Mengenali Orang-orang yang Memiliki Kecenderungan Bunuh Diri

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bunuh diri bukanlah penyakit mental, namun biasanya adalah potensi hasil dari penyakit mental yang serius, yang dapat meliputi depresi, kelainan bipolar, stress, kegelisahan, atau gangguan post-trauma. Mewaspadai diri terhadap gejala umum bunuh diri dapat membantu Anda menghindari konsekuensi yang buruk dan mengetahui akar penyebab perasaan ingin bunuh diri.

Apa saja tanda-tanda seseorang berpotensi ingin bunuh diri?

Tidak ada harapan

Hal ini adalah gejala paling umum pada orang-orang yang menderita depresi. Orang-orang yang memikirkan tentang bunuh diri sering merasa terjebak atau tidak memiliki harapan terhadap suatu situasi. Tidak adanya harapan dapat menyebabkan Anda memiliki perasaan negatif terhadap kondisi saat ini dan bahkan ekspektasi terhadap masa mendatang.

Perasaan sedih dan moody yang ekstrem

Memiliki mood swings, yaitu merasa senang secara ekstrem dan sedih secara mendalam pada keesokan harinya. Menghadapi kesedihan pada waktu yang berkepanjangan dapat membuat Anda stress. Kesedihan yang berlebihan adalah penyebab utama kencenderungan untuk bunuh diri.

Masalah tidur

Tidur adalah salah satu cara otak untuk memperbaiki kerusakan dan melancarkan fungsi. Orang yang mengalami masalah tidur secara berkepanjangan dapat mengalami cedera pada otak yang tidak dapat diperbaiki. Tidak dapat tidur adalah salah satu risiko berbahaya yang terkait dengan rasa ingin bunuh diri.

Perubahan pada kepribadian dan penampilan

Perubahan pada perilaku dan penampilan adalah tanda-tanda yang terlihat pada orang yang memikirkan bunuh diri, seperti berbicara dengan pelan, makan berlebih, tertarik dengan kematian atau kekerasan. Orang ini juga tidak memperhatikan penampilan mereka yang berdampak buruk. Beberapa orang juga mengalami perubahan pada rutinitas, seperti pola makan atau tidur.

Perasaan terisolasi

Orang-orang yang berencana untuk bunuh diri tidak ingin berinteraksi dengan keluarga atau teman. Mereka menarik diri dari kontak sosial dan ingin sendirian. Mereka biasanya memilih untuk tinggal sendirian dan menghindari aktivitas publik. Selain itu, mereka juga kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulu mereka senangi.

Perilaku menyakiti diri sendiri

Mereka mulai memiliki perilaku yang berpotensi bahaya, seperti penggunaan alkohol atau obat-obatan berlebih, berkendara dengan sembarangan, atau terlibat dalam hubungan seks yang tidak aman. Mereka tampak tidak peduli terhadap keselamatan mereka atau tidak lagi menghargai hidup mereka.

Pikiran ingin bunuh diri

Kebanyakan orang yang berpikir untuk bunuh diri memberikan tanda-tanda pada teman atau keluarga, seperti mengucapkan salam perpisahan pada orang-orang seperti mereka tidak akan bertemu lagi. Mereka juga dapat mengulangi kalimat-kalimat seperti “saya ingin bunuh diri saja”, “andai saya mati saja” atau “andai saya tidak pernah dilahirkan”. Mereka dapat mempersiapkan kematian mereka, seperti membeli pistol atau mengumpulkan obat-obatan, atau memberikan benda kepunyaan mereka atau terlibat dalam masalah agar tidak ditemukan penjelasan yang logis terhadap bunuh diri.

Siapa yang kemungkinan melakukan bunuh diri?

Angka bunuh diri bervariasi pada kelompok orang yang berbeda. Remaja, dewasa muda, dan orang tua adalah kelompok yang dapat mengalami masalah bunuh diri. Selain itu, terdapat beberapa jenis spesifik yang berisiko tinggi melakukan bunuh diri, seperti:

  • Orang yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan
  • Orang dengan sejarah keluarga bunuh diri
  • Orang dengan teman-teman yang pernah bunuh diri
  • Orang dengan sejarah korban kekerasan fisik, emosional, atau seksual
  • Orang dengan depresi jangka panjang atau penyakit mental
  • Orang yang tidak menikah, tidak memiliki ketrampilan, atau tidak bekerja
  • Orang yang pernah mencoba bunuh diri sebelumnya
  • Orang dengan masalah obat-obatan
  • Orang yang sering berinteraksi dengan pasien yang tidak dapat disembuhkan
  • Wanita 3 kali lebih berpotensi melakukan bunuh diri dibanding pria

Jika Anda memiliki pikiran bunuh diri namun tidak berpikir untuk melukai diri sendiri, Anda sebaiknya tidak menutup diri dan mengekspresikan apa yang Anda rasakan pada orang lain. Hampiri teman atau keluarga, atau cari konselor atau kelompok dukungan untuk membantu Anda mengatasi pikiran tersebut.

Perasaan ingin bunuh diri tidak dapat ditangani dengan penanganan medis biasa, namun dapat disembuhkan dengan dukungan dari keluarga dan teman, serta penanganan pada akar permasalahan. Kunjungi dokter untuk menemui masalah utama kapan pun Anda memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mental Illness (Gangguan Mental)

    Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Mental 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

    Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

    Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Apakah Ada Perbedaan Kesepian yang Wajar dengan Kesepian Akibat Depresi?

    Hampir semua orang pernah merasa kesepian. Namun, buat sebagian orang kesepian bisa jadi tanda depresi. Lalu apa perbedaan dua jenis kesepian ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

    Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD adalah kondisi serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Bagaimana mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi cahaya cara mengatasi depresi menghilangkan depresi

    Memanfaatkan Cahaya, Terapi yang Dapat Membantu Mengatasi Depresi

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
    self esteem adalah

    Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
    gangguan bipolar adalah

    Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
    perfeksionis

    Menjadi Seorang Perfeksionis itu Baik atau Buruk, ya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit