Begini Cara Kerja Tes Buta Warna

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pasti Anda pernah mengikuti tes buta warna, entah itu hanya permainan atau tes langsung di dokter. Biasanya, tes buta warna dilakukan sebagai syarat untuk masuk kuliah atau kerja. Beberapa bidang pekerjaan memang mengharuskan Anda untuk tidak buta warna. Namun, tahukah Anda bagaimana sebenarnya tes buta warna bekerja?

Apa itu buta warna?

Orang dengan buta warna melihat warna yang berbeda dengan orang normal. Jika orang normal melihat benda berwarna merah, orang dengan buta warna akan melihat benda tersebut dengan warna lain, mungkin hijau, biru, kuning, atau warna lainnya.

Buta warna terjadi karena ada kesalahan pada retina. Retina mata bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi cahaya yang didapat oleh mata ke otak, sehingga Anda bisa melihat warna. Namun, pada orang buta warna terdapat komponen sel kerucut (sel pada retina yang bertugas mendeteksi warna) yang hilang atau tidak berfungsi.

Perlu Anda ketahui, sel kerucut terkonsentrasi di dekat pusat penglihatan. Sel kerucut ini terdapat dalam tiga jenis, yaitu sel untuk melihat warna merah, hijau, dan biru. Jika salah satu komponen tersebut ‘cacat’, maka seseorang akan sulit membedakan warna. Biasanya orang dengan buta warna tidak dapat membedakan warna-warna tertentu, misalnya antara hijau dan merah. Buta warna bisa terjadi pada tingkat ringan sampai parah, tergantung masalah yang terjadi pada sel kerucut di retina.

Seperti apa tes buta warna?

Untuk mengetahui apakah Anda buta warna atau tidak, biasanya Anda dihadapkan pada gambar berwarna yang membentuk pola (seperti gambar di atas). Tes ini dinamakan dengan tes penglihatan warna Ishihara. Tes ini pasti sering Anda temui. Sesuai dengan namanya, penemu tes ini adalah Shinobu Ishihara, seorang ophthalmologist dari Jepang, pada tahun 1917.

Tes Ishihara merupakan tes skrining untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami masalah buta warna atau tidak. Saat menjalankan tes ini, Anda biasanya dihadapkan dengan buku yang berisi pola lingkaran (piringan) dengan banyak titik berbagai warna dan ukuran di dalamnya. Dalam satu buku Ishihara biasanya terdapat 14, 24, atau 38 gambar lingkaran atau piringan berwarna. Piringan berwarna ini biasanya disebut dengan pseudoisochromatic. Arti dari istilah tersebut adalah titik-titik berwarna dalam pola yang pertama kali terlihat sama (iso) dalam warna (chromatic), tetapi kesamaan itu palsu (pseudo).

Titik-titik berwarna dalam satu lingkaran disusun sedemikian rupa sehingga di dalamnya terbentuk angka. Warna titik-titik kecil dalam lingkaran tersebut pun disajikan hampir menyerupai, sehingga orang dengan buta warna akan salah menebak pola angka yang tersembunyi karena sulit membedakan warna pada gambar tersebut. Orang dengan penglihatan normal mungkin dapat menemukan angka tersembunyi di dalam lingkaran dengan mudah. Namun, orang dengan buta warna akan melihat angka yang berbeda dengan orang berpenglihatan normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal setelah mandi

Gatal Setelah Mandi? Beberapa Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit