Beberapa jenis kecemasan memang bisa mereda dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Namun, bagaimana jika kondisi tersebut terus datang dan mulai mengganggu produktivitas Anda? Sebagai salah satu cara mengatasinya, Anda bisa mencoba teknik grounding.
Apa itu teknik grounding?
Teknik grounding atau grounding techniques adalah salah satu jenis meditasi yang dapat digunakan untuk mengatasi emosi negatif seperti kecemasan, kesedihan, dan amarah.
Teknik grounding bekerja dengan cara mengalihkan perhatian dengan memfokuskan pada penggunaan salah satu, beberapa, atau kelima indra Anda.
Salah satu keunggulan teknik grounding dalam dunia psikologi adalah dapat dilakukan sendiri dan bisa dipraktikkan di mana saja.
Dengan begitu, Anda bisa melakukan teknik ini kapan saja sesuai kebutuhan, seperti ketika akan melakukan wawancara pekerjaan, presentasi, atau menghadapi ujian.
Cara melakukan teknik grounding
Teknik grounding dilakukan dengan cara mengalihkan fokus pada pancaindra. Ini bisa Anda lakukan dengan melibatkan salah satu atau kelima indra sekaligus.
Berikut adalah contoh penerapan teknik grounding pada setiap indra yang bisa Anda lakukan semuanya dalam satu waktu atau secara terpisah.
Ketika Anda tiba-tiba panik di sebuah ruangan, carilah benda yang menarik perhatian Anda, contohnya gelas minuman.
Dari situ, lihatlah bagaimana kepulan asapnya keluar, seberapa banyak isi yang tersisa, bahan apa saja yang ada di sana, dan hal lain yang bisa Anda temukan pada gelas minuman tersebut.
Anda juga bisa memilih benda lain seperti majalah atau handphone selama benda-benda yang Anda lihat tersebut dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi kecemasan.
Teknik grounding lainnya adalah dengan melibatkan indra peraba atau kulit. Caranya, cukup pegang benda di sekitar Anda.
Setelah itu, rasakan bagaimana teksturnya, apakah kasar, halus, berminyak, atau berdebu.
Anda juga bisa merasakan apakah benda tersebut memiliki suhu yang lebih hangat dari tubuh Anda.
Anda juga bisa menempelkan benda tersebut ke wajah atau menggenggamnya di tangan jika ingin lebih fokus.
Jika Anda pernah melihat seseorang membawa ballpoint atau benda kecil saat menjelaskan sesuatu, bisa jadi itu merupakan salah satu cara mereka untuk menjaga fokus dan menghilangkan kecemasan.