapa tanda kedewasaan sejati.

Sebagai orang dewasa, Anda harus dapat mengendalikan diri saat menghadapi situasi yang menggoda, emosional, atau berisiko. 

Contoh sederhananya adalah ketika Anda menunda rencana untuk bersenang-senang demi menyelesaikan tugas penting. 

7. Menemukan keseimbangan

istirahat cukup setelah bekerja

Menjadi dewasa melibatkan kemampuan untuk menemukan keseimbangan dalam hidup.

Ini berarti Anda tidak hanya fokus pada kebutuhan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan kebutuhan orang-orang di sekitar. 

Ketika menemukan keseimbangan ini, Anda bisa merawat diri sendiri tanpa mengabaikan orang lain atau sebaliknya. 

8. Menghormati orang lain

Untuk bersikap dewasa dalam kehidupan sehari-hari, Anda juga harus bisa menghormati orang lain. Ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti: 

  • mendengarkan dengan penuh perhatian, 
  • menghargai pendapat orang lain, dan 
  • tidak merendahkan atau mengkritik secara kasar.

Dengan berperilaku hormat terhadap orang lain, Anda menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis. Hal ini juga menunjukkan kedewasaan dalam interaksi sehari-hari.

9. Membangun rutinitas yang sehat

Pola hidup sehat merupakan bagian penting dari bersikap dewasa karena itu mencerminkan tanggung jawab terhadap diri sendiri. 

Sebgai contoh, menjaga pola makan yang baik dan rutin berolaharga menunjukkan kesadaran akan kesehatan diri sendiri.

Ini juga memungkinkan Anda untuk tetap produktif di pekerjaan atau sekolah, yang menjadi tanda kedewasaan.

10. Mengakui kesalahan

Belajar mengakui kesalahan adalah salah satu elemen kunci dalam cara menjadi dewasa.

Hal ini karena kemampuan untuk mengakui kesalahan diri sendiri dan mengambil tanggung jawab atasnya adalah tanda kedewasaan yang sejati. 

Dengan tidak menyalahkan orang lain, Anda belajar untuk merenung tentang tindakan dan mengenali bagian-bagian dari diri Anda yang perlu diperbaiki.

Selain itu, Anda juga bisa tumbuh sebagai individu yang bertanggung jawab.

11. Mengungkapkan rasa syukur

Ungkapan rasa terima kasih memungkinkan Anda untuk menghargai hal-hal baik dalam kehidupan, baik besar maupun kecil.

Mengungkapkan rasa syukur juga membantu menghargai apa yang telah Anda capai dan apa yang sudah diberikan kepada Anda. 

Ini bisa membantu Anda menjalani kehidupan dengan lebih positif dan penuh rasa syukur. Anda juga bisa berkembang sebagai individu yang dewasa yang lebih matang. 

Itu tadi beragam cara menjadi dewasa yang tentu saja tidak berdasarkan usia. Dengan menerapkan beberapa hal di atas, Anda bisa bersifat lebih matang dan menjalani kehidupan dengan pemikiran yang lebih bijaksana. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 20/10/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan