home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali Gamophobia, Fobia Akan Komitmen dan Pernikahan

Kenali Gamophobia, Fobia Akan Komitmen dan Pernikahan

Fobia adalah rasa takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya, namun bisa membuat penderitanya merasa cemas berlebihan. Ada berbagai jenis fobia, salah satunya adalah ketakutan untuk berkomitmen atau menikah. Dalam istilah medis, rasa takut berkomitmen dan menikah ini disebut dengan gamophobia.

Definisi gamophobia

Hampir semua orang mungkin pernah merasa gugup atau cemas sebelum hari pernikahannya. Namun, jika Anda merasa takut luar biasa saat membicarakan pernikahan hingga mengalami gejala fisik seperti berkeringat dan pusing, bisa jadi Anda memiliki gamophobia.

Gamophobia adalah istilah yang merujuk pada ketakutan untuk menjalin komitmen jangka panjang atau pernikahan.

Berbeda dengan rasa takut biasa, ketakutan yang dialami dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, bahkan berpotensi memicu gangguan kecemasan atau serangan panik.

Orang yang memiliki fobia ini akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan jangka panjang serta membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius. Bila dibiarkan, hal ini dapat berpengaruh pada hubungan sosial penderitanya dengan pasangan dan keluarga.

Fobia digolongkan sebagai salah satu jenis gangguan kecemasan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Bila sudah tergolong parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari, fobia harus ditangani oleh tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater.

Tidak perlu khawatir, karena sebagian besar kasus fobia dapat diobati dan sembuh total. Peran pasangan, keluarga, atau teman dekat juga diperlukan untuk mendukung proses penyembuhan pasien dari fobia.

Tanda dan gejala gamophobia

Sebagian orang biasanya menunjukkan rasa khawatir, gugup, bahkan mungkin takut saat harus menjalani komitmen dengan pasangannya. Namun, hal itu belum tentu menandakan adanya fobia.

Gamophobia ditandai dengan rasa takut yang jauh lebih besar seperti di bawah ini.

  • Hanya memikirkan pernikahan atau komitmen membuat Anda cemas dan takut berlebihan.
  • Bersikeras untuk menghindari topik tentang pernikahan.
  • Rasa cemas dan takut akan pernikahan sulit dikendalikan.
  • Memiliki jejak atau riwayat mengakhiri hubungan yang sehat, hanya karena ingin “melarikan diri”.
  • Merasa cemas atau depresi saat menjalani hubungan.
  • Lebih sering menjalin hubungan tanpa status.

Apabila sedang memikirkan atau harus dihadapkan dengan topik terkait pernikahan, pengidap gamophobia akan mengalami gejala fisik berupa:

  • detak jantung semakin cepat atau tidak beraturan,
  • berkeringat,
  • sesak napas,
  • nyeri dada,
  • pusing,
  • mual, dan
  • wajah serta leher memerah (flushing).

Kapan saya membutuhkan bantuan profesional?

Rasa takut berlebih dan berlangsung selama 6 bulan atau lebih kemungkinan besar tergolong sebagai fobia atau gangguan kecemasan lainnya. Jika dibiarkan, hal ini dapat berpengaruh besar pada kehidupan pribadi Anda, mulai dari sekolah, pekerjaan, atau relasi dengan orang-orang di sekitar Anda.

Oleh karena itu, jika ketakutan dan rasa cemas sudah sangat mengganggu dan Anda tidak dapat mengendalikannya sendiri, segera konsultasikan masalah ini dengan tenaga profesional seperti psikolog.

Penyebab gamophobia

Fobia yang spesifik seperti gamophobia dapat terbentuk sejak usia muda, bahkan pada masa kanak-kanak. Biasanya, penyebab fobia spesifik adalah kombinasi dari beberapa hal, bukan hanya satu kejadian atau pemicu.

Berikut adalah beberapa kejadian yang bisa menjadi salah satu atau beberapa pemicu fobia berkomitmen:

  • Melihat pertengkaran, konflik, atau bahkan perceraian orangtua.
  • Pernah berada di hubungan yang tidak sehat, seperti memiliki pasangan yang manipulatif atau mengalami kekerasan verbal dan fisik.
  • Pernah menjadi korban pelecehan seksual.
  • Tidak mendapatkan kebutuhan tertentu atau memiliki masalah relasi dengan orangtua sejak kecil.
  • Memiliki hubungan keluarga yang bermasalah atau rumit.

