home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Arcus Senilis, Munculnya Lingkaran Putih pada Mata

Arcus Senilis, Munculnya Lingkaran Putih pada Mata

Arcus senilis disebut juga dengan arcus senilis corneae atau arkus kornea merupakan salah satu efek kolesterol tinggi pada mata. Meskipun kondisi ini tidak berbahaya dan tidak mengganggu penglihatan, bila terjadi pada usia yang relatif mudah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut.

Apa itu arcus senilis?

arcus senilis
Sumber: Science Photo Library

Arkus kornea adalah kondisi yang ditandai dengan adanya semacam cincin berwarna putih, abu-abu muda, atau biru di sekeliling lingkaran mata yang berwarna (kornea).

Kornea biasanya jernih dan memungkinkan warna iris di bawahnya terlihat.

Namun, adanya cincin ini membuat seolah-olah iris mata Anda memiliki dua warna yang berbeda. Padahal sebenarnya itu adalah perubahan warna pada kornea.

Gejala awalnya kondisi ini biasanya dimulai dengan munculnya semacam lengkungan kecil di tepi bagian atas dan bawah kornea.

Kemudian perlahan-lahan, lengkungan ini terhubung sehingga terbentuk cincin yang melingkari seluruh tepian kornea.

Kondisi ini tidak mengakibatkan penurunan fungsi mata sehingga cenderung tidak berbahaya.

Akan tetapi, pada orang yang memiliki riwayat hiperkolesterolemia dalam keluarga sebaiknya mewaspadai kondisi ini.

Apa penyebab arcus senilis?

Arkus kornea senilis terbentuk oleh sisa zat lemak (lipid) atau kolesterol dalam tubuh.

Biasanya, kondisi ini wajar dialami oleh orang lanjut usia karena faktor penuaan dan tidak ada kaitannya dengan kadar kolesterol tinggi.

Meski begitu, arcus senilis juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda.

Ini biasanya menandakan Anda memiliki kolesterol atau trigliserida tinggi yang bersifat menurun dalam keluarga (familial hyperlipidemia).

Pada orang dengan hiperlipidemia familial, lengkungan atau cincin ini biasanya terjadi sebelum usia 45 tahun.

Kondisi ini dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Siapa saja yang lebih berisiko mengalami arcus senilis?

penyakit kulit pada lansia

Arkus kornea umum terjadi pada orang-orang seiring bertambahnya usia. Jika cincin ini mulai muncul di usia paruh baya atau lebih, biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hampir setiap orang di usia lanjut pada akhirnya akan mengalami arkus kornea. Hal ini paling sering terjadi pada pria yang memiliki ras Afrika Amerika.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kolesterol tinggi, Anda akan lebih berisiko mengalami arkus kornea senilis.

Namun, bila kondisi ini baru muncul di usia paruh baya atau lebih, bukan berarti Anda memiliki kolesterol tinggi, melansir situs American Academy of Ophthalmology (AAO).

Bagaimana bila di usia anak-anak muncul cincin kornea di sekitar mata?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, arcus senilis biasanya dialami di usia lansia atau jelang 45 tahun.

Namun, ternyata terdapat kondisi di mana seseorang sudah memiliki cincin ini sejak masa kanak-kanak.

Melansir AAO, cincin berwarna putih di sekitar kornea mata di masa anak-anak disebut dengan arcus juvenilis.

Berbeda dengan arcus senilis, arcus juvenilis bisa menjadi pertanda komplikasi kolesterol tinggi atau masalah kesehatan lainnya.

Anak-anak atau dewasa muda yang mengalami kondisi ini sebaiknya berkonsultasi ke dokter mata untuk melakukan pemeriksaan.

Di samping itu, beberapa bayi baru lahir mungkin memiliki rona kebiruan pada sklera (bagian putih mata). Ini dapat terlihat seperti cincin kornea.

Bedanya, sklera tipis tersebut memungkinkan struktur di bawahnya terlihat.

Kondisi ini biasanya terjadi karena struktur mata bayi belum terbentuk dengan sempurna. Hal ini bukanlah masalah dan bukan merupakan arcus juvenilis.

Seiring dengan bertambahnya usia, cincin kebiruan tersebut biasanya akan menghilang.

Bagaimana penanganan arcus senilis?

survei pemeriksaan mata

Kondisi arkus kornea senilis dapat didiagnosis dengan cukup mudah saat melakukan pemeriksaan mata di dokter spesialis.

Dokter hanya akan memeriksa mata Anda atau terkadang menggunakan alat mikroskop slit-lamp bila diperlukan.

Kondisi ini tidak memiliki gejala dan tidak menyebabkan masalah penglihatan sehingga tidak diperlukan pengobatan khusus.

Namun, bila kondisi ini disebabkan oleh kadar kolesterol tinggi, Anda mungkin perlu mengontrol asupan kolesterol.

Tujuannya untuk mencegah risiko terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.

Meski begitu, menurut Gary S Hirshfield MD pada situs AAO, arkus kornea tidak dapat dihilangkan begitu saja dengan melakukan diet rendah kolesterol.

Anda mungkin memerlukan operasi mata untuk menutupnya agar tidak terlihat. Tindakan ini disebut juga dengan tato kornea.

Meski begitu, operasi bukanlah tindakan yang direkomendasikan. Ini karena arcus senilis tidak mengganggu penglihatan dan operasi hanya bertujuan untuk memperbaiki penampilan mata saja.

Bila merasa terganggu dengan penampilan mata Anda, tanyakan pada dokter apakah boleh menggunakan lensa kontak untuk menutupinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Arcus Senilis?. (2019). Retrieved 9 November 2021, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-arcus-senilis

Munjal, A., & Kaufman, E. (2021). Arcus Senilis. Retrieved 9 November 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554370/

Arcus senilis: A sign of high cholesterol?. (2021). Retrieved 9 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/expert-answers/arcus-senilis/faq-20058306

Is there a treatment for reversal of the cholesterol in my eyes?. (2014). Retrieved 9 November 2021, from https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/arcus-senilis-red-veins

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto