Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya, depresi adalah gangguan emosi atau mood yang terjadi terus menerus. Munculnya depresi sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti stres dan faktor biologis, yaitu keseimbangan cairan kimia otak yang menurunkan kemampuan otak untuk menjaga mood tetap stabil.  Terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan depresi datang dengan sendirinya yaitu di pagi hari. Kondisi ini disebut depresi pagi hari atau morning depression.

Apa itu depresi pagi hari?

Depresi pagi hari merupakan suatu gejala yang dialami seseorang, khususnya penderita depresi klinis, di mana suasana hati menjadi sangat buruk di pagi hari.

Gejala depresi bermacam-macam. Termasuk perasaan sangat sedih, frustasi, kemarahan, hingga rasa tidak bertenaga atau kelelahan. Dengan kondisi terburuknya saat pagi hari, maka mood seseorang akan membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu ke siang dan malam hari.

Depresi jenis ini dianggap sebagai gejala awal dari gangguan depresi klinis. Oleh karena itu hal tersebut juga dikenal juga sebagai gejala variasi mood diurnal. Artinya gejala depresi atau mood saat pagi hari dipengaruhi oleh ritme sirkadian seseorang. Ritme sirkadian itu sendiri merupakan proses biologis yang mengatur jadwal kerja berbagai fungsi tubuh manusia. Mulai dari suhu tubuh, tekanan darah, dan produksi hormon selama satu hari penuh.

Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Gangguan ritme sirkadian diduga sebagai salah satu penyebab dari depresi jenis ini. Hal tersebut dibuktikan dalam suatu penelitian yang menunjukan orang yang mengalami depresi pagi hari cenderung mengalami perubahan ritme sirkadian karena perubahan jam tidurnya.

Pada dasarnya, jam biologis manusia normal adalah terjaga saat pagi hari dan terlelap pada waktu malam hari. Hal ini penting guna melancarkan metabolisme, mengatur energi, berkonsentrasi, menjaga keseimbangan mood, serta memelihara kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ritme sirkadian normal bagi tubuh juga diperlukan untuk produksi hormon tertentu yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya hormon kortisol diproduksi lebih banyak di pagi hari sehingga tubuh lebih berenergi dan pikiran lebih waspada. Sedangkan hormon melatonin dihasilkan saat hari mulai gelap. Ini karena melatonin membantu tubuh untuk beristirahat dengan cara tidur.

Gangguan ritme sirkadian atau perubahan pola tidur menyebabkan tubuh memproduksi hormon pada waktu yang salah dan hal ini dapat menyebabkan efek buruk bagi tubuh dan pikiran seseorang. Produksi hormon melatonin pada waktu yang tidak tepat, misalnya, dapat mengganggu keseimbangan energi karena seseorang menjadi lebih mudah mengantuk dan mudah lelah.

penyebab depresi pada wanita

Cara mendeteksi gejala depresi pagi hari

Depresi jenis ini hanya memberikan dampak atau efek saat pagi hari. Gejala depresi yang dialami cenderung membaik seiring berjalannya waktu. Berikut beberapa gejala yang dapat dikenali, di antaranya:

  • Kelelahan semenjak pertama kali bangun tidur.
  • Kesulitan melakukan pekerjaan mudah seperti mandi dan membuat sarapan.
  • Hambatan untuk beraktivitas dan berpikir.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sangat mudah marah dan merasa frustasi.
  • Perubahan mood yang drastis.
  • Kehilangan keinginan untuk melakukan aktivitas pagi hari yang biasanya disukai.
  • Perasana hampa atau putus asa.
  • Perubahan rutinitas pagi hari.
  • Perubahan pola makan pagi hari seperti makan lebih banyak atau lebih sedikit.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi depresi pagi hari?

Tidak seperti gejala depresi pada umumnya, penanganan dengan penggunaan obat kurang efektif untuk mengatasi  gejala depresi semacam ini. Namun, beberapa terapi seperti konseling dan terapi cahaya cenderung lebih manjur dalam mengatasi gejala kondisi ini. Cara yaitu dengan fokus pada masalah atau pemicu depresi sekaligus penyebab gangguan ritme sirkadian.

Terapi listrik atau Electroconvulsive therapy (ECT) juga terbukti efektif untuk menyeimbangkan kembali komposisi kimia otak yang menyebabkan depresi.

Terlepas dari metode terapi dan pengobatan, berikut beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukani.

  • Menetapkan jam tidur dan bangun pagi pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Menjaga pola makan pada waktu yang teratur.
  • Kurangi tidur siang terlalu lama.
  • Menerapkan olahraga rutin. Namun, hindari jarak waktu olahraga dan jam tidur yang terlalu dekat, misalnya kurang dari empat jam.
  • Ciptakan suasana kamar tidur yang membuat Anda lebih mudah terlelap seperti gelap, tenang, dan cukup sejuk.
  • Hindari konsumsi zat-zat yang dapat mengganggu kualitas tidur seperti rokok, alkohol, dan kafein.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit