home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pasca Operasi Katarak, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Pasca Operasi Katarak, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Operasi katarak disebut sebagai pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi katarak. Umumnya, prosedur ini berjalan singkat dan minim risiko komplikasi. Meskipun begitu, beberapa efek samping mungkin dapat Anda alami pasca menjalani prosedur operasi katarak. Anda juga perlu memperhatikan perawatan serta hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah operasi katarak. Lebih lengkap, simak penjelasannya berikut ini.

Bagaimana proses pemulihan pasca operasi katarak?

penyakit penyebab katarak

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata Anda yang seharusnya transparan menjadi keruh dan membuat pandangan berkabut. Penyebab katarak yang paling umum adalah penuaan.

Operasi katarak merupakan prosedur penggantian lensa mata yang berkabut dengan lensa buatan sehingga penglihatan bisa kembali jernih. Dikutip dari Mayo Clinic, prosedur ini berhasil mengembalikan penglihatan sebagian besar pasien katarak.

Pasca operasi, gejala katarak yang Anda alami akan mulai membaik dalam beberapa hari. Namun, penglihatan Anda mungkin masih akan tampak kabur pada masa awal pemulihan setelah operasi. Ini adalah hal yang normal.

Dokter mata Anda akan memantau proses pemulihan pasca operasi katarak. Oleh karena itu, Anda mungkin akan mengunjungi dokter mata beberapa kali, biasanya satu hari, satu minggu, satu bulan, dua bulan, dan enam bulan pasca operasi katarak.

Pada setiap pertemuan setelah menjalani operasi katarak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Memeriksa mata
  • Menguji ketajaman penglihatan
  • Mengukur tekanan bola mata
  • Menentukan resep kacamata jika dibutuhkan

Selama beberapa minggu, Anda dianjurkan memakai obat tetes mata antibiotik dan antiradang beberapa kali sehari untuk mencegah infeksi dan mengurangi peradangan. Selama sekitar satu minggu setelah operasi, Anda dianjurkan mengenakan pelindung mata saat tidur.

Apa saja risiko yang dapat muncul pasca operasi katarak?

Operasi Katarak

Komplikasi pasca operasi katarak tergolong tidak umum dan, jika ada, kondisinya bisa ditangani dengan cepat. Berikut ini risiko atau efek samping yang mungkin terjadi setelah operasi katarak:

  • Peradangan
  • Infeksi
  • Berdarah
  • Pembengkakan
  • Kelopak mata terkulai
  • Dislokasi lensa buatan
  • Ablasi retina
  • Glaukoma
  • Katarak sekunder
  • Kehilangan penglihatan

Risiko komplikasi Anda lebih besar jika Anda mengidap penyakit mata lain atau kondisi medis yang serius. Pada beberapa kasus, operasi katarak gagal karena kerusakan mata terjadi akibat kondisi lain, seperti glaukoma atau degenerasi makula.

Glaukoma

Katarak sekunder yang telah disebutkan di atas juga dikenal sebagai posterior capsule opacification (PCO). Kondisi ini merupakan komplikasi yang biasanya terjadi pada orang yang pernah menjalani operasi katarak.

Katarak sekunder terjadi ketika bagian belakang kapsul lensa menjadi keruh dan mengganggu penglihatan Anda. Bagian belakang lensa ini adalah bagian lensa yang tidak diangkat saat operasi katarak dan menopang lensa buatan yang diimplan saat operasi pertama.

Katarak sekunder diobati dengan prosedur rawat jalan dan berlangsung singkat. Prosedur ini disebut dengan kapsulotomi laser yttrium-aluminium-garnet (YAG). Setelah menjalani prosedur ini, Anda akan dipantau oleh dokter untuk memastikan tekanan mata Anda tidak naik.

Komplikasi operasi katarak lain yang lebih jarang terjadi mencakup peningkatan tekanan mata dan ablasio retina.

Apa yang saya lakukan untuk mencegah komplikasi pasca operasi katarak?

Jenis-jenis katarak dapat dibedakan menurut penyebab hingga lokasi kabut di lensa mata. Katarak juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat kematangan.

Agar hasil maksimal, beberapa hal yang harus Anda lakukan setelah menjalani operai katarak, antara lain:

  • Gunakan obat tetes mata untuk mengurangi beberapa efek, seperti perih atau gatal.
  • Hindari aktivitas berat yang dapat membuat kondisi tubuh ataupun mata Anda bermasalah.
  • Jika hendak berolahraga, lakukanlah olahraga ringan dulu selama masa pemulihan operasi katarak agar tidak memberi tekanan berlebihan pada tubuh yang bisa memengaruhi mata.
  • Gunakan pelindung mata jika ingin keluar rumah sepanjang hari, bahkan saat Anda tidur, untuk mencegah tangan Anda mengucek mata secara tak sengaja.
  • Lindungi mata dari air dengan menggunakan penghalang atau pelindung mata saat mandi.

Selain melakukan hal-hal yang dianjurkan pasca operasi katarak, Anda juga perlu memperhatikan beberapa pantangan yang harus ditaati dalam perawatan setelah operasi katarak, seperti:

  • Menggosok mata karena bisa meningkatkan risiko infeksi. Tanyakan pada dokter apa yang harus Anda lakukan jika merasa ada benda asing masuk ke mata dan menyebabkan gatal.
  • Berendam air panas atau berenang, setidaknya selama 2 minggu setelah operasi katarak, karena bahkan air yang masuk ke mata Anda bisa menyebabkan infeksi.
  • Menyetir setidaknya 24 jam pasca operasi katarak karena bisa membebani mata.
  • Jangan menggunakan riasan di daerah sekitar mata (sekalipun itu bahan alami) sampai kondisi mata Anda benar-benar pulih. Tanyakan kepada dokter mata Anda kapan Anda boleh mulai memakai make-up mata lagi.

Antibiotik untuk mencegah komplikasi

Selain cara-cara yang bisa Anda lakukan, ada pula perawatan untuk mencegah risiko komplikasi setelah operasi katarak dengan antibiotik yang diberikan dokter mata. Berikut cara paling umum digunakan dokter untuk memberikan antibiotik setelah operasi katarak:

1. Disuntikkan ke mata

Pengobatan katarak yang paling efektif adalah operasi. Namun, ada pula cara mengobati yang dapat menghambat perkembangan mata katarak.

Penyuntikkan obat langsung ke bilik mata depan (ruang di antara kornea dan iris, yang berisi cairan) segera setelah operasi katarak adalah salah satu perawatan yang sudah terbukti efektif untuk mengurangi risiko infeksi.

Obat-obatan antibiotik yang biasa digunakan dalam metode ini adalah:

  • Golongan cefalosporin, seperti cefuroxime dan cefazoline.
  • Vancomycin yang dapat menurunkan jumlah bakteri penyebab infeksi mata setelah operasi.
  • Golongan fluorokuinolon generasi keempat, moxifloxacin yang bekerja membunuh bakteri gram positif dan gram negatif sehingga memberikan perlindungan yang lebih luas.

2. Antibiotik tetes mata sebelum operasi

Apakah benar ada obat katarak selain operasi?

Sebagian besar infeksi yang terjadi setelah operasi katarak disebabkan oleh mikroorganisme yang memang tinggal di mata. Maka, obat tetes mata antibiotik dapat dilakukan sebelum operasi untuk meminimalisir sebanyak mungkin bakteri yang ada di mata.

Beberapa jenis obat tetes mata yang biasa digunakan adalah:

  • Gatifloxacin, golongan fluorokuinolon generasi ke-4
  • Levofloxacin, golongan fluorokuinolon generasi ke-3
  • Ofloxacin (generasi ke 2 golongan fluorokuinolon)
  • Polymyxin atau trimethoprim

Di antara ke empat obat di atas, gatifloxacin dapat terserap lebih efektif ke dalam bola mata sehingga bekerja lebih cepat untuk mencegah risiko infeksi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cataract. (2020). Retrieved 9 September 2020, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/cataract?sso=y

Shoss, B., & Tsai, L. (2013). Postoperative care in cataract surgery. Current Opinion In Ophthalmology, 24(1), 66-73. doi: 10.1097/icu.0b013e32835b0716

Potvin, R., Matossian, C., & Makari, S. (2015). Cataract surgery and methods of wound closure: a review. Clinical Ophthalmology, 921. doi: 10.2147/opth.s83552

Kokki, H., Porela-Tiihonen, Kaarniranta, K., Kokki, M., & Purhonen, S. (2013). A prospective study on postoperative pain after cataract surgery. Clinical Ophthalmology, 1429. doi: 10.2147/opth.s47576

Linertova, R., Garcia-Perez, L., Alonso-Plasencia, M., Cordoves-Dorta, L., Abreu-Reyes, J., Serrano-Aguilar, P., & Abreu-Gonzalez, R. (2014). Intracameral cefuroxime and moxifloxacin used as endophthalmitis prophylaxis after cataract surgery: systematic review of effectiveness and cost-effectiveness. Clinical Ophthalmology, 1515. doi: 10.2147/opth.s59776

LaHood, B., Andrew, N., & Goggin, M. (2017). Antibiotic prophylaxis in cataract surgery in the setting of penicillin allergy: A decision-making algorithm. Survey Of Ophthalmology, 62(5), 659-669. doi: 10.1016/j.survophthal.2017.04.004

Herrinton, L., Shorstein, N., Paschal, J., Liu, L., Contreras, R., & Winthrop, K. et al. (2016). Comparative Effectiveness of Antibiotic Prophylaxis in Cataract Surgery. Ophthalmology, 123(2), 287-294. doi: 10.1016/j.ophtha.2015.08.039

Cataract Surgery. (2020). Retrieved 9 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-cataract-surgery

Cataract surgery – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 9 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cataract-surgery/about/pac-20384765

Publishing, H. (2020). Cataract surgery: What to expect before, during and after – Harvard Health. Retrieved 9 September 2020, from https://www.health.harvard.edu/aging/cataract-surgery-what-to-expect-before-during-and-after

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 08/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x