home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Adakah Pilihan Obat Katarak yang Ampuh Selain Operasi?

Adakah Pilihan Obat Katarak yang Ampuh Selain Operasi?

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata Anda yang seharusnya transparan menjadi berkabut. Penyebab katarak biasanya adalah penuaan. Jika tidak diobati, katarak bisa mengakibatkan kebutaan. Pengobatan katarak yang paling efektif adalah operasi pengangkatan katarak. Namun, ada anggapan yang menyebut bahwa katarak dapat sembuh tanpa operasi. Sejumlah kandungan obat tetes pun digadang-gadang bisa mengurangi efek yang disebabkan katarak. Apakah benar obat tersebut efektif untuk menyembuhkan kondisi ini? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa saja jenis obat yang disebut bisa mengatasi katarak?

Katarak

Umumnya, untuk menyembuhkan katarak Anda akan disarankan untuk melakukan operasi. Namun, dokter mungkin saja tidak langsung menganjurkan untuk menjalankan operasi apabila katarak tidak terlalu mengganggu aktivitas.

Terdapat beberapa obat tetes mata yang disebut-sebut mampu mengatasi atau mengurangi efek katarak pada penglihatan Anda. Berikut di antaranya:

1. Lanosterol

Banyak studi yang meneliti tentang pengobatan katarak dengan lanosterol. Obat ini termasuk ke dalam senyawa kimia yang disebut sterol. Sterol disebut dapat mengendalikan proses terbentuknya katarak.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan BMC Medical Genetics meneliti kemampuan lanosterol tambahan dalam mengurangi katarak pada dua anak dengan katarak bawaan pada usia dini. Penelitian itu menemukan bahwa anak dengan katarak bawaan memblokir lanosterol, yang diproduksi secara alami oleh mata, akibat mutasi genetik dalam tubuh mereka. Pemberian lanosterol tambahan diketahui dapat membantu mengurangi keparahan katarak dan meningkatkan kejernihan lensa mata.

American Optometric Association menyebutkan bahwa ilmuwan menduga lanosterol memiliki kemampuan untuk menjaga lensa mata tetap bersih dengan menghentikan pemecahan dan penggumpalan protein.

cara pakai obat tetes mata

Penelitian tersebut dilakukan pada tikus dan lensa mata manusia terkena katarak yang telah diangkat melalui operasi. Peneliti kemudian dapat mengonfirmasi bahwa lanosterol dapat menghentikan perkembangan jenis katarak yang berkaitan dengan keturunan dan katarak terkait usia pada tikus.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa lanosterol dapat menghentikan penggumpalan pada protein lensa manusia. Ini membuat lensa mata menjadi kembali transparan.

Meskipun begitu, penelitian yang dipublikasikan oleh Scientific Reports pada tahun 2019 justru menyatakan sebaliknya. Penelitian tersebut tidak memberikan bukti bahwa senyawa lanosterol memiliki aktivitas anti-katarak atau dapat mengikat protein untuk melarutkan katarak.

Kesimpulannya, senyawa kimia yang diklaim sebagai obat katarak ini belum secara jelas terbukti dapat menyembuhkan kondisi tersebut. Dibutuhkan penelitian lanjutan untuk menguji sejauh mana lanosterol efektif sebagai obat katarak.

2. N-acetylcarnosine (NAC)

N-acetylcarnosine (NAC) juga diklaim dapat menjadi obat katarak tanpa operasi. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menemukan seberapa efektif senyawa kimia ini dalam mengatasi katarak.

Penelitian yang dipublikasikan oleh Drugs In R & D pada tahun 2002 bertujuan untuk meneliti efek 1% N-acetylcarnosine (NAC) pada kejernihan lensa selama 6 dan 24 bulan pada pasien dengan katarak.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa manfaat terlihat pada pengobatan selama 24 bulan. Pasien katarak tidak menunjukkan perburukan penglihatan. Senyawa yang digadang-gadang sebagai obat katarak ini pun tidak menunjukkan efek samping.

Penelitian itu kemudian menyimpulkan bahwa N-acetylcarnosine (NAC) berpotensi menjadi bagian dari perawatan dan pencegahan katarak.

Meskipun begitu, penelitian yang dipublikasikan oleh Cochrane Database of Systematic Reviews menyimpulkan tidak ada bukti bahwa N-acetylcarnosine (NAC) dapat menyembuhkan katarak. Senyawa kimia tersebut juga tidak terbukti dapat mencegah perkembangan katarak, dalam hal ini perubahan fisik menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Kesimpulannya, sama seperti lanosterol, N-acetylcarnosine (NAC) juga tidak terbukti efektif sebagai obat alternatif katarak selain operasi. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mencari bukti yang lebih nyata.

3. Obat herbal

tanaman herbal obat kanker

Lensa yang tidak lagi transparan dapat dipicu oleh radikal bebas yang menyebabkan perubahan protein dan mengakibatkan katarak. Beberapa produk tumbuhan disebut-sebut dapat mencegah proses tersebut, sehingga menunda terbentuknya kabut pada lensa yang transparan.

Senyawa alami yang mengandung antioksidan dan anti-inflamasi disebut-sebut boleh dipandang sebagai agen antikatarak. Namun, tidak semua tanaman yang memiliki kandungan antioksidan berpotensi memiliki sifat antikatarak.

Studi yang dipublikasikan oleh Frontiers in Pharmacology memaparkan tentang berapa banyak tanaman obat yang dianggap sebagai obat alami katarak. Penelitian itu menganalisis lebih dari 120 makalah dan menemukan bahwa terdapat sekitar 44 tahaman obat digunakan dalam pengobatan tradisional katarak sebagai obat alami.

Meskipun terdapat banyak tanaman yang “katanya” bisa menjadi obat alami untuk katarak, kemanjurannya belum pernah diperiksa. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut guna mencari tahu seberapa ampuh obat-obatan tersebut dapat menyembuhkan katarak tanpa operasi beserta efek samping yang mungkin muncul.

Operasi merupakan obat katarak paling efektif

Penjelasan di atas menyimpulkan bahwa operasi pengangkatan katarak merupakan obat yang paling manjur dalam mengatasi katarak. Operasi ini dilakukan untuk memperbaiki penglihatan Anda yang terganggu akibat katarak.

Dikutip dari Mayo Clinic, operasi katarak juga direkomendasikan jika katarak membuat dokter mata Anda kesulitan memeriksa kondisi mata Anda yang lain.

persiapan operasi katarak

Meskipun begitu, menunda prosedur ini biasanya tidak membahayakan, sehingga Anda dapat memiliki waktu untuk menimbang-nimbang apakah ingin mengangkat katarak atau tidak. Jika katarak sudah mengganggu kegiatan Anda sehari-hari, operasi adalah obat yang paling efektif.

Setelah melakukan prosedur operasi katarak, Anda biasanya diberikan obat untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan pada mata. Obat-obatan tersebut meliputi:

  • Fenilefrin, yang bekerja pada otot pada iris
  • Tropicamide, untuk relaksasi sfingter pupil (otot yang melingkari tepi pupil)
  • Cyclopentolate, untuk memblokir kontraksi otot sfingter pupil
  • Atropine, untuk memblokir kontraksi otot sfingter pupil

Biasanya, Anda diperbolehkan untuk pulang pada hari yang sama dengan operasi katarak Anda. Namun, dokter mungkin akan membatasi aktivitas Anda, sekitar seminggu setelah operasi, untuk pemulihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Could eye drops be an alternative treatment to cataract surgery?. (2020). Retrieved 8 September 2020, from https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/diseases-and-conditions/could-eye-drops-be-an-alternative-treatment-to-cataract-surgery?sso=y

Eye Drops Could Clear Up Cataracts Using Newly Identified Chemical. (2015). Retrieved 8 September 2020, from https://www.ucsf.edu/news/2015/11/176886/eye-drops-could-clear-cataracts-using-newly-identified-chemical

Shen, X., Zhu, M., Kang, L., Tu, Y., Li, L., & Zhang, R. et al. (2018). Lanosterol Synthase Pathway Alleviates Lens Opacity in Age-Related Cortical Cataract. Journal Of Ophthalmology, 2018, 1-9. doi: 10.1155/2018/4125893

Zhao, L., Chen, X., Zhu, J., Xi, Y., Yang, X., & Hu, L. et al. (2015). Lanosterol reverses protein aggregation in cataracts. Nature, 523(7562), 607-611. doi: 10.1038/nature14650

Song, Z., Si, N., & Xiao, W. (2018). A novel mutation in the CRYAA gene associated with congenital cataract and microphthalmia in a Chinese family. BMC Medical Genetics, 19(1). doi: 10.1186/s12881-018-0695-5

Daszynski, D., Santhoshkumar, P., Phadte, A., Sharma, K., Zhong, H., Lou, M., & Kador, P. (2019). Failure of Oxysterols Such as Lanosterol to Restore Lens Clarity from Cataracts. Scientific Reports, 9(1). doi: 10.1038/s41598-019-44676-4

Babizhayev, M., Deyev, A., Yermakova, V., Semiletov, Y., Davydova, N., & Doroshenko, V. et al. (2002). Efficacy of N-Acetylcarnosine in the Treatment of Cataracts. Drugs In R & D, 3(2), 87-103. doi: 10.2165/00126839-200203020-00004

Dubois, V., & Bastawrous, A. (2017). N-acetylcarnosine (NAC) drops for age-related cataract. Cochrane Database Of Systematic Reviews. doi: 10.1002/14651858.cd009493.pub2

Tewari, D., Samoilă, O., Gocan, D., Mocan, A., Moldovan, C., & Devkota, H. et al. (2019). Medicinal Plants and Natural Products Used in Cataract Management. Frontiers In Pharmacology, 10. doi: 10.3389/fphar.2019.00466

Gonzalez-Gonzalez, L., Grob, S., & Daly, M. (2014). Management of mydriasis and pain in cataract and intraocular lens surgery: review of current medications and future directions. Clinical Ophthalmology, 1281. doi: 10.2147/opth.s47569

Foto Penulis
Ditulis oleh Fajarina Nurin pada 07/12/2020
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x