home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Neuritis Optik (Optic Neuritis)

Definisi neuritis optik|Tanda-tanda dan gejala neuritis optik|Penyebab neuritis optik|Faktor-faktor risiko neuritis optik|Diagnosis dan pengobatan|Pencegahan neuritis optik
Neuritis Optik (Optic Neuritis)

Definisi neuritis optik

Neuritis optik adalah gangguan peradangan yang terjadi pada saraf mata atau saraf optik. Fungsi dari saraf optik sendiri adalah mengirimkan sinyal cahaya dari mata menuju otak agar Anda dapat melihat.

Apabila saraf optik mengalami masalah seperti infeksi, peradangan, atau bahkan kerusakan, hal ini tentunya dapat memengaruhi penglihatan penderitanya.

Penglihatan tak hanya menjadi kabur atau buram, namun juga timbul rasa nyeri pada salah satu atau kedua mata.

Kondisi ini banyak ditemukan pada orang-orang dengan multiple sclerosis (MS), salah penyakit yang menyerang sistem imun tubuh.

Umumnya, neuritis optik merupakan kondisi yang dapat hilang dengan sendirinya dan tidak selalu membutuhkan pengobatan. Obat seperti kortikosteroid dapat membantu mempercepat pemulihan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Neuritis optik adalah kondisi yang cukup umum. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada wanita dibanding pria, dengan perbandingan 3:1.

Kasus kejadian kondisi ini lebih banyak terjadi pada pasien dalam rentang usia 14 hingga 45 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan anak-anak bisa mengalaminya.

Kejadian pada anak-anak terjadi 60% pada anak perempuan pada usia rata-rata 9 atau 10 tahun. Pasien yang mengalami gangguan pada satu sisi memiliki risiko lebih tinggi terhadap risiko tanda-tanda dan gejala atau komplikasi dini.

Neuritis optik dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko dan penting untuk mengetahui bahwa sekitar 1 dari 3 orang yang mengalami kondisi tersebut akan mengalaminya lagi di kemudian hari.

Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai risiko atau peluang terkena penyakit ini.

Tanda-tanda dan gejala neuritis optik

Tanda-tanda dan gejala neuritis optik mungkin dapat bervariasi pada masing-masing penderita. Namun, biasanya gejala yang paling terasa adalah nyeri saat mata digerakkan.

Kondisi ini biasanya terjadi pada salah satu mata dan jarang terjadi pada kedua mata. Serangan nyeri biasanya akan memburuk dalam beberapa jam atau hari.

Biasanya, kondisi ini bersifat akut atau sub-akut, di mana perkembangan gejala bisa terjadi dalam beberapa hari hingga 2 minggu.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala yang umum terjadi:

  • Penurunan ketajaman penglihatan
  • Penurunan penglihatan warna
  • Sakit saat menggerakan mata
  • Penurunan kemampuan melihat, yang mungkin berlangsung selama 7 hingga 10 hari

Gejala lainnya yang lebih jarang terjadi meliputi:

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini dari memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya.

Oleh karena itu, bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab neuritis optik

Neuritis optik adalah kondisi yang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Sebagian besar kasusnya bersifat idiopatik, yang artinya tidak ada penyakit lain yang mendasarinya.

Para ahli meyakini bahwa kondisi ini terjadi karena sistem imun tubuh menyerang jaringan yang ada di dalam tubuh sendiri sehingga peradangan terjadi.

Dalam kasus neuritis optik, peradangan dan kerusakan terjadi pada myelin, lapisan yang menyelimuti saraf optik. Myelin berfungsi mengantarkan sinyal cahaya dari mata ke otak sehingga Anda dapat melihat.

Jika peradangan terjadi pada myelin, hal ini dapat menghambat jalannya proses pengolahan cahaya menjadi visual sehingga penglihatan pun terganggu.

Sering kali kondisi ini terjadi bersamaan dengan adanya multiple sclerosis atau MS. MS adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat dan otak.

Menurut Mayo Clinic, neuritis optik bisa jadi merupakan salah satu gejala awal multiple sclerosis.

Tak hanya MS, peradangan pada myelin saraf optik juga banyak ditemukan pada kondisi lain, seperti:

1. Neuromyelitis optica

Neuromyelitis optica adalah peradangan yang mengenai saraf optik dan saraf tulang belakang. Kondisi ini mirip dengan multiple sclerosis.

Yang membedakan neuromyelitis optica dengan MS adalah, kondisi ini tidak menyebabkan kerusakan di otak separah yang ditimbulkan oleh multiple sclerosis.

2. Kelainan antibodi myelin oligodendrocyte glycoprotein (MOG)

Kondisi ini juga diduga kuat menjadi salah satu pemicu neuritis optik.

Pasalnya, kelainan antibodi MOG juga menyebabkan peradangan pada saraf optik, saraf tulang belakang, atau otak.

Namun, biasanya peradangan saraf optik akibat kelainan antibodi MOG lebih cepat pulih dibanding dengan yang disebabkan oleh neuromyelitis optica.

3. Infeksi

Infeksi bakteri seperti penyakit Lyme, sifilis, atau infeksi virus seperti campak, gondongan, dan herpes, juga dapat memicu terjadinya kondisi ini.

Hal ini diduga karena infeksi virus dan bakteri memengaruhi kinerja sistem imun tubuh Anda.

4. Penggunaan obat tertentu

Beberapa jenis obat yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu juga dapat memengaruhi sistem imun tubuh serta kemunculan neuritis optik.

Obat-obatan tersebut meliputi ethambutol (obat TBC) dan methanol.

Faktor-faktor risiko neuritis optik

Ada banyak faktor risiko untuk kondisi ini, yaitu:

  • Jenis kelamin: wanita memiliki peluang lebih besar untuk terkena peradangan saraf optik.
  • Usia: orang yang berusia 20-40 tahun lebih berisiko terkena kondisi ini.
  • Memiliki mutasi genetik: hal ini juga meningkatkan risiko Anda mengalami MS dan neuritis optik.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Dokter akan mendiagnosis neuritis optik berdasarkan hasil pemeriksaan mata, gejala-gejala, serta riwayat penyakit yang Anda miliki.

Untuk memastikan kebenaran hasil diagnosis, dokter mungkin akan meminta Anda menjalani beberapa tes kesehatan tambahan.

Berikut adalah beberapa tes yang direkomendasikan:

  • OCT scan: untuk melihat saraf-saraf di bagian belakang mata.
  • MRI atau CT scan pada otak: untuk melihat gambaran lebih mendetail pada otak.
  • Tes lapang pandang: untuk mengecek penglihatan tepi (perifer) agar penurunan penglihatan dapat terdeteksi.

Apa pengobatan untuk neuritis optik?

Seperti yang telah disebutkan di awal, beberapa kasus neuritis optik dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu obat-obatan atau terapi.

Namun, hal ini tentunya bergantung pada kondisi kesehatan serta kemungkinan adanya penyakit lain yang menjadi penyebab.

Jika peradangan saraf optik disebabkan oleh penyakit lain, dokter akan berfokus pada pengobatan penyakit tersebut.

Berikut adalah terapi yang direkomendasikan untuk mengobati radang saraf optik:

  • Suntik methylprednisolone
  • Suntik immunoglobulin
  • Interferon

Umumnya, orang-orang dengan kondisi ini akan mengalami pemulihan dalam waktu 6 hingga 12 bulan.

Namun, tak menutup kemungkinan ada kelainan penglihatan yang tidak menghilang dan bersifat permanen setelah masa pemulihan berlalu.

Pencegahan neuritis optik

Mencegah masalah pada mata bisa dilakukan dengan memelihara kesehatan mata Anda.

Anda bisa mulai mengonsumsi makanan yang sehat untuk mata, seperti yang mengandung vitamin A, antioksidan, serta asam lemak omega-3.

Mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok juga dapat berdampak positif pada kesehatan mata Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Optic neuritis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved May 31, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/optic-neuritis/symptoms-causes/syc-20354953 

Optic Neuritis – Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Retrieved May 31, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/optic-neuritis 

Boyd, K. (2020). What Is Optic Neuritis? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved May 31, 2021, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-optic-neuritis 

Multiple sclerosis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved May 31, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/multiple-sclerosis/symptoms-causes/syc-20350269 

Saxena, R., Misra, R., Phuljhele, S., & Menon, V. (2011). Management of optic neuritis. Indian Journal Of Ophthalmology, 59(2), 117. https://doi.org/10.4103/0301-4738.77020 

Pau, D., Al Zubidi, N., Yalamanchili, S., Plant, G., & Lee, A. (2011). Optic neuritis. Eye, 25(7), 833-842. https://doi.org/10.1038/eye.2011.81

Wilhelm, H., & Schabet, M. (2015). The Diagnosis and Treatment of Optic Neuritis. Deutsches Arzteblatt international, 112(37), 616–626. https://doi.org/10.3238/arztebl.2015.0616

Kale N. (2016). Optic neuritis as an early sign of multiple sclerosis. Eye and brain, 8, 195–202. https://doi.org/10.2147/EB.S54131

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 31/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x