home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Xanthelasma, Gumpalan Lemak yang Muncul di Sekitar Kelopak Mata

Mengenal Xanthelasma, Gumpalan Lemak yang Muncul di Sekitar Kelopak Mata

Xanthelasma palpebra adalah endapan lemak yang terdapat di sudut mata dalam dekat tulang hidung. Bentuk xanthelasma berupa gumpalan kekuningan yang terlihat secara jelas dan melebar hingga ke sekitar kelopak atas dan bawah. Pada umumnya, kondisi ini berkaitan dengan kolesterol tinggi dan gangguan hati yang diturunkan dari anggota keluarga.

Namun, endapan lemak ini biasanya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan nyeri ataupun gatal pada mata. Beberapa metode medis bisa dilakukan sebagai cara menghilangkan xanthelasma, baik untuk tujuan kosmetik maupun mengatasi ketidaknyamanan di sekitar mata.

Apa saja gejala xanthelasma?

Tanda dari xanthelasma adalah munculnya bercak, plak, atau gumpalan kekuningan di kulit kelopak mata yang terletak dekat tulang hidung.

Namun, kemunculan endapan lemak ini juga bisa terdapat pada kelopak mata bawah di salah satu atau kedua mata.

Gumpalan ini bertekstur lembut dan kenyal karena terbuat dari endapan kolesterol.

Karena bentuknya nampak jelas pada wajah, kondisi ini bisa dinilai mengganggu penampilan hingga menurunkan kepercayaan diri orang yang memilikinya.

Ukuran xanthelasma biasanya tetap dan tidak berubah, tetapi pada beberapa kasus gumpalan bisa melebar. Di samping itu, gumpalan bisa tetap ada sekalipun kondisi penyebab dari xanthelasma sudah teratasi.

Xanthelasma umumnya tidak menimbulkan gejala atau keluhan pada mata. Namun, gumpalan yang melebar bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Meskipun terjadi di sekitar mata, endapan lemak ini tidak selalu mengindikasikan penyakit mata tertentu.

Hanya saja, xanthelasma bisa menjadi tanda dari penyakit jantung, gangguan kardiovaskular, atau penyakit kolesterol.

Apa penyebab munculnya gumpalan di sudut dalam kelopak?

Gejala xanthelasma

Sebagian besar orang yang mengalami xanthelasma memiliki kadar kolesterol dalam darah yang tinggi.

Kondisi kadar kolesterol yang tinggi ini berkaitan dengan hiperlipidemia yaitu penumpukan lemak akibat gangguan metabolisme lemak.

Dari penjelasan studi berjudul Xanthelasma: An Update on Treatment Modalities, faktor genetik menjadi pemicu utama dari gangguan metabolik yang menyebabkan kadar kolesterol lebih tinggi.

Akibatnya, kondisi ini bisa membentuk endapan lemak pada mata.

Pada penelitian tersebut juga diketahui bahwa endapan lemak pada mata ini biasanya mulai terbentuk ketika seseorang berusia 15-73 tahun.

Jika bentuk gumpalan mulai kentara di usia 40, xanthelasma bisa berkaitan dengan faktor keturunan.

Apa saja faktor risiko xanthelasma?

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami xanthelasma.

Faktor risiko munculnya gumpalan di sudut kelopak mata tersebut berhubungan dengan kebiasaan tidak sehat dan penyakit sistemik seperti berikut ini:

  • perempuan,
  • berusia di antara 30-50 tahun,
  • keturunan orang Asia atau Mediterania,
  • perokok aktif,
  • minum alkohol berlebihan,
  • obesitas,
  • tekanan darah tinggi,
  • diabetes,
  • kolesterol cenderung tinggi, dan
  • memiliki penyakit hati, seperti sirosis.

Kapan harus ke dokter?

Xanthelasma umumnya tidak berbahaya atau menyebabkan gangguan penglihatan apapun. Atas dasar itu, gumpalan ini biasanya tidak perlu diangkat.

Akan tetapi, Anda perlu mewaspadai keberadaan penyakit yang berhubungan dengan kadar kolesterol dan kesehatan jantung.

Anda sebaiknya segera memeriksakan kadar kolesterol ke dokter sehingga dapat menentukan apakah perlu menjalani pengobatan atau tidak.

Apa pemeriksaan yang dilakukan terkait kondisi ini?

Dokter akan memeriksa gumpalan yang terdapat pada kelopak mata guna memastikan apakah benar merupakan endapan lemak atau bukan.

Setelah itu, dokter akan mengecek kadar kolesterol pasien untuk menentukan jika gumpalan yang diduga sebagai xanthelasma ini berhubungan dengan kadar kolesterol yang tinggi.

Jika hasil pemeriksaan di atas batas kolesterol normal, dokter akan melakukan tes lanjutan seperti pengecekan kondisi jantung dan tes darah.

Petugas medis akan mengambil sampel darah Anda, kemudian menganalisisnya lebih lanjut di laboratorium.

Apa pengobatan untuk xanthelasma?

operasi kelopak mata blesfaroplasti

Secara umum, xanthelasma tidak berbahaya sehingga tidak diperlukan pengobatan khusus untuk menghilangkan endapan lemak ini.

Namun, beberapa orang bisa merasa keberadaan gumpalan pada kelopak mata bisa mengganggu penampilan.

Dokter pun mungkin menyarankan Anda untuk melakukan pengobatan ketika xanthelasma berisiko menyebabkan komplikasi.

Berikut ini adalah pilihan pengobatan medis untuk mengatasi endapan lemak di kelopak mata.

1. Operasi laser

Jenis operasi lasik mata dengan teknik CO2 refraksional bisa efektif menghilangkan gumpalan lemak di sekitar kelopak mata.

Menurut penelitian dari Creighton University School of Medicine, operasi lasik dengan teknik CO2 dapat menghapus gumpalan xanthelasma tanpa meninggalkan bekas dan minim efek samping.

2. Krioterapi

Pengobatan untuk xanthelasma ini melibatkan pembekuan endapan lemak dengan cairan nitrogen dan bahan kimia lainnya. Setelah dibekukan, endapat lemak di mata tersebut akan hancur.

3. Operasi kelopak mata

Blefaroplasti atau operasi plastik di kelopak mata dapat mengangkat penumpukan lemak yang membentuk gumpalan di sekitar kelopak mata.

4. Radiofrequency advanced electrolysis (RAF)

Teknik RAF yang mengandalkan pancaran radiasi bisa menghilangkan atau mengurangi gumpalan lemak dengan efektif.

5. Eksfoliasi kimia

Larutan kimia tertentu dapat digunakan untuk mengikis endapan xanthelasma. Cara pengobatan ini termasuk yang paling sederhana dibandingkan prosedur medis lainnya.

6. Konsumsi obat-obatan

Dokter bisa meresepkan obat-obatan penurun kolesterol jika diduga penyebab utama dari xanthelasma adalah kadar kolesterol yang tinggi.

Jenis obat kolesterol adalah obat golongan statin seperti rosuvastatin, lovastatin, dan simvastatin.

7. Menjaga kadar kolesterol

Untuk melengkapi pengobatan, Anda juga perlu menurunkan atau menjaga kolesterol dalam batas normal melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kolesterol.

  • Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Berolahraga secara rutin setidaknya 30 menit selama beberapa hari dalam seminggu.
  • Kurangi makan makanan tinggi lemak jenuh seperti yang terdapat pada minyak sayur dan mentega.

Meskipun minum obat-obatan dan menjaga kadar kolesterol terkendali, xanthelasma bisa saja tidak hilang sepenuhnya.

Operasi atau prosedur medis yang lebih kompleks memang merupakan cara paling efektif untuk menghilangkan endapan lemak pada kelopak mata.

Adakah komplikasi yang mungkin terjadi dari kondisi ini?

Karena umumnya tidak berbahaya, kecil kemungkinan xanthelasma berkembang menyebabkan penyakit tertentu.

Namun, kondisi ini bisa menandakan kolesterol tinggi yang bisa memicu penumpukan plak di pembuluh darah. Hal ini bisa menyebabkan penyumbatan yang memicu serangan jantung dan stroke.

Bisakah mencegah endapan lemak di kelopak mata?

Kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu pembentukan xanthelasma.

Oleh karena itu, untuk mencegah kondisi, Anda perlu mengontrol kadar kolesterol sehingga tidak melonjak naik.

  • Hindari makanan atau minuman yang tinggi lemak jenuh, beralihlah mengonsumsi makanan yang mengandung lemak baik seperti ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Seimbangkan nutrisi harian dengan meningkatkan konsumsi serat dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
  • Kurangi konsumsi minuman beralkohol.
  • Olahraga secara rutin.

Apabila mengalami tanda-tanda yang menunjukkan xanthelasma disertai dengan gejala kolesterol tinggi, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

Pemeriksaan medis akan menentukan penanganan yang tepat untuk kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Laftah, Z., & Al-Niaimi, F. (2018). Xanthelasma: An update on treatment modalities. Journal Of Cutaneous And Aesthetic Surgery, 11(1), 1. doi: 10.4103/jcas.jcas_56_17

Tang, S., Wu, R., & Bhaijee, F. (2014). Gastric Xanthelasma, Xanthoma, and Xanthomatosis. Video Journal And Encyclopedia Of GI Endoscopy, 1(3-4), 625-627. doi: 10.1016/j.vjgien.2013.03.003

Nguyen, A., Vaudreuil, A., & Huerter, C. (2017). Systematic review of laser therapy in xanthelasma palpebrarum. International Journal Of Dermatology, 56(3), e47-e55. doi: 10.1111/ijd.13534

Esmat, S., Elramly, A., Abdel Halim, D., Gawdat, H., & Taha, H. (2014). Fractional CO2 Laser Is an Effective Therapeutic Modality for Xanthelasma Palpebrarum. Dermatologic Surgery, 40(12), 1349-1355. doi: 10.1097/dss.0000000000000172

The American Osteopathic College of Dermatology. (n.d.). Xanthelasma. Retrieved 15 June 2021, from https://www.aocd.org/page/Xanthelasma

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 26/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x