home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Operasi Ptosis untuk Meninggikan Kelopak Mata, Seperti Apa Prosedur dan Risikonya?

Operasi Ptosis untuk Meninggikan Kelopak Mata, Seperti Apa Prosedur dan Risikonya?

Operasi ptosis adalah prosedur medis untuk mengangkat kelopak mata dengan mengencangkan otot-otot di sekitar bagian atas mata. Semakin bertambahnya usia, otot mata manusia akan semakin mengendur sehingga membuat kelopak mata menjadi turun. Penurunan kelopak mata ini dapat memengaruhi kemampuan penglihatan. Oleh karena itu, operasi ptosis dapat menjadi cara yang efektif untuk memperbaiki penglihatan seseorang.

Operasi sebagai cara memperbaiki mata ptosis

Ptosis

Ptosis adalah kondisi menurunnya kelopak mata hingga menghalangi sebagian pandangan.

Penurunan kelopak mata yang dialami bisa menutupi sedikit, setengah, atau bahkan hampir seluruh penglihatan.

Selain karena bertambahnya usia, berbagai hal dapat menjadi penyebab dari ptosis pada mata seperti gangguan otot mata, pelemahan otot di sekitar kelopak mata, atau kelainan bentuk mata sejak lahir.

Pada anak-anak, ptosis bahkan bisa disertai dengan penyakit mata tertentu seperti gangguan pergerakan bola mata, mata malas (amblyopia), dan mata silinder.

Operasi plastik dapat menjadi cara memperbaiki ptosis, terutama ketika kondisi ini sudah sangat mengurangi kemampuan penglihatan.

Selama operasi berlangsung, dokter akan mengencangkan otot-otot di sekitar kelopak mata untuk meninggikan posisi kelopak mata. Dengan begitu, kelopak mata tidak lagi menutupi pandangan.

Berdasarkan informasi dalam NYU Langone Health, terdapat tiga metoda perbaikan posisi kelopak mata untuk pstosis yaitu:

  • pengencangan otot levator,
  • pemendekan otot levator atau otot Mueller, dan
  • penambahan sling.

Ahli yang bertanggung jawab melakukan operasi ptosis adalah dokter mata (optamologis) yang memiliki spesialiasi dalam pembedahan mata.

Siapa yang perlu melakukan operasi ptosis?

Dokter akan menganjurkan pasien yang mengalami kondisi berikut untuk melakukan operasi ptosis.

  • Kelopak mata terlalu turun sehingga membatasi pandangan.
  • Tinggi kelopak mata terlalu rendah sehingga menyulitkan pasien lanjut usia melihat dengan jelas.
  • Salah satu kelopak mata tingginya lebih rendah dibandingkan kelopak mata yang lain sehingga menganggu penglihatan atau timbul kelainan refraksi.

Selain untuk kepentingan kesehatan, operasi ptosis sering dimanfaatkan sebagai prosedur kecantikan untuk merubah bentuk kelopak mata.

Operasi ptosis dapat memberikan efek antipenuaan dan menghilangkan kerutan di sekitar mata.

Beberapa orang dengan tinggi kelopak yang berbeda di salah satu mata bisa melakukan operasi untuk mengoreksi bentuk kelopak sehingga lebih simetris.

Seperti apa prosedur operasi ptosis?

Operasi kelopak mata

Operasi perbaikan kelopak mata umumnya dilakukan dalam pengaruh bius lokal di sekitar mata.

Prosedur ini bisa berlangsung selama 45-90 menit, tergantung dengan kondisi kelopak mata yang perlu diperbaiki.

Pada kasus yang parah, dokter tidak hanya melakukan sedikir penyesuai sehingga memakan waktu lebih lama, begitu pun saat operasi dilakukan pada kedua mata.

Persiapan

Sebelum melakukan operasi, Anda perlu menjalani pemeriksaan mata lengkap.

Pada anak-anak, dokter perlu melakukan pemeriksaan mata dalam jangka panjang sebelum benar-benar memutuskan bahwa operasi perlu dilaksanakan.

Penting bagi Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai manfaat dan risiko komplikasi dari operasi ptosis.

Sampaikan juga pada dokter mengenai jenis obat-obatan yang tengah Anda konsumsi, termasuk suplemen dan obat-obatan herbal.

Dokter biasanya akan meminta Anda menghentikan konsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin, guna mencegah risiko gangguan perdarahan.

Proses

Pada kasus yang ringan, dokter bedah mata akan menyesuaikan tinggi kelopak mata sesuai posisi yang diinginkan dengan mengencangkan otot levator.

Ototo levator adalah jenis otot yang bekerja untuk menggerakan kelopak mata.

Namun, beberapa kondisi bisa membutuhkan metode operasi yang berbeda. Berikut ini adalah tiga metode yang bisa dilakukan dalam operasi ptosis.

1. Pengencangan otot levator

Metode ini bisa diterapkan pada pasien dengan fungsi otot levator yang cukup kuat.

Dokter bedah akan mengubah posisi otot levator dengan cara meletakkannya ke tarsus, yaitu jaringan ikat di kelopak mata.

Operasi ptosis dengan metode ini biasanya menghasilkan kelopak mata yang lebih tinggi sehingga Anda melihat lebih baik. Hasil operasi juga memberikan bentuk kelopak mata yang lebih menarik.

2. Pemendekan otot kelopak mata

Pada prosedur ini, dokter akan membalikkan kelopak mata ke dalam.

Dokter juga akan memendekkan otot levator atau Mueller, yakni otot yang juga berperan dalam mengangkat kelopak mata, dari bagian dalam kelopak.

Jika hanya sedikit bagian kelopak yang perlu dinaikkan, dokter biasanya akan memotong otot Mueller.

Sebaliknya, dokter akan memendekan otot levator ketika kelopak mata perlu dinaikkan lebih tinggi.

3. Pemasangan sling

Jika fungsi otot kelopak mata lemah, dokter harus mengatur posisi kelopak dengan menempatkan alat berupa sling.

Pada metode operasi ptosis ini, dokter akan menempelkan kelopak mata atas ke otot frontalis, yaitu otot yang berada tepat di atas alis.

Untuk melakukannya, dokter akan memasangkan sling berbentuk batang silikon kecil yang melewati bagian bawah kelopak mata.

Alat ini akan menghubungkan kelopak mata ke otot frontalis sehingga memungkinkan otot dahi cukup kuat mengangkat kelopak mata lebih tinggi.

Pemulihan

Setelah operasi selesai, dokter biasanya memperbolehkan Anda pulang dalam beberapa jam.

Anda mungkin akan kesulitan untuk menutup mata atau menurunkan kelopak sehingga mata rentan kering.

Kondisi tersebut merupakan efek samping pascaoperasi ptosis yang umum dialami baik anak-anak maupun orang dewasa.

Selain itu, Anda bisa mengalami efek samping lain seperti:

Beberapa gejala mungkin baru bisa hilang sepenuhnya dua sampai tiga bulan kemudian.

Namun tak perlu khawatir, dokter akan memberikan obat tetes mata dan salep yang dapat menjaga mata tetap lembab selama masa pemulihan.

Obat-obatan ini juga mengurangi risiko infeksi mata yang mungkin terjadi akibat kelopak mata yang sulit menutup.

Adakah risiko komplikasi dari operasi ptosis?

Sama halnya dengan operasi mata lainnya, perbaikan posisi kelopak mata untuk ptosis juga memiliki sejumlah risiko jangka panjang, meskipun jarang terjadi.

Menurut American Academy of Ophthalmology, berikut ini adalah komplikasi dari operasi ptosis:

  • perdarahan di dalam kantung mata,
  • kelopak mata terkoreksi terlalu rendah,
  • abrasi kornea, dan
  • kelopak mata terkoreksi terlalu tinggi.

Komplikasi tersebut kemungkinan besar dapat dihindari jika menerapkan metode operasi ptosis yang tepat dan Anda pun mengikuti pelaksanaan prosedur sesuai yang dianjurkan.

Oleh karena itu, pastikan Anda menanyakan setiap informasi perihal persiapan, proses operasi, sampai tahap pemulihan.

Dokter akan menentukan jenis metode operasi kelopak mata yang paling sesuai dengan kondisi mata Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Laplant, J., Kang, J., & Cockerham, K. (2020). Ptosis repair: external levator advancement . Muüller’s muscle-conjunctiva resection – techniques and modifications. Plastic And Aesthetic Research, 2020. doi: 10.20517/2347-9264.2020.69

Robert A. Goldberg, H. (2011). Cosmetic Outcome of Posterior Approach Ptosis Surgery (An American Ophthalmological Society Thesis). Transactions Of The American Ophthalmological Society, 109, 157. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3259674/

Taherian, K., Atkinson, P., Shekarchian, M., & Scally, A. (2006). Comparative study of the subjective and objective grading of ptosis surgery outcomes. Eye, 21(5), 639-642. doi: 10.1038/sj.eye.6702296

American Academy of Opthalmology. (2021). What Is Ptosis?. Retrieved 11 June 2021, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-ptosis

American Academy of Opthalmology. (2012). Advice for Better Ptosis Surgery From Three Experts. Retrieved 11 June 2021, from https://www.aao.org/eyenet/article/advice-better-ptosis-surgery-from-three-experts

NYU Langone Health. (2021). Ptosis Surgery. Retrieved 11 June 2021, from https://nyulangone.org/conditions/ptosis/treatments/ptosis-surgery

Eye Consultants of Pennsylvania, Reading PA. (2021). Ptosis Repair, Surgery to Repair Droopy Eyelid. Retrieved 11 June 2021, from https://www.eyeconsultantsofpa.com/oculoplastic-surgery-and-facial-rejuvenation/ptosis-repair-reading-pa/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 29/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x