home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Katarak Selain Penuaan yang Perlu Anda Waspadai

5 Penyebab Katarak Selain Penuaan yang Perlu Anda Waspadai

Katarak merupakan salah satu penyakit degeneratif pada mata yang paling sering kita temui. Pada usia kurang lebih 60 tahun, biasanya katarak mulai terbentuk secara alamiah akibat proses penuaan. Namun, tahukah Anda bahwa katarak juga dapat disebabkan oleh hal lain? Katarak karena penyebab tertentu bahkan juga bisa menyerang anak-anak. Lebih jelasnya, mari simak lima penyakit penyebab katarak pada mata berikut ini.

Apa yang terjadi pada mata katarak?

Katarak adalah segala bentuk kekeruhan pada lensa mata yang dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal. Proses penuaan merupakan penyebab katarak yang paling umum, di mana 50 persen pengidapnya berasal dari kelompok usia 65 hingga 74 tahun. Sedangkan kelompok usia lebih dari 75 tahun peluangnya mengalami katarak meningkat hingga 70 persen.

Kekeruhan yang terjadi pada lensa mata disebabkan oleh adanya tumpukan protein pada lensa yang menyebabkan sinar atau cahaya yang masuk melewati lensa menjadi buyar. Karena itu, semakin sedikit cahaya yang berhasil mencapai retina. Tumpukan protein juga membuat lensa jadi berwarna kuning kecokelatan.

Oleh karena itulah penglihatan orang-orang yang memiliki katarak menjadi buram dan cenderung berwarna kekuningan atau kecokelatan.

Penyebab katarak selain penuaan

Seperti yang telah dibahas, penyebab katarak paling utama adalah proses penuaan. Namun selain itu, beberapa penyebab lain juga dapat menyebabkan atau memicu timbulnya katarak pada mata. Di antaranya adalah penyakit diabetes, kelainan genetik, galaktosemia, infeksi parasit, dan trauma. Lebih jelasnya, simak pembahasan penyebab katarak berikut ini.

1. Diabetes

Pengidap diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 harus sangat berhati-hati untuk mengontrol gula darah Anda. Kadar gula darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai organ tubuh, salah satunya adalah lensa mata Anda. Ya, pengidap diabetes memiliki risiko penyakit katarak lebih cepat jika dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.

Hubungan antara diabetes dengan katarak terletak pada gula dalam darah Anda. Gula yang ada pada darah sebagian akan masuk ke lensa mata sebagai nutrisi. Ketika kadar gula darah Anda tidak terkontrol, maka kadar gula pada lensa mata pun akan meningkat. Kadar gula pada lensa yang tinggi menyebabkan air masuk ke dalam lensa sehingga lensa jadi bengkak.

Setelah itu, pada lensa mata ada enzim yang mengubah gula menjadi zat sorbitol. Sorbitol yang menumpuk dapat menyebabkan perubahan protein pada lensa sehingga lensa menjadi keruh. Perlahan-lahan katarak pun akan menyerang penglihatan Anda.

2. Trauma

Katarak juga dapat terjadi akibat trauma fisik. Trauma sendiri bisa terjadi kalau Anda mengalami cedera akibat benturan, tusukan, atau tekanan yang berlebihan di area kepala dan mata. Nah, benturan, tusukan, atau tekanan pada area mata bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan lensa di dalam mata. Kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami katarak.

3. Katarak kongenital

Katarak pada masa kanak-kanak atau childhood cataract merupakan katarak yang terbentuk pada saat lahir. Bisa juga penyakit ini baru terasa pada masa kanak-kanak atau remaja. Nah, katarak yang muncul sejak lahir disebut sebagai katarak kongenital.

Katarak kongenital biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau karena infeksi kuman yang diderita oleh ibu pada masa kehamilannya. Ada banyak jenis infeksi yang telah tercatat berpengaruh terhadap perkembangan lensa mata selama bayi tumbuh di dalam kandungan. Beberapa di antaranya yaitu virus rubella, parasit toksoplasma, cytomegalovirus, virus varicella-zoster penyebab cacar air, dan virus herpes simplex.

4. Galaktosemia

Galaktosemia adalah penyakit keturunan yang membuat tubuh bayi tidak mampu mengubah galaktosa, yaitu senyawa khusus dari karbohidrat, menjadi glukosa. Akibatnya, galaktosa menumpuk dalam darah.

Galaktosa akan diubah menjadi galaktitol, di mana keduanya akan menumpuk di dalam lensa mata. Penumpukan keduanya akan menarik air masuk ke dalam lensa mata Anda. Jika tidak segera ditangani, lensa mata akan menjadi buram.

Di antara bayi dengan galaktosemia, sekitar 75 persennya akan mengalami pembentukan katarak di kedua mata bahkan pada beberapa minggu pertamanya sejak lahir.

5. Toxocariasis

Toxocariasis adalah infeksi cacing gelang jenis Toxocara yang ditularkan dari binatang ke manusia. Cacing gelang ini biasanya berasal dari kucing atau anjing. Meskipun jarang terjadi, toxocariasis juga bisa terjadi karena Anda mengonsumsi daging hewan yang belum matang, terutama daging domba atau kelinci.

Cacing berbahaya ini bisa pindah dan bertelur pada tubuh manusia. Setelah itu, cacing ini akan menyebar ke berbagai organ tubuh manusia, termasuk mata. Pada mata manusia, infeksi cacing ini dapat menyebabkan timbulnya kekeruhan pada lensa.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Riordan-Eva, Paul, et al. Vaughan & Asbury’s General Ophthalmology. New York: McGraw-Hill Medical, 2011.

National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/cataract/cataract_facts. Diakses 23 Agustus 2017.

American Academy of Ophtalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/diabetes-cataracts Diakses 23 Agustus 2017.

NHS. http://www.nhs.uk/Conditions/Cataracts-childhood/Pages/Causes.aspx. Diakses 23 Agustus 2017.

NHS. http://www.nhs.uk/conditions/Cataracts-childhood/Pages/Introduction.aspx. Diakses 23 Agustus 2017.

CDC. https://www.cdc.gov/parasites/toxocariasis/gen_info/faqs.html. Diakses 23 Agustus 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Thendy Foraldy Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x