home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Cara Menghadapi Pacar yang Childish Alias Kekanak-kanakan

4 Cara Menghadapi Pacar yang Childish Alias Kekanak-kanakan

Apakah pasangan Anda saat ini memiliki sifat kekanak-kanakan? Bisa jadi hal ini cukup menguras energi. Jika dibiarkan terlalu lama, Anda pasti akan sampai di titik lelah dan jenuh. Pasalnya, pacar childish atau kekanakan cenderung egois dan sulit diajak bekerja sama dalam hubungan.

Cara menghadapai pacar childish

Biasanya, seseorang yang childish cenderung tidak stabil secara emosi, mudah marah atau cemberut hanya karena keinginannya tidak dituruti. Selain itu, orang yang childish juga cenderung menyalahkan orang lain saat dihadapkan pada masalah. Padahal seharusnya, masalah yang datang dihadapi dan dicari jalan keluarnya. Untuk menghadapi pacar childish, coba lakukan cara-cara berikut ini:

1. Beri tahu pasangan

membantu pasangan depresi

Terkadang banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki sifat yang jauh dari kata dewasa. Oleh karena itu, tugas pertama Anda adalah memberi tahu pasangan mengenai sikap kekanakannya. Jangan takut pasangan tersinggung, justru sebagai pacar Anda harus berani untuk mengoreksi kesalahannya.

Cari waktu yang tepat untuk mengobrol. Kemudian, utarakan semua keluhan Anda padanya. Berikan contoh-contoh sikap kekanakan yang selama ini dilakukannya. Hal ini dilakukan agar pasangan dapat dengan mudah mengenali dan menganalisa sikapnya sendiri.

Kemudian, beri tahu pasangan mengenai sikap dan pemikirannya selama ini yang menurut Anda menghambat hubungan akibat ketidakdewasaannya. Ingat, di sini Anda hanya mengeluarkan unek-unek, bukan memojokkan atau menyalahkannya. Untuk itu, pilihlah kata-kata yang sopan dan enak didengar.

2. Jangan mengubah secara paksa

bertengkar dengan pasangan

Ketika sikap dan pemikiran pasangan cenderung kekanak-kanakan di usia dewasa pasti Anda sangat ingin ia berubah. Namun ingat, jangan sampai Anda justru memaksanya untuk berubah. Perubahan sikapnya memang tujuan Anda tetapi biarkan itu datang dari kesadarannya sendiri, bukan hasil paksaan.

Perubahan yang datang karena dipaksa biasanya tidak akan bertahan lama. Oleh sebab itu, yang perlu Anda lakukan adalah bantu menyadarkannya dengan memberi tahunya. Selanjutnya, instrospeksi diri Anda sendiri apakah selama ini perlakuan Anda padanya yang justru membuat ia terus bersikap kekanakan. Coba cari tahu kira-kira perlakuan seperti apa yang tepat agar pasangan tak lagi bersikap childish.

3. Beri dia waktu

meninggalkan pasangan

Mengubah sikap dan pemikiran yang selama ini melekat padanya sangat tidak mudah. Oleh karena itu, Anda wajib memberikan pasangan waktu untuk ia memikirkan hingga mengubah dirinya sendiri. Jangan sampai, Anda memburu-burunya hanya karena tak mau menunggu lama untuk sebuah perubahan baik yang Anda harapkan.

Anda juga perlu sabar saat pasangan sesekali masih egois atau menyisakan sikap kekanakannya. Tidak ada sesuatu yang instan. Pasangan juga butuh waktu untuk membentuk dirinya ke arah yang lebih baik. Tugas Anda adalah terus mendukungnya.

4. Berpikir dengan realistis

berbohong pada pasangan

Jika setelah diberi tahu pasangan tak juga sadar dan terus mempertahankan sikap kekanakannya tersebut cobalah untuk berpikir realistis. Jika pacar Anda tak terpikir untuk mengubah dirinya menjadi lebih dewasa demi kebaikan hubungan, sebaiknya pikir-pikir kembali untuk mempertahankannya.

Coba renungkan, hal apa yang membuat Anda bertahan padanya selama ini. Kemudian coba pertimbangkan plus minusnya jika Anda mempertahankan atau memilih untuk putus. Hal yang perlu Anda pahami yaitu hubungan hanya akan berjalan dengan baik saat ada kerja sama.

Pasangan yang serius tentu akan mengusahakan yang terbaik untuk hubungannya, termasuk mengubah sikapnya. Jika yang terjadi sebaliknya, jangan terus bersembunyi di balik kata cinta karena hubungan tak melulu soal rasa melainkan juga kerja sama.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can You Spot 10 Signs of a Childish Adult?

https://www.psychologytoday.com/us/blog/resolution-not-conflict/201603/can-you-spot-10-signs-childish-adult accessed on February 6th 2019

Is Your Husband a “Man-Child?”

https://www.verywellmind.com/is-your-husband-a-man-child-2302510 accessed on February 6th 2019

5 Signs You Might Really Be Dating a Man-Child

https://www.psychologytoday.com/us/blog/having-sex-wanting-intimacy/201510/5-signs-you-might-really-be-dating-man-child accessed on February 6th 2019

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 08/02/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x