home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Tentang Pedofilia

5 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Tentang Pedofilia

Pedofil adalah seseorang yang memiliki ketertarikan orientasi seksual kepada anak-anak, umumnya pada anak-anak berusia 13 tahun atau lebih muda, seperti dijelaskan seksolog dan profesor psikiatri di University of Toronto, Ray Blanchard, PhD, kepada WebMD.

Menurutnya, tidak semua pedofil adalah penganiaya anak-anak (atau kebalikannya, tidak semua penganiaya anak adalah pedofil). Penganiaya anak didefinisikan oleh aksi mereka, sedangkan pedofil didefinisikan oleh hasrat mereka.

“Beberapa pedofil bisa menahan diri dari pendekatan secara seksual pada anak sepanjang hidup mereka. Tapi tidak ada data mengenai seberapa umum ini terjadi,” tutur Blanchard.

Siapa yang bisa dikategorikan sebagai pedofil?

Pedofilia sendiri merupakan gangguan mental. American Psychiatric Association (APA) telah memasukkan pedofilia ke dalam daftar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder sejak 1968. Blanchard menjelaskan bahwa orang-orang yang dianggap mengidap kelainan pedofilia adalah orang-orang yang merasa tertarik secara seksual kepada anak-anak, dan membuat mereka merasa bersalah, cemas, terasing, atau kesulitan mencapai hal-hal lain dalam hidup, atau jika hasrat ini membuat mereka mendekati anak-anak di kehidupan nyata dengan tujuan memuaskan nafsu seks.

Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh pakar psikologi dan psikoterapi asal Jerman, Jorge Ponseti dan timnya yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Biology Letters, ada beberapa perbedaan yang terlihat jelas dalam seorang pedofil dan pria sehat.

Ponseti mengatakan bahwa otak manusia memiliki mekanisme yang bisa membedakan usia seseorang berdasarkan wajahnya. Di Pusat Neurologi Universitas Kiel, mereka mempelajari gambar wajah yang terangsang secara seksual. Data yang dikumpulkan juga memuat gambaran wilayah otak yang aktif ketika orang tersebut merasakan rangsangan seksual.

“Di wilayah korteks otak besar, terjadi aktivitas visual jika seorang pria hetero melihat perempuan yang berusia sama. Namun, area yang sama juga akan aktif pada pelaku pedofilia saat mereka melihat gambar anak-anak yang sedang telanjang,” tutur Ponseti.

Bisakah pedofilia disembuhkan?

Banyak ahli sependapat bahwa pedofil bisa ditangani melalui terapi, namun terapi ini hanya bertujuan untuk menurunkan hasrat seksual dan mencegah mereka melakukan tindakan untuk memenuhi nafsu pedofilia. Perasaan dan kesukaan mereka akan anak-anak tetap tidak bisa dihilangkan, sehingga terapi hanya bersifat pencegahan aksi saja.

Namun, menurut Blanchard, beberapa orang yang memiliki risiko tinggi untuk melakukan serangan seksual mungkin akan memerlukan obat untuk mengurangi dorongan seksual mereka.

Beberapa pedofil menerima dan mencoba untuk membenarkan orientasi seksual mereka. Lainnya menyadari bahwa mendekati anak-anak dalam kehidupan nyata adalah salah secara moral, dan mereka bisa frustrasi, merasa terisolasi, merasa sendiri, depresi, dan bingung.

“Bisa dibayangkan bahwa stres yang dirasakan pengidap gangguan pedofilia dapat menyebabkan berbagai masalah psikologis sekunder. Namun, ada beberapa individu tangguh yang berhasil menjalani kehidupan yang produktif dan sukses, meskipun seksualitas mereka tetap menjadi sumber frustrasi,” jelas Blanchard.

Apakah pedofil bisa tertarik pada orang dewasa?

Beberapa pedofil bisa saja memiliki ketertarikan seksual pada orang dewasa juga, meskipun hasrat utama mereka adalah pada anak-anak. Namun yang lebih sering terjadi adalah, seseorang yang memiliki pasangan yang seumurnya atau bahkan sudah menikah, terlambat menyadari bahwa sebenarnya hasrat seksual mereka lebih besar pada anak-anak, dan bukan pada pasangan mereka sendiri.

Namun, Blanchard mengatakan, sulit mengetahui dengan pasti tentang hal ini karena kebanyakan studi pedofilia dilakukan hanya pada pedofil yang sudah ditangkap dan dipenjara karena melakukan pelecehan seksual pada anak-anak. Tidak ada data mengenai populasi pedofilia sesungguhnya, karena sebagian besar pedofil yang tidak melakukan tindak kriminal biasanya tidak akan mengidentifikasi dan mengakui secara publik bahwa mereka memiliki kelainan ini.

Bisakah wanita jadi pedofil?

Dari apa yang sudah diamati dan diteliti Blanchard, orang yang pedofil kebanyakan adalah pria. Wanita jarang sekali menjadi pedofil. Selain itu, kebanyakan pedofil memiliki ketertarikan pada satu jenis kelamin saja atau lainnya.

Namun sangat sulit untuk menghitung berapa persentase atau jumlah pedofil yang heteroseksual, biseksual, dan homoseksual dalam pendekatan mereka terhadap anak-anak.

Apa yang harus saya lakukan jika saya tertarik secara seksual pada anak-anak?

“Orang-orang yang merasa memiliki masalah dengan ketertarikan seksual pada anak-anak harus segera mencari bantuan dari tenaga profesional. Jangan berusaha menghadapi masalah ini sendirian,” kata Blanchard. Berbicara dan meminta bantuan kepada ahli bisa membantu Anda mengontrol dorongan seks dan mencegah Anda melakukan tindakan kriminal yang akan Anda sesali nantinya. Carilah psikolog atau terapis seks di kota Anda, dan jangan takut. Mereka terikat secara sumpah untuk menjaga konsultasi Anda sebagai rahasia antara Anda berdua saja.

Yang harus diingat, jangan menyalahkan diri sendiri. Tidak ada orang yang memilih untuk jadi seorang pedofil. Jika bisa memilih, tentu saja semua pedofil akan memilih menyukai orang dewasa dan bukan anak-anak.

“Yang bisa Anda Anda kontrol adalah bagaimana Anda menjalani hidup Anda setelah menyadari kecenderungan pedofilia,” pungkas Blanchard. Ini termasuk keputusan untuk mencari bantuan dan mengontrol nafsu Anda agar tak termanifestasi menjadi tindakan.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Pedophilia? http://www.webmd.com/mental-health/features/explaining-pedophilia

Darimana Hasrat Seksual Pedofil Berasal? http://www.dw.com/id/darimana-hasrat-seksual-pedofil-berasal/a-17651137

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Satria Perdana
Tanggal diperbarui 01/06/2016
x