home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Perilaku Buruk Orang Terdekat yang Sebaiknya Tidak Ditoleransi

7 Perilaku Buruk Orang Terdekat yang Sebaiknya Tidak Ditoleransi

Saat seseorang sudah cukup lama dekat dengan orang lain, baik itu pacar atau sahabat, ia cenderung akan bersikap apa adanya sesuai karakternya. Maka biasanya Anda sudah bisa melihat melihat berbagai sifat asli dan baik-buruknya perilaku orang tersebut tanpa harus ditutup-tutupi seperti saat awal bertemu. Karena sudah dekat dan mengerti dirinya luar dalam, Anda mungkin bisa memaklumi segala tabiat buruknya. Meski begitu, ada beberapa perilaku buruk orang lain yang tidak bisa dan tidak boleh ditolerir, demi kebaikan diri Anda sendiri.

Sikap buruk yang tidak seharusnya ditoleransi

1. Meremehkan dan menjatuhkan karakter

Kita semua perlu kritik sebagai bahan pelajaran. Namun, kritik yang baik adalah kritik yang membangun dan memotivasi agar bisa berkembang jadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kritikan yang terkesan meremehkan, mencemooh, bahkan menjatuhkan karakter dengan omongan yang tidak mengenakkan bukanlah perilaku yang pantas untuk dimaklumi.

Kritikan pedas biasanya dimulai dengan kalimat “Kamu tidak pernah…” atau “Kamu tuh selalu…” tanpa penjelasan yang konkret. Ujaran kata-kata negatif lama-lama bisa meremukkan kepercayaan dan harga diri orang yang menerimanya.

Sikap meremehkan juga bisa ditunjukkan dengan tidak memenuhi janji atau tidak menggubris apa yang Anda katakan.

2. Sikap manipulatif

Seseorang yang manipulatif akan mengendalikan orang-orang di sekitarnya untuk memenuhi apa yang ia mau. Pelaku bisa melakukan berbagai macam cara untuk membuat Anda sebagai korban merasa bersalah dan mencurigai dirinya sendiri.

Kondisi ini terjadi ketika korban menyadari atau mengetahui suatu hal tentang pelaku yang tidak mau diakuinya. Saat mencoba untuk mendiskusikannya, pelaku bersikeras menyangkal kenyataan dan mengubah tuduhan tersebut pada korban.

Dalam hal ini pelaku mengubah persepsi korban bahwa ia adalah korban yang sebenarnya dalam situasi tersebut. Kata-kata “Ah, kamu ngada-ngada”, “Kayaknya kamu salah dengar deh”, “Kok aku disalahin sih? Kan sudahku bilang” (padahal sebenarnya tidak pernah).

3. Memanipulasi rasa tidak aman Anda

Cara yang satu ini mirip dengan gaslighting tetapi lebih dilakukan untuk membuat Anda tidak berdaya, menghentikan Anda untuk bicara, dan membuat Anda berada dalam kendalinya.

Dengan cara ini, ia berusaha mengambil keuntungan dari berbagai hal yang ia tahu tentang Anda, misalnya menjadi gugup ketika marah, menjadi penakut ketika ditantang, dan serangkaian kelemahan Anda lainnya.

Di awal-awal, perilaku ini memang sulit terlihat dan terdeteksi. Namun, sikap ini merupakan pola yang akan terus dilakukannya sepanjang berhubungan. Oleh karena itu, cobalah untuk peka dan mengenali berbagai perilaku buruk yang tidak seharusnya Anda toleransi.

bertengkar dengan pasangan

4. Tidak mau mendengarkan

Pernahkah Anda menemukan teman atau pasangan yang tidak mau mendengarkan dan menolak untuk mendiskusikan masalah yang terjadi di antara Anda berdua? Jika iya, maka sikap buruk ini perlu Anda waspadai.

Perilaku buruk ini termasuk ke dalam golongan manipulatif. Jadi, jangan menyalahkan diri sendiri dengan mengatakan bahwa Anda memilih waktu diskusi yang salah dan sebagainya. Kesalahan bukan terletak pada Anda, tetapi pada sikap buruk yang ditunjukkan oleh teman atau pasangan Anda yang berusaha menghindari pembicaraan.

5. Memperlakukan Anda dengan penghinaan

Mengejek, menertawakan, dan memperlihatkan gerakan fisik seperti memutar bola mata untuk menunjukkan penghinaannya terhadap Anda menjadi sikap yang tidak perlu Anda tolerir.

Setiap hubungan yang sehat baik pertemanan maupun hubungan romantis membutuhkan sikap saling menghargai dan menghormati. Melakukan penghinaan melalui kata dan sikap sudah menunjukkan bahwa Anda perlu menghindari orang dengan perilaku buruk yang merugikan Anda. Terlebih jika pasangan Anda yang melakukan hal ini.

6. Menunjukkan emosinya kepada Anda

Dr. Craig Malkin, penulis buku Rethinking Narcism menyatakan bahwa menunjukkan emosi merupakan salah satu taktik favorit orang yang narsis. Orang yang narsis berusaha menunjukkan emosi dan kemarahannya pada Anda dengan cara mengepalkan tinju dan merapatkan otot rahang hingga wajahnya memerah. Dengan cara ini ia berusaha membuat Anda marah dan mendominasi perasaan Anda.

7. Mengesampingkan pikiran dan perasaan Anda

Orang yang selalu mengesampingkan pikiran dan perasaan Anda baik dengan menertawakan atau tidak menganggap penting apa yang Anda pikirkan perlu Anda jauhi. Pasalnya dalam sebuah hubungan saling mendengarkan pendapat dan perasaan masing-masing menjadi sebuah hal wajib yang justru sebaiknya dilakukan. Jika yang terjadi malah sebaliknya, nampaknya Anda perlu berpikir ulang mengenai hubungan yang sedang Anda jalani baik dengan teman maupun kekasih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Toxic Behavior You Should Never Tolerate

https://blogs.psychcentral.com/knotted/2018/02/7-toxic-behaviors-you-should-never-tolerate/ accessed on May 31th 2018

6 Behaviors You Should Never Tolerate In A Man

https://www.yourtango.com/2018311402/6-behaviors-you-should-never-tolerate-healthy-relationship accessed on May 31th 2018

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 28/06/2018
x