backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

5 Ciri-Ciri Istri Tidak Bahagia dalam Rumah Tangga

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

5 Ciri-Ciri Istri Tidak Bahagia dalam Rumah Tangga

Selain karena faktor ekonomi, salah satu kesalahan dalam pernikahan yang dapat menyebabkan perceraian adalah tidak bahagianya istri di rumah. Lantas, seperti apa ciri-ciri istri yang tidak bahagia dalam rumah tangga?

Yuk, cari tahu tanda-tandanya di sini supaya Anda dapat menjaga kelanggengan pernikahan.

Ciri-ciri istri tidak bahagia dalam rumah tangga

Untuk memiliki rumah tangga yang langgeng, tentu ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Sebagai suami, misalnya, Anda dapat membahagiakan istri dan anak di rumah. 

Sayangnya, tidak semua suami dapat mengemban tugas tersebut dengan baik. Akibatnya, berbagai masalah rumah tangga, pertikaian, dan bahkan perceraian bisa terjadi.

Agar dampak buruk tersebut bisa terhindarkan, para suami perlu tahu seperti apa ciri-ciri istri yang tidak bahagia dalam rumah tangga. Berikut tanda-tanda yang biasanya terlihat.

1. Gampang marah

pasangan marah

Dalam berumah tangga, istri yang marah pada suaminya adalah hal yang lumrah terjadi. Istri bisa saja marah karena suaminya lupa mengerjakan tugas harian atau tidak mengembalikan perkakas yang sudah digunakan ke tempat semula.

Namun, lain cerita bila istri Anda mudah marah karena perkara sepele, seakan apa pun yang Anda lakukan terlihat salah di matanya.

Ini pertanda ada suatu hal yang mengganggunya. Bisa jadi, pada saat itu istri Anda tidak sedang bahagia. 

2. Suka mengkritik

Ketidakpuasan dalam berumah tangga yang dirasakan seorang istri dapat membuatnya stres dan frustrasi setelah menikah.

Anda mungkin mendapati ciri istri yang tidak bahagia dalam pernikahan ini lewat sikapnya yang suka mengkritik. 

Kritik yang terus-menerus dilontarkan seorang istri sering kali merupakan mekanisme pertahanan dirinya terhadap suatu ketidakpuasan. 

3. Melakukan silent treatment

Silent treatment atau perilaku mendiamkan ternyata menjadi cara seseorang dalam mengatasi kemarahan atau ketidakbahagiaan. 

Saat berpacaran, perilaku silent treatment sering kali ditunjukkan dengan tidak menjawab panggilan, tidak membalas pesan, atau enggan diajak bertemu, Nah, bagaimana ketika sudah berumah tangga?

Ciri-ciri istri yang tidak bahagia dalam rumah tangga ini biasanya ditunjukkan dengan perilaku tidak responsif ketika ditanya, sebisa mungkin meminimalkan interaksi dengan Anda, dan terkesan tidak peduli. 

Hal ini bisa jadi dilakukan oleh istri Anda karena dirinya kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya secara verbal sehingga terpaksa menarik diri. 

4. Enggan melayani suami

Agar rumah tangga rukun, Anda dan pasangan perlu saling menghargai dan saling melayani. Dengan begitu, hubungan Anda dan istri bisa jadi lebih lengket.

Namun, ketika istri menunjukkan ciri-ciri tidak bahagia dalam rumah tangga, ia bisa bersikap sebaliknya.

Ia bisa saja tidak membuatkan makanan Anda sukai atau tidak menyiapkan kopi pagi kesukaan Anda seperti biasanya.

Beberapa wanita mungkin juga menolak untuk berhubungan intim. Jika istri Anda menunjukkan berbagai perilaku ini, mungkin inilah saat yang tepat untuk berbicara empat mata dengannya.

5. Sering pergi keluar atau sibuk dengan dunianya sendiri

Jika seorang istri merasa rumah tangganya menjadi sumber ketidakbahagiaan, tentu ia tidak akan betah tinggal di rumah.

Anda kemungkinan besar akan sering melihatnya pergi keluar atau sibuk dengan dunianya sendiri. 

Bagi dirinya, pergi keluar atau melakukan hal yang disukai menjadi pelampiasan dari kemarahan, kekecewaan, atau ketidakpuasan yang ia rasanya.

Ini mungkin adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk mengalihkan perhatiannya dari hal-hal yang membuatnya stres. 

Tips mengatasi istri yang tidak bahagia dalam rumah tangga

dampak memendam amarah pada seks

Melihat ciri-ciri istri tidak bahagia dalam rumah tangga seperti disebutkan di atas tentu menjadi suatu peringatan bagi Anda. Ada masalah yang perlu dibicarakan dan dicari jalan keluarnya bersama. 

Namun, saat istri sedang sensitif dan menjaga jarak, tentu sulit melakukan hal tersebut. Jangan khawatir, berikut berbagai pendekatan dan respons yang bisa Anda berikan agar tidak memperkeruh suasana di rumah. 

1. Cari tahu apa yang membuat istri tidak bahagia

Saat istri terus marah pada Anda, jangan menghadapinya dengan kemarahan. Anda harus mendinginkan kepala, bersabar, dan menunggu istri Anda kembali tenang dari amarahnya.

Komentar negatif yang dilontarkan istri bisa jadi cerminan rasa frustrasinya. Namun, lagi-lagi Anda tidak boleh ikut tersulut emosi. Ingat, hadapi api dengan air.

Penting untuk tidak bereaksi secara defensif. Sebaliknya, tanyakan bagaimana perasaannya dan apa yang membuatnya merasa terganggu. 

2. Beri istri waktu untuk meluapkan emosi

Langkah terbaik ketika istri menunjukkan ciri tidak bahagia dalam rumah tangga adalah memberikannya ruang untuk meluapkan emosinya. 

Jangan dulu menanyakan hal ini dan itu karena Anda sudah pasti tidak akan mendapatkan jawabannya. 

Lambat laun, saat emosinya berkurang, ajaklah ia untuk melakukan komunikasi terbuka. Tekankan kesediaan Anda untuk mendengarkan dan mengatasi masalah bersama.

3. Ingat untuk mengendalikan diri

Amarah tidak boleh ditahan karena bisa memperburuk kesehatan mental. Oleh karenanya, Anda perlu memahami kemarahan istri dan membangun empati tentang apa yang dirasakannya.

Meskipun meluapkan amarah itu diperbolehkan, perlu diingat bahwa Anda dan pasangan tetap harus bisa mengendalikan emosi.

Jangan sampai amarah menguasai diri Anda, apalagi membuat Anda melakukan hal-hal yang nantinya disesali. 

4. Meminta maaf dan memperbaiki diri

Jika Anda bertanya-tanya apa yang membuat istri tidak bahagia, jawabannya bisa lebih banyak dari yang Anda perkirakan. Bisa jadi salah satunya dari perilaku Anda.

Bila posisi Anda memang bersalah, akui kesalahan yang telah dilakukan dan segeralah meminta maaf pada pasangan.

Tunjukkan rasa penyesalan dan cobalah berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pada titik ini, Andalah yang menjadi pusat dalam menyelesaikan masalah. 

5. Minta bantuan psikolog

Ada kalanya masalah rumah tangga yang membuat istri tidak bahagia tidak bisa Anda atasi sendiri. Saat inilah Anda butuh pihak ketiga untuk membantu Anda mendapatkan solusi terbaik. 

Anda bisa membicarakan hal ini dengan orang yang Anda lihat cukup bijak dalam mengambil keputusan atau psikolog keluarga. 

Bahkan, jangan malu dan ragu mengajak pasangan untuk mengikuti konseling pernikahan bersama jika memang diperlukan.

6. Bangun kembali keintiman

Bila masalah sudah terselesaikan, cobalah bangun kembali kedekatan antara Anda dan pasangan.

Anda bisa mengajak pasangan untuk berlibur berdua, menonton bioskop bersama, atau melakukan pillow talk sebelum tidur. 

Jangan malu untuk menunjukkan physical touch berupa pelukan, usapan, atau ciuman agar kehidupan Anda dan pasangan kembali menggairahkan. 

Nah, itulah ciri-ciri istri yang tidak bahagia dalam rumah tangga yang perlu Anda perhatikan. Janganlah bersikap cuek karena ini bisa memperburuk kondisi rumah tangga Anda.

Dari semua cara yang disebutkan, kunci untuk menghadapi istri yang tidak bahagia dalam pernikahannya adalah membangun dan menjaga komunikasi dengan pasangan.

Lewat komunikasi, Anda dan pasangan dapat mengetahui dan memahami masalah, pandangan, serta perasaan masing-masing. 

Kesimpulan

  • Ciri-ciri istri tidak bahagia dalam rumah tangga yakni gampang marah, suka mengkritik, melakukan silent treatment, enggan melayani suami, dan sering sibuk dengan dunianya sendiri.
  • Saat istri terus marah pada Anda, jangan menghadapinya dengan kemarahan. Anda bisa mencoba mencari tahu apa yang membuat istri Anda tidak bahagia.
  • Setelah itu, coba berikan istri Anda waktu untuk meluapkan emosi. Tetaplah saling mengendalikan diri, meminta maaf atas kesalahan satu sama lain, dan mintalah bantuan ahlinya jika perlu.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan