home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Meski Menyakitkan, Ini 4 Cara yang Tegas Meminta Putus dari Pacar

Meski Menyakitkan, Ini 4 Cara yang Tegas Meminta Putus dari Pacar

Seperti novel, hubungan percintaan tidak selalu akan berakhir dengan bahagia. Selalu ada kemungkinan berakhir dengan sad ending. Hubungan yang kandas ini biasanya terjadi ketika hati sudah tidak lagi seirama. Sekali pun dipaksakan, Anda dan pasangan tentu tidak akan merasa bahagia, sehingga perpisahan adalah solusinya. Jika Anda berada pada situasi ini, bagaimana caranya meminta putus pada pasangan? Yuk, simak cara dewasa meminta putus dengan pacar berikut ini.

Cara dewasa meminta putus dengan pacar

Berakhirnya suatu hubungan, pasti meninggalkan luka mendalam. Namun, memaksakan hubungan yang tidak lagi sehat juga akan menyakiti perasaan Anda dan pasangan. Jika Anda memantapkan diri untuk putus dengan pacar, maka lakukan dengan cara yang dewasa. Setidaknya akan meringankan perasaan pasangan dan melegakan perasaan Anda sendiri.

Meminta putus dengan pacar tidak semudah membalikan telapak tangan. Anda perlu mempertimbangkan bagaimana perasaannya. Anda bisa mengikuti beberapa cara dewasa ini saat meminta putus.

1. Katakan sebenarnya secara baik-baik

komunikasi dengan pasangan komunikasi dalam hubungan

Kunci untuk menjalani hubungan supaya bertahan lama adalah komunikasi. Begitu pun ketika Anda menginginkan perpisahan, komunikasi tentu dibutuhkan. Tujuannya, untuk menjelaskan pada pasangan alasan mengapa Anda memilih untuk putus.

Dilansir dari Time, Rachel Sussman, seorang psikoterapis dari New York sekaligus penulis The Breakup Bible memberikan pendapatnya mengenai hal ini. “Banyak orang yang merasa stres dan tertekan setelah putus cinta karena mereka tidak menyelesaikan hubungan dengan benar dan menjelaskan masalah yang terjadi”, jelas Sussman.

Namun, memberikan alasan Anda juga tidak perlu mengeluarkan semua keluhan yang dipendam. Cukup memberikan satu alasan yang bisa diterima pasangan sehingga tidak memancing percakapan yang menyakitkan. Penting juga dalam memilih kata-kata untuk mengungkapkan perasaan Anda. Alih-alih menumpahkan kekesalan yang terkesan menyalahkan pasangan, lebih baik gunakan, “ini menggangguku” atau “ini benar-benar sulit bagiku”.

2. Temui langsung, jangan lewat pesan atau telepon

cara kompromi dengan pasangan

Menyatakan keinginan untuk putus, pasti membutuhkan keberanian. Jangan sampai Anda meminta putus dengan pacar melalui pesan singkat atau lewat telepon. Tindakan ini menandakan Anda tidak menghargai perasaan pasangan dan menyepelekan hubungan tersebut. Lalu, harus bagaimana?

Jika Anda memang “orang yang dewasa” , maka hadapi dan temui pasangan untuk mengutarakan keinginan tersebut. Kecuali, jika Anda menjalani hubungan jarak jauh dan tidak memungkinkan situasinya jika harus bertemu langsung.

3. Akhiri hubungan sampai tuntas

Setiap orang yang ingin putus, pasti memikirkan keputusan ini berulang kali. Jika Anda memang mantap untuk mengakhiri hubungan, maka siapkan hati Anda untuk membicarakannya dengan pasangan. Jangan sampai, Anda sudah menautkan hati pada yang lain, sebelum mengakhiri hubungan. Ini akan menyakiti hati pasangan Anda dan bukan hal yang pantas dilakukan.

“Jika ingin memulai hubungan dengan yang lain, maka selesaikan dulu hubungan yang sekarang sedang Anda jalani”, ujar Guy Winch, seorang psikolog dan penulis buku berjudul How to Fix a Broken Heart.

4. Dengarkan jawabannya dan beri ia kebebasan bagaimana menghadapinya

tidak dicintai

Saat membicarakan keinginan untuk berpisah, Anda harus menghargai bagaimana sikap pasangan. Jika responsnya berupa penolakan, biarkan pasangan memutuskan kapan harus membicarakan hal ini di lain waktu. Mungkin ia butuh waktu untuk menenangkan diri dan memikirkan hal ini untuk kebaikan dirinya sendiri.

Jangan pula memaksa pasangan untuk tetap terus keep in touch dengan Anda setelah putus. Butuh waktu untuk memperbaiki hati yang sakit. Oleh karena itu, biarkan pasangan Anda memilih waktu yang tepat untuk membangun hubungan pertemanan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

4 Ways to Break Up with Someone Compassionately. https://www.psychologytoday.com/us/blog/i-hear-you/201805/fourteen-ways-break-better.  Accessed on January 29th, 2019.

 Fourteen Ways to Break Up Better. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-attraction-doctor/201509/4-ways-break-someone-compassionately. Accessed on January 29th, 2019.

This Is the Best Way to Break Up With Someone, According to Experts. http://time.com/5406794/how-to-break-up-with-someone/. Accessed on January 29th, 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 17/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x