home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tiba-tiba Ragu dengan Pasangan Saat Menjelang Pernikahan? Begini Cara Mengatasinya

Tiba-tiba Ragu dengan Pasangan Saat Menjelang Pernikahan? Begini Cara Mengatasinya

Merasa gugup dan cemas sebelum pesta pernikahan adalah hal yang wajar. Akan tetapi, ternyata memiliki keraguan sesaat sebelum menikah merupakan kondisi yang sebenarnya harus dipertanyakan. Apakah wajar jika muncul rasa ragu menjelang pernikahan? Bagaimana mengatasinya?

Wajarkah jika ragu dengan pasangan sebelum menikah?

tidak pantas sukses

Sebenarnya, keraguan yang terjadi sebelum melangsungkan pernikahan adalah hal yang umum namun tidak wajar. Perasaan tersebut ternyata bisa berdampak pada pernikahan Anda ke depannya jika dibiarkan begitu saja.

Sebuah penelitian dari UCLA yang melibatkan 464 pasangan mengungkapkan bahwa mereka yang ragu menikahi pasangannya berpeluang lebih besar untuk bercerai setelah 4 tahun dibanding yang tidak. Hal tersebut dikarenakan mereka hidup dalam bayang-bayang ketidakyakinan perasan mereka terhadap pasangan, sehingga pernikahannya menjadi tidak bahagia.

Bagi beberapa orang, akan sulit mengakui perasaan ragu terhadap pasangannya, terutama sesaat sebelum menikah. Sudah banyak waktu yang ia habiskan sehingga memilih untuk mengabaikan keraguan tersebut.

Meskipun demikian, keraguan sebelum menikah bukanlah sebuah pertanda Anda harus membatalkan pernikahan tersebut. Yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu akar dari permasalahan tersebut sebelum membuat keputusan yang begitu besar.

Bagaimana cara menghadapi keraguan sebelum menikah?

Pertama-tama, Anda tidak boleh menyangkal. Penyangkalan akan membuat semuanya terpendam dan dapat menyebabkan kehidupan pernikahan yang tidak bahagia. Selain itu, perasaan ini tidak akan hilang begitu saja begitu Anda sudah berkomitmen satu sama lain, sehingga sangat penting untuk mengakui rasa ragu terhadap pasangan Anda.

1. Utarakan keraguan Anda

salah paham dengan pasangan

Salah satu dasar dari hubungan yang kuat adalah komunikasi dan keterbukaan. Jika Anda tidak terbuka dengan pasangan Anda, bagaimana mungkin ia mengetahui bahwa Anda sedang mengalami masalah.

Ceritakan kepadanya perihal keraguan sebelum menikah tersebut. Memang mungkin akan terasa sulit karena tidak mengetahui bagaimana reaksi pasangan Anda, tetapi hal tersebut lebih baik ketimbang menyimpannya sendiri.

Cara ini memang beresiko karena bisa saja pasangan Anda tersinggung, namun tidak ada salahnya untuk mencoba agar dapat mencari jalan keluar berdua. Bukankah pasangan Anda adalah orang yang Anda percaya untuk menghabiskan waktu hingga akhir hidup Anda?

2. Menjalani terapi

terapi ke psikolog

Jika Anda dan pasangan atau Anda sendiri pada akhirnya memilih untuk bercerita dengan ahlinya, tidak masalah. Terapi dapat membantu Anda untuk merumuskan kembali pikiran Anda seputar keraguan ini, mulai dari latar belakang hingga penyelesaiannya.

Selain itu, terapis yang berkompeten tentunya dapat membantu Anda mencari cara untuk mengatasi kecemasan dan menandai apa yang tidak boleh dikatakan ketika berbincang dengan pasangan Anda.

Selain itu, proses ini juga membantu Anda menjauhkan diri sebentar dari pandangan negatif terhadap masa depan Anda dengan melihat bagaimana hubungan Anda dengan pasangan terbentuk.

3. Pergi berlibur sesaat

pasien kanker payudara liburan

Cobalah untuk menjernihkan pikiran Anda dengan memesan tiket ke luar kota dan menjauhi segala urusan terkait pesta pernikahan. Hal tersebut memungkinkan Anda untuk menemukan apa yang akan Anda rindukan dari pasangan dan menemukan akar dari permasalahan ini.

Selain itu, berlibur sendiri juga efektif untuk menikmati kesendirian Anda sebelum menikah dan mengatasi perasaan ragu untuk menikahi pasangan.

4. Menunda pernikahan

ciri sosiopat pada pasangan

Menunda bukan berarti membatalkan. Jika keraguan sebelum menikah terus menerus menghantui dan pasangan tidak mendukung Anda sama sekali, pertimbangkan kembali apakah Anda memang sudah siap menikah. Jika belum, ceritakan masalah Anda kepada keluarga dan teman Anda untuk mendapatkan dukungan dari mereka.

Apabila Anda masih tidak bisa menemukan akar masalah dari keraguan ini, salah satu jalannya adalah menunda pernikahan. Hal ini bisa dilakukan hingga Anda dapat mengingat kembali mengapa Anda memilih pasangan Anda sebagai teman hidup, sehingga Anda lebih yakin dan mantap untuk menikahinya.

Pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang tentu saja bukan untuk dimainkan. Oleh karena itu, keraguan sebelum menikah memang sering menodai hal tersebut. Akan tetapi, jika diatasi dengan baik, peluang untuk memiliki kehidupan rumah tangga yang bahagia pun sangat besar tanpa dibayang-bayangi ketidakyakinan terhadap pasangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Premarital counselling https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/modes/premarital-counseling accessed May 15, 2019.

Is it cold feet? Or something more serious? http://www.foryourmarriage.org/blogs/is-it-cold-feet-or-something-more-serious/ accessed May 15, 2019.

Are you suffering from a case of wedding cold feet? https://www.everydayhealth.com/emotional-health/are-you-suffering-from-case-wedding-cold-feet/ accessed May 15, 2019.

Have doubts about marrying? You should heed them https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-new-resilience/201210/have-doubts-about-marrying-you-should-heed-them accessed May 15, 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Nabila Azmi pada 05/01/2021
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x