home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sindrom Kelopak Mata Terkulai (Floppy Eyelid Syndrome)

Sindrom Kelopak Mata Terkulai (Floppy Eyelid Syndrome)
Definisi|Gejala|Penyebab|Faktor pemicu|Diagnosis|Pengobatan|Komplikasi|Pencegahan

Definisi

Apa itu sindrom kelopak mata terkulai?

Floppy Eyelid Syndrome (FES) atau disebut juga sindrom kelopak mata terkulai, adalah kondisi di mana kelopak mata atas kehilangan elastisitas, sehingga ia menjadi kendur dan “terkulai”. Akibatnya, kelopak mata bagian atas jadi mudah dilipat ke atas.

Mata yang terkena mungkin akan mengalami kekeringan, kemerahan, iritasi kronis, keluar cairan, dan infeksi. Jika tidak diobati ulserasi kornea dan jaringan parut dapat terjadi, sehingga menyebabkan hilangnya penglihatan.

Selain potensi kerusakan pada mata, kondisi ini dikaitkan dengan obstructive sleep apnea (OSA), sebuah kondisi yang berpotensi menyebabkan hal serius. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, gagal jantung kongestif, aritma jantung, serta glaukoma.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Floppy eyelid syndrome adalah kondisi medis yang cukup jarang. Semua orang dari usia 25-80 tahun bisa terkena kondisi ini, namun kebanyakan penderitanya berusia 40-50 tahun.

Meski baik pria maupun wanita bisa terkena, laki-laki lebih rentan mengalami sindrom kelopak mata terkulai dibanding wanita.

Gejala

Apa gejala sindrom kelopak mata terkulai?

Ciri-ciri dan gejala floppy eyelid syndrome adalah:

  • Kelopak mata mudah dibalik/dilipat ke atas, kendur, dan terasa seperti karet
  • Mata merah setiap kali bangun tidur
  • Peradangan kornea kronis
  • Peradangan kronis pada jarangan di bawah kelopak mata atas (disebut juga superior palpebral conjunctiva)
  • Mengalami gejala obstructive sleep apnea, seperti mengantuk di siang hari, dan mendengkur saat tidur.

Sindrom kelopak mata terkulai hampir selalu terjadi pada pasien obesitas. Aktivitas berhubungan lainnya termasuk menggosok kelopak mata, keratoconus, hiperglikemia, dan sleep apnea.

Obstructive sleep apnea adalah kondisi yang berpotensi fatal yang harus diperiksa pada pasien dengan kondisi ini. Penting untuk mendiskusikan dengan dokter tentang hubungan kedua kondisi tersebut.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab sindrom kelopak mata terkulai?

Dikutip dari American International Medical University, penyebab lain kondisi ini adalah:

Penurunan jumlah elastin

Penelitian menunjukkan penurunan jumlah elastin di dalam pelat tasal dan kulit kelopak mata akibat tekanan mekanik berulang. Pasien dengan sindrom kelopak mata terkulai biasanya tidur menghadap ke bawah dengan mata mereka menempel pada bantal. Hal itulah yang menyebabkan sindrom mata terkulai.

Kontak kelopak mata dengan bola mata

Kontak kelopak mata dengan bola mata dalam hubungannya dengan kelainan kelenjar meibom dan lapisan air mata, dapat berhubungan dengan sindrom ini.

Obstructive sleep apnea (OSA)

Obstructive sleep apnea tidak menyebabkan floppy eyelid syndrome secara langsung, namun kedua kondisi ini saling berhubungan.

Faktor pemicu

Siapa yang berisiko mengalami kondisi ini?

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami floppy eyelid syndrome, yaitu:

Penting untuk diingat bahwa memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan mendapatkan sindrom kelopak mata terkulai. Faktor risiko meningkatkan peluang seseorang untuk mendapatkan kondisi, dibandingkan dengan individu tanpa faktor risiko.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang tidak akan mendapatkan kondisi tersebut. Penting untuk membahas pengaruh faktor risiko terhadap kondisi kesehatan Anda kepada dokter.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Floppy eyelid syndrome didiagnosis dengan beberapa metode berikut:

  • Pemeriksaan mata
  • Pemeriksaan kebiasaan tidur, misalnya posisi favorit saat tidur, ada atau tidaknya masalah tidur, apakah sering mengantuk di siang hari, dan apakah sering tidur mendengkur (ngorok)
  • Pemeriksaan riwayat medis termasuk ada tidaknya obstructive sleep apnea atau kondisi kesehatan lain

Banyak penyakit lain menunjukkan gejala yang sama. Berikut adalah kondisi lain yang menyebabkan gejala serupa dengan sindrom kelopak mata terkulai:

  • Blefaritis
  • Konjungtivitis alergi
  • Keratoconjunctivitis atopik
  • Keratoconjunctivitis limbik superior
  • Ptosis
  • Konjungtivitis papiler raksasa
  • Komplikasi lensa kontak
  • Dermatochalasis
  • Ectropion

Karena itu, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes untuk membedakan apakah gejala Anda disebabkan oleh floppy eyelid syndrome atau oleh kondisi lain.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengatasi sindrom kelopak mata terkulai?

Berbagai cara mengatasi floppy eyelid syndrome antara lain adalah:

  • Mengatasi kondisi obstructive sleep apnea terlebih dahulu, jika ada
  • Menggunakan salep khusus mata sebelum tidur untuk melindungi permukaan okular
  • Mengetuk kelopak mata sebelum tidur untuk mencegah kelopak mata terlipat saat tidur
  • Menggunakan penutup mata saat tidur untuk mencegah konjungtiva dan exposure kornea saat tidur
  • Terkadang operasi dibutuhkan untuk memendekkan atau mengencangkan kelopak mata.

Sindrom kelopak mata terkulai bisa menjadi buruk, karena hilangnya elastin dalam lempeng tarsal (jaringan ikat yang melibatkan kelopak mata). Namun, komplikasi kondisi ini dapat diatasi secara efektif dan kerusakan lebih lanjut dari dihindari.

Hal tersebut dapat terjadi jika sindrom kelopak mata didiagnosis sedari dini dan segera ditangani dengan bantuan medis.

Komplikasi

Komplikasi apa saja yang kemungkinan dapat terjadi akibat kondisi ini?

Berikut komplikasi yang mungkin terjadi akibat floppy eyelid syndrome:

  • Keratoconus, di mana bentuk kornea berbentuk kerucut, jika disebabkan oleh menggosok mata.
  • Konjungtivitis papiler kronis, yaitu konjungtiva di bawah kelopak mata atas, yang mengakibatkan peradangan kronis.
  • Erupsi epitel belang-belang, yaitu peradangan kornea superfisial karena paparan udara saat tidur akibat fungsi kelopak mata yang memburuk.
  • Keratopati paparan, yaitu peradangan kornea yang lebih parah, kronis, karena paparan udara saat tidur dari fungsi kelopak mata yang buruk.
  • Sindrom mata kering, yaitu ketika fungsi kelopak mata yang menurun membuat proses mengedip terganggu.

Pencegahan

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah sindrom kelopak mata terkulai?

Beberapa hal berikut bisa dilakukan supaya Anda tidak mengalami floppy eyelid syndrome:

  • Menjalankan pola makan sehat sehingga mencegah obesitas
  • Tidur menyamping atau telentang untuk mencegah trauma mekanis pada mata akibat tidur tengkurap
  • Jika Anda memiliki obstructive sleep apnea, segera tangani

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Floppy eyelid syndrome – EyeWiki. (2020). Retrieved 16 March 2020, from https://eyewiki.aao.org/Floppy_eyelid_syndrome

Floppy Eyelid Syndrome. (2020). Retrieved 16 March 2020, from https://www.dovemed.com/diseases-conditions/floppy-eyelid-syndrome/

Floppy Eyelid Syndrome: Background, Pathophysiology, Etiology. (2020). Retrieved 16 March 2020, from https://emedicine.medscape.com/article/1212978-overview#a3

McNab, A. (1998). Floppy eyelid syndrome. Ophthalmology, 105(11), 1977-1978. doi: 10.1016/s0161-6420(98)91101-0

Plastic and Reconstructive – Eyelid Conditions – Floppy Eyelid Syndrome. (2020). Retrieved 16 March 2020, from http://www.faeye.com/floppy-eyelid-syndrome.php

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 11/12/2017
x