9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian orang, tato adalah sebuah seni dan keindahan. Namun, banyak juga orang yang memutuskan melakukan tato hanya agar tampil keren dan “gaul”. Bagian tubuh mana yang kelihatan paling aneh untuk ditato? Pernahkah Anda berpikir untuk melakukan tato di mata? Sebaiknya, jangan pernah Anda melakukan tato mata jika suatu saat nanti Anda tertarik mencobanya. Kenapa? Berikut alasannya dilihat dari sisi medis.

Apa itu tato mata?

Seperti yang dilansir dari situs Kementerian Kesehatan New South Wales, Australia, tato mata adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses pewarnaan secara permanen di bagian sklera mata. Sklera adalah bagian mata yang berwarna putih, yang dilapisi selaput lendir bernama konjungtiva. Konjungtivalah yang membantu membuat mata tetap basah.

Sklera sendiri memiliki tiga bagian, yaitu episklera (jaringan ikat longgar yang letaknya tepat di bawah konjungtiva), sklera (bagian putih pada mata), dan lamina fusca (terdiri atas serat elastis dan berada di bagian terdalam). Tato mata dilakukan dengan menyuntikkan tinta dengan warna yang diinginkan dari mulai lapisan bawah mata sampai ke atas mata di bagian sklera.

Secara perlahan, tinta akan menyebar untuk menutupi semua sklera. Faktanya, meskipun terdengar aneh dan terlihat tidak mungkin, prosedur ini dilakukan oleh beberapa seniman tato di seluruh dunia. Tato mata ini bersifat permanen dan Anda tidak bisa mengembalikan warna sklera mata Anda menjadi normal lagi atau berwarna putih.

Tato pada kulit saja berisiko, apalagi jika tato mata

Saat membuat tato, tinta yang bersifat permanen dimasukkan ke lapisan kulit dengan menggunakan jarum. Padahal segala sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh, bukan tidak mungkin dapat memberikan risiko untuk kesehatan.

Risiko tato yang paling awal harus diketahui adalah rasa sakit atau nyeri akibat tusukan jarum. Apalagi umumnya pembuatan tato dilakukan tanpa bantuan anestesi atau obat bius. Selain itu, yang kemudian harus diperhatikan adalah infeksi pada tato, terutama karena proses membuat tato dapat dilakukan secara bebas dan tidak semuanya memiliki prosedur tindakan yang memenuhi standar kesehatan.

Jarum suntik yang digunakan mungkin saja tidak steril. Selain itu, jika tidak disimpan dengan baik, tinta yang dimasukkan ke kulit pun mungkin terkontaminasi bakteri dan terjebak di dalam kulit.

Infeksi ditandai dengan timbul ruam berwarna merah di sekitar tato, disertai demam. Pada infeksi yang lebih parah, dapat terjadi demam tinggi, menggigil, berkeringat hingga merasa kedinginan. Dibutuhkan obat antibiotik atau perawatan lain yang lebih intensif di rumah sakit.

Lantas apa saja risiko melakukan tato mata?

Berikut risiko kesehatan yang terjadi jika Anda nekat melakukan tato mata:

  • Perforasi (lubang) mata. Hal ini biasa terjadi karena sklera memiliki ketebalan kurang dari satu milimeter. Akibatnya, prosedur tato bisa merusak sklera hingga menyebabkan kebutaan.
  • Retina terpisah (retinal detachment). Retina terpisah terjadi ketika retina ditarik jauh dari posisi normal di belakang mata. Hal ini bisa menyebabkan pandangan kabur bahkan kebutaan.
  • Endoftalmitis. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan parah pada jaringan bagian dalam mata. Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga lebih dikenal dengan infeksi di dalam mata, yang bisa menyebabkan kebutaan.
  • Simpatik oftalmia. Respons peradangan autoimun yang mempengaruhi kedua mata dan dapat menyebabkan kebutaan. Kondisi ini cenderung terjadi ketika mata mengalami trauma karena ada sesuatu yang menembus mata bagian dalam.
  • Infeksi virus. Penularan virus misalnya hepatitis B dan C, dan HIV ini terjadi melalui darah yang ditularkan dari peralatan yang tidak dibersihkan dengan benar.
  • Perdarahan dan infeksi di tempat suntikan.
  • Reaksi buruk seperti alergi parah terhadap tinta tato.
  • Lebih peka terhadap cahaya. Anda mungkin akan lebih gampang pusing atau sakit mata ketika melihat sinar yang silau.
  • Diagnosis kondisi medis tertunda yang belum terlihat dalam jangka panjang.

Sederhananya, tingkat kebutaan Anda akan semakin meningkat bahkan kemungkinan besar akan terjadi jika Anda melakukan tato mata. Tentu tidak sebanding jika Anda nantinya kehilangan penglihatan. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit