home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Mata dan Cara Mencegahnya

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Mata dan Cara Mencegahnya

Banyaknya emisi gas dari kendaraan bermotor menjadi penyumbang utama polusi udara di kota-kota besar. Polusi udara yang busuk bisa berakibat buruk pada kesehatan. Biasanya, polusi udara dikaitkan dengan masalah kesehatan yang berhubungan dengan pernapasan. Namun, polusi udara juga dapat memberikan dampak buruk pada mata Anda.

Dampak polusi udara pada kesehatan mata

Menurut WHO, polusi udara merupakan risiko kesehatan lingkungan terbesar. Bahkan, diestimasikan terdapat 4,6 juta orang yang meninggal setiap tahunnya karena paparan dari polusi udara.

Tak hanya gangguan pernapasan, paparan polusi udara bisa menyebabkan gejala-gejala penyakit mata dari iritasi mata ringan sampai rasa tidak nyaman yang terjadi terus menerus.

Besar kemungkinannya hal ini disebabkan oleh adanya ozon (O3). Ozon di sini bukanlah lapisan ozon yang merupakan bagian dari atmosfer bumi.

Ozon yang dimaksud adalah jenis polutan di atas permukaan tanah yang merupakan hasil reaksi matahari dengan polutan primer seperti NO dan NO2.

dampak polusi udara pada mata
Sumber: Sharp Sight Centre

Polutan dalam polusi udara ini dapat terbawa sampai jarak jauh dan dapat menyebabkan dampak buruk yang berjangka panjang pada kesehatan manusia termasuk kesehatan mata.

Sebuah studi pernah menunjukkan adanya peningkatan kadar polusi udara mengakibatkan bertambahnya kasus darurat optalmologi (gangguan mata) pada masyarakat di Paris, Prancis.

Kadar ozon dapat mengubah pH pada kelenjar lakrimal yang berfungsi sebagai penghasil air mata. Ketika ozon dalam polusi udara masuk ke dalam kelenjar lakrimal, polutan ini akan larut dan akan mengubahnya menjadi asam. Asam inilah yang nantinya menimbulkan iritasi pada selaput lendir mata.

Selain itu, polutan udara tidak hanya dihasilkan di luar ruangan tapi juga di dalam ruangan. Beberapa mesin elektronik seperti pendingin ruangan dan lemari pendingin bisa menghasilkan polutan bernama CFC atau chlorofluorocarbons. Ketika terpapar dengan udara luar, CFC membuat lapisan ozon menipis.

Hasilnya, rusaknya lapisan ozon memicu peningkatan radiasi ultraviolet. Paparan dengan sinar ultraviolet inilah yang dapat menyebabkan katarak, degenerasi makula, serta penyakit mata lainnya.

Mencegah iritasi mata akibat polusi udara

Iritasi mata tentunya bisa terjadi pada siapa saja, apalagi jika Anda tinggal di kota besar. Untungnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memberi perlindungan pada mata agar tidak terkena dampak dari polusi udara.

Gunakan kacamata pelindung

kacamata hitam

Terutama ketika Anda bepergian menggunakan transportasi umum yang memungkinkan mata untuk terpapar pada berbagai polutan yang berbahaya dari asap kendaraan.

Gunakanlah kacamata untuk mengurangi masuknya partikel-partikel ke dalam mata. Anda bisa juga menggunakan kacamata hitam untuk mengurangi paparan sinar UV.

Sedia tetes mata saat bepergian

Mata memiliki lapisan kornea yang berfungsi untuk melindungi mata dari bakteri, kotoran, serta partikel lainnya. Agar tetap lembab, bawa selalu obat tetes mata setiap Anda bepergian.

Obat tetes mata yang digunakan adalah yang mengandung air mata buatan, bukan yang mengandung antibiotik atau steroid. Gunakanlah setiap Anda merasa mata mulai kering.

Meneteskan sebanyak 2-3 kali dengan jarak waktu yang teratur dalam sehari juga dapat membantu membuat otot mata tetap rileks.

Hindari kebiasaan mengucek mata

dampak mengucek mata

Partikel dari polusi udara yang terkena mata dapat memberikan dampak berupa rasa gatal. Meski terkadang tak tertahankan, jangan mengucek mata apalagi dengan tangan yang belum dicuci. Mengucek mata malah akan memperparah iritasi.

Untuk mengatasinya, lebih baik gunakan kompres dengan kain yang dibasahi air dingin lalu usapkan pada mata. Anda juga bisa menggunakan potongan balok es yang dibungkus dengan kain bersih.

Banyak minum air putih

Dehidrasi terjadi ketika Anda tidak mengonsumsi air putih yang cukup. Kondisi ini juga akan membuat mata lebih sulit untuk memproduksi lapisan air mata basal. Maka dari itu, banyak minum air putih akan bantu mencegah mata dari iritasi.

Periksa mata secara berkala

Pemeriksaan mata secara rutin adalah hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan bahwa mata selalu dalam keadaan sehat. Terlebih jika Anda mulai mengalami masalah seperti mata kering atau mata lelah yang terus dirasakan.

Pemeriksaan juga dapat mengetahui adanya penyakit sehingga Anda bisa mendapatkan penanganan lebih awal sebelum kondisi jadi memburuk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Ways to Protect Your Eyes from Pollution. (2020). Retrieved 16 April 2020, from https://www.centreforsight.net/blog/5-ways-protect-eyes-pollution/

Dr. Liji Thomas, M. (2018). Air Pollution and Eye Health. Retrieved 16 April 2020, from https://www.news-medical.net/health/Air-Pollution-and-Eye-Health.aspx

Gupta, PD., & Muthukumar, A. (2020). Minor to Chronic Eye Disorders Due to Environmental Pollution. Retrieved 16 April 2020, from https://www.longdom.org/open-access/minor-to-chronic-eye-disorders-due-to-environmental-pollution-a-review.pdf

Pennington, J. (2018). Staying hydrated — And why it’s important for your eyes. Retrieved 16 April 2020, from https://www.londonvisionclinic.com/staying-hydrated-and-why-its-important-for-your-eyes/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 14/08/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x