Penting untuk diingat, seseorang yang menderita gamophobia belum tentu tidak ingin menjalani hubungan asmara dengan orang lain. Rasa takut untuk berkomitmen relatih tak berkaitan dengan sifat atau kondisi pasangannya.

Oleh karena itu, jika pasangan Anda memiliki kondisi ini, bukan berarti ia merasa keberatan dengan sifat Anda secara personal.

Gamophobia adalah ketakutan yang datangnya dari diri pasien dan telah terbentuk sejak lama. Jadi, Anda tidak perlu serta-merta menyalahkan diri sendiri jika pasangan memiliki fobia untuk membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Pengobatan gamophobia

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Sebagian orang dapat menjalani hidup dengan tenang meski fobianya tidak ditangani. Banyak dari penderita gamophobia yang memilih untuk menjalani hubungan tanpa status, tidak menikah, atau melajang.

Jika Anda mengidap gamophobia dan sedang berada dalam hubungan romantis, komunikasikan terlebih dahulu mengenai kondisi Anda dengan pasangan. Hal ini penting untuk mengetahui apa langkah selanjutnya yang bisa diambil mengenai masa depan hubungan Anda.

Apabila Anda atau pasangan yang memiliki gamophobia ingin mengatasi kondisi ini dan menjalani komitmen berupa pernikahan, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Dengan berkonsultasi, psikolog atau psikiater akan membantu mencari tahu pemicu terkait fobia yang Anda alami. Berikut adalah beberapa terapi yang direkomendasikan untuk mengatasi gamophobia:

Terapi kognitif perilaku (CBT)

Terapi kognitif perilaku atau cognitive behavioral therapy (CBT) akan membantu mengetahui bagaimana pikiran-pikiran memengaruhi perilaku Anda. Psikolog akan membimbing Anda menggali kembali pengalaman di masa lalu dan emosi yang dirasakan saat itu.

Seiring berjalannya waktu, terapi ini diharapkan dapat membantu Anda mempelajari cara mengendalikan pola pikir dan perilaku supaya rasa takut akan pernikahan dapat diatasi.

Terapi psikodinamika

Gamophobia juga dapat diatasi dengan terapi psikodinamika. Mirip dengan CBT, terapi psikologi ini berfokus pada menggali hubungan antara pikiran alam bawah sadar dan perilaku pasien.

Yang membedakan adalah, terapi psikodinamika tergolong dalam terapi jangka panjang. Maka itu, pengobatan fobia dengan terapi ini biasanya memakan waktu lebih lama, mulai dari bulanan hingga tahunan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Overview – Phobias – NHS. (2021). Retrieved October 21, 2021, from https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/phobias/overview/ 

Depression and Other Common Mental Disorders – WHO. (2017). Retrieved October 21, 2021, from https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/254610/WHO-MSD-MER-2017.2-eng.pdf 

Specific phobias – Mayo Clinic. (2016). Retrieved October 21, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/specific-phobias/symptoms-causes/syc-20355156 

Specific Phobia – National Institute of Mental Health. (n.d.). Retrieved October 21, 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/statistics/specific-phobia 

Whitton, S. W., Rhoades, G. K., Stanley, S. M., & Markman, H. J. (2008). Effects of parental divorce on marital commitment and confidence. Journal of family psychology : JFP : journal of the Division of Family Psychology of the American Psychological Association (Division 43), 22(5), 789–793. https://doi.org/10.1037/a0012800 

Thng, C., Lim-Ashworth, N., Poh, B., & Lim, C. G. (2020). Recent developments in the intervention of specific phobia among adults: a rapid review. F1000Research, 9, F1000 Faculty Rev-195. https://doi.org/10.12688/f1000research.20082.1

Stanley, S. M., Rhoades, G. K., & Whitton, S. W. (2010). Commitment: Functions, Formation, and the Securing of Romantic Attachment. Journal of family theory & review, 2(4), 243–257. https://doi.org/10.1111/j.1756-2589.2010.00060.x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 7 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri