Apakah Obat untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Bikin Ketergantungan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya, obat-obatan digunakan untuk mengobati penyakit atau mengurangi gejala dari penyakit yang muncul. Namun, setiap obat punya efek samping yang berbeda-beda pada tubuh. Jika tidak digunakan sesuai aturan, efek samping yang ditimbulkan bisa berbahaya. Salah satu efek samping yang bisa muncul adalah ketergantungan obat.

Ketergantungan obat atau biasa dalam bahasa Inggris disebut dengan drug addiction adalah suatu gejala yang ditimbulkan karena penggunaan jangka panjang suatu obat. Disebut ketagihan atau ketergantungan karena bagi Anda yang sudah terkena, akan susah untuk menghentikan penggunaan obat tersebut. Penghentian obat secara langsung bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti mual dan pusing.

Nah, banyak orang menyuarakan kekhawatiran soal obat untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Banyak yang percaya bahwa obat yang diresepkan untuk gangguan kejiwaan bikin ketergantungan. Benar atau tidak, ya? Obat seperti apa yang bisa bikin ketergantungan? Simak informasi lengkapnya di sini.

Apakah semua obat untuk gangguan jiwa pasti bikin ketergantungan?

Ada beberapa jenis obat yang digunakan pada pasien gangguan jiwa. Misalnya antidepresan untuk mengobati depresi, antianxiety untuk gangguan cemasmood stabilizing, dan antipsikotik untuk pengobatan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia dan gangguan bipolar.

Namun, jarang sekali ada obat yang mengakibatkan ketergantungan. Memang, obat untuk gangguan jiwa perlu digunakan dalam jangka panjang dan ketika penggunaan dihentikan, kondisi gangguan jiwa (seperti halusinasi pada pasien skizofrenia) dapat kembali. Akan tetapi, obat-obat ini tidak menimbulkan efek sakaw seperti halnya pada orang dengan ketergantungan.

Perlu dicatat, ada satu jenis obat gangguan jiwa yang perlu diperhatikan penggunaannya karena dapat membuat efek ketergantungan. Obat yang dimaksud adalah obat dari golongan Benzodiazepine.

Hati-hati saat menggunakan benzodiazepine

Benzodiazepine adalah salah satu tipe obat penenang atau dalam bahasa Inggris disebut dengan tranquilizers. Beberapa nama yang sering beredar misalnya Valium dan Xanax.

Benzodiazepine bekerja di saraf pusat, memberikan efek ketenangan dan membuat otot-otot lebih lemas dan santai. Obat ini juga akan meredakan kecemasan. Ketika Anda minum obat ini, kadar hormon dopamin akan meningkat secara drastis dan akan membanjiri otak dengan neurotransmitter. Ini akan memunculkan perasaan positif dan nyaman.

Overdosis dan withdrawal syndrome atau sakaw

Ketergantungan jarang terjadi pada pasien yang minum obat ini dengan dosis tepat dan aturan yang tepat. Namun, karena efek menenangkan dari obat ini, tidak jarang obat ini sering disalahgunakan. Apalagi bila diminum dengan alkohol, obat ini dapat menimbulkan efek mematikan.

Bila Anda sudah mengalami ketergantungan dengan obat ini, Anda akan mengalami apa yang sering disebut orang awam sebagai sakaw. Ini terjadi ketika Anda berhenti minum obat, namun Anda merasakan gejala-gejala yang membuat Anda tidak nyaman dan yang dapat menghilangkan gejala ini hanyalah dengan minum obat tersebut. Kondisi ini disebut juga sebagai withdrawal syndrome.

Berikut ini adalah gejala-gejalanya.

  • Iritabilitas atau kehilangan sensitivitas rangsangan
  • Insomnia
  • Berkeringat terus menerus
  • Sakit kepala
  • Sakit dan kaku pada otot
  • Mual
  • Jantung berdebar-debar
  • Tremor

Selanjutnya, ketika Anda terus-menerus minum obat golongan ini agar tidak mengalami sakaw, besar kemungkinan Anda harus meningkatkan dosis untuk mendapatkan efek yang sama. Dalam jangka panjang, ini dapat membuat Anda mengonsumsi obat dalam dosis yang tinggi melebihi dosis aman. Ketika ini terjadi, Anda dapat mengalami overdosis dalam waktu singkat. Ini adalah kondisi yang berbahaya karena dapat membuat Anda kesulitan bernapas, koma, hingga kematian.

Bagaimana agar tidak kecanduan?

Hal pertama yang perlu Anda ingat adalah jangan pernah membeli obat ini tanpa resep dokter. Memang, obat ini adalah obat yang diatur peredarannya secara ketat agar tidak bisa sembarangan dibeli sehingga harus menggunakan resep dari dokter. Namun, tangan-tangan nakal bisa saja membawa obat ini ke tangan Anda. Jika ini sampai terjadi, hindari konsumsi obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bila memang dokter Anda meresepkan obat ini pada Anda, sampaikan ke dokter bila Anda khawatir akan ketagihan. Sebenarnya, tanpa perlu ada permintaan khusus dari Anda pun, dokter pasti sudah mempertimbangkan baik-baik mengenai pemberian dosis obat ini dan mengatur strategi agar Anda tidak ketagihan.

Dalam golongan benzodiazepine pun ada obat yang memiliki risiko ketergantungan yang lebih rendah dibanding yang lainnya. Jadi sebenarnya efek ketagihan ini belum tentu akan Anda alami ketika mengonsumsi obat dengan risiko ketergantungan yang rendah.

Selain itu, jangan pernah menghentikan penggunaan obat ini secara mendadak tanpa seizin dokter. Menghentikan penggunaan obat golongan benzodiazepine secara mendadak justru meningkatkan risiko terjadinya efek sakaw. Untuk itu, penting agar penghentian pemakaian dilakukan secara bertahap. Tidak kalah penting, jangan menambah dosis obat tanpa sepengetahuan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Putus cinta bukanlah kalimat yang mudah diterima begitu saja. Cari tahu kenapa cinta Anda atau pasangan bisa hilang dan memudar meski sudah berjalan lama.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit