home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspadai Dakriosistitis, Infeksi yang Mengenai Kelenjar Air Mata

Waspadai Dakriosistitis, Infeksi yang Mengenai Kelenjar Air Mata

Pernah bertanya-tanya dari mana datangnya air mata manusia? Air mata diproduksi oleh kelenjar air mata, yaitu kelenjar kecil yang ada di belakang hidung. Nah, produksi air mata sangat berperan untuk menjaga kesehatan mata Anda. Kesehatan kelenjar air mata wajib dijaga karena organ tersebut bisa mengalami infeksi. Infeksi pada kelenjar ini dikenal dengan istilah dakriosistitis.

Apa itu dakriosistitis?

Dakriosistitis adalah istilah medis untuk infeksi kelenjar air mata. Mata yang mengalami kondisi ini akan mengalami luka dan pembengkakan serta tampak kemerahan pada bagian mata yang berbatasan dengan hidung.

Hal tersebut disebabkan oleh proses peradangan yang dapat berlangsung secara akut maupun kronis.

Air mata manusia diproduksi oleh kelenjar yang disebut dengan lakrimal. Kelenjar lakrimal terletak di kelopak mata atas Anda.

Setelah diproduksi, air mata akan dialirkan menuju bukaan kecil yang ada di mata bagian depan. Setiap kali Anda berkedip, air mata akan menyebar ke seluruh bagian mata.

Air mata kemudian akan mengalir lagi ke lubang-lubang kecil yang disebut dengan puncta, untuk berpindah melewati saluran lakrimal menuju bagian belakang hidung Anda.

Nah, infeksi pada dakriosistitis biasanya terjadi akibat penyumbatan pada saluran lakrimal, sehingga memicu penumpukan bakteri di dalam kelenjar lakrimal.

Apa saja gejala-gejala dakriosistitis?

Gejala utama dari dakriosistitis atau infeksi kelenjar air mata adalah mata yang terlalu berair. Anda juga mungkin merasakan nyeri.

Kondisi peradangan akut dari infeksi kelenjar air mata ini juga dapat menyebabkan munculnya nanah yang keluar dari sudut mata, hingga memicu timbulnya demam.

Peradangan dari dakriosistitis juga bisa terjadi secara perlahan atau kronis (sudah berkali-kali atau berlangsung berbulan-bulan atau lebih) dengan gejala yang biasanya lebih ringan.

Dakriosistitis kronis sering kali hanya menyebabkan mata berair, tanpa tanda peradangan seperti bengkak.

Infeksi akut kelenjar air mata bisa menjadi kondisi kesehatan yang serius jika tidak segera ditangani.

Jika seseorang mengalami infeksi kelenjar air mata sampai demam, segera lakukan pengobatan sebelum infeksi menyebar ke kantung mata.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi menyebar melalui darah, hingga berpotensi menyebabkan kebutaan.

Komplikasi lainnya jika infeksi terjadi terlalu lama yaitu munculnya beberapa penyakit. Misalnya abses otak, yaitu ketika nanah menyumbat di otak; meningitis akibat peradangan menyebar ke sekitar selaput otak dan tulang belakang; hingga sepsis atau keracunan darah.

Apa yang menyebabkan infeksi kelenjar air mata?

Salah satu penyebab dakriosistitis yang umum adalah tersumbatnya saluran air mata atau saluran lakrimal.

Penyumbatan saluran air mata terjadi ketika sistem pengeringan untuk air mata tersumbat, baik sebagian ataupun seluruhnya.

Cairan air mata yang tidak terserap tersebut menjadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri, khususnya Staphylococcus aureus.

Akibatnya, air mata tidak dapat mengering secara normal sehingga menyebabkan mata berair, iritasi, atau terinfeksi kronis.

Berikut adalah gejala penyumbatan saluran air mata yang perlu Anda waspadai karena kemungkinan dapat berkembang menjadi infeksi:

  • Keluar air mata yang berlebihan
  • Mata memerah
  • Pembengkakan yang menyakitkan di dekat ujung mata bagian dalam
  • Pengerasan pada kelopak mata
  • Keluar lendir atau belekan
  • Penglihatan kabur

Bawaan lahir

Kondisi dakriosistitis paling sering ditemukan pada bayi. Hal ini disebabkan karena adanya penyumbatan pada saluran kelenjar air mata sebagai bawaan lahir atau yang dikenal dengan dakriosistitis kongenital.

Penyebab paling umum mengapa saluran air mata pada bayi bisa tersumbat, yakni karena lubang di kelopak mata (punta) pada bayi belum berkembang seluruhnya.

Akibatnya, saluran air mata tersumbat pada bayi, yang kemudian membuat air mata tetap menggenang di permukaan mata.

Sebagian besar kondisi ini membaik dengan sendirinya karena kelenjar air mata akan melebar seiring dengan pertumbuhan.

Meskipun demikian, infeksi kelenjar air mata bawaan juga bisa menetap akibat perkembangan yang tidak sempurna atau timbulnya kista yang menyumbat saluran air mata.

Hal tersebut menyebabkan infeksi terjadi secara kronis dan hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan ultrasound.

Usia lanjut

Dakriosistitis juga dapat dialami orang lanjut usia (lansia) karena kelenjar air mata lansia cenderung menyempit seiring pertambahan usia.

Namun, kondisi ini lebih umum dialami lansia perempuan dibandingkan laki-laki karena saluran air mata mereka cenderung lebih kecil.

Beberapa faktor lain juga meningkatkan risiko seseorang mengalami dakriosistitis, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Infeksi atau peradangan. Infeksi atau peradangan kronis pada mata, sistem pengeringan air mata, atau hidung dapat menyebabkan saluran air mata menjadi tersumbat. Sinusitis kronis bisa menyebabkan iritasi jaringan dan membentuk luka, yang akhirnya menyumbat sistem saluran air mata.
  • Trauma. Trauma atau cedera mata akibat kecelakaan, misalnya patah tulang hidung bisa menyumbat saluran air mata.
  • Tumor. Keberadaan tumor bisa menekan sistem saluran air mata dan mencegah pengeringan.
  • Obat kemoterapi dan pengobatan radiasi untuk kanker. Perawatan kanker dapat menyebabkan kondisi ini, sebagai kemungkinan efek samping.
  • Deviasi septum, merupakan kondisi dimana septum (dinding yang menjadi pembatas antara dua rongga hidung) tidak berada tepat di tengah. Akibatnya, salah satu lubang hidung menjadi lebih kecil.
  • Rhinitis, atau radang pada lapisan membran mukosa hidung.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Untuk mendiagnosis dakriosistitis atau infeksi kelenjar air mata, dokter akan menanyakan gejala Anda, memeriksa mata Anda untuk melihat jika ada kemungkinan penyebab lainnya, serta melakukan sejumlah tes mata.

Tes-tes berikut dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi Anda:

  • Tes pengeringan air mata. Tes ini mengukur seberapa cepat air mata Anda mengering.
  • Pengairan dan probing. Dokter dapat menyiramkan larutan garam melalui sistem aliran air mata untuk memeriksa seberapa cepat larutan tersebut mongering.
  • Tes pencitraan mata seperti X-ray, CT scan, MRI. Prosedur ini diterapkan untuk memeriksa lokasi dan penyebab penyumbatan.

Pengobatan dakriosistitis agar tak bertambah serius

Pengobatan tergantung pada penyebab penyumbatan saluran air mata. Terkadang, lebih dari satu pengobatan diperlukan dalam saluran air mata tersumbat. Pengobatan ini meliputi:

  • Antibiotik. Untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri, kemungkinan dokter akan meresepkan antibiotik dalam bentuk obat minum atau obat tetes mata.
  • Pijat kelenjar air mata. Untuk membantu membuka saluran air mata pada bayi, mintalah dokter untuk menunjukkan cara memijat kelenjar air mata. Pada dasarnya, Anda dapat memberikan tekanan lembut di antara kelenjar, yaitu di samping hidung bagian atas untuk mencoba melancarkannya.
  • Menunggu cedera sembuh. Jika Anda mengalami cedera fatal yang menyebabkan saluran air mata tersumbat, dokter mungkin menganjurkan Anda untuk menunggu beberapa bulan untuk melihat apakah kondisi Anda membaik seiring cedera Anda sembuh.
  • Dilatasi, probing, dan flushing. Untuk bayi dan balita yang penyumbatan saluran air matanya tidak membuka dengan sendirinya, atau untuk orang dewasa yang mengalami saluran air mata tersumbat sebagian, dapat digunakan teknik yang melebarkan, menyelidiki, dan melancarkan.
  • Dilatasi kateter balon. Jika pengobatan lainnya belum berhasil atau dakriosistitis terjadi kembali, prosedur ini dapat digunakan. Ini biasanya efektif untuk bayi dan balita, dan juga dapat digunakan pada orang dewasa dengan penyumbatan sebagian.
  • Pemasangan stent atau intubasi. Prosedur ini biasanya digunakan menggunakan anestesi atau bius lokal.
  • Operasi (dacryocystorhinostomy). Prosedur ini membuka jalan bagi air mata untuk kembali mengalir lewat hidung.

Untuk sementara waktu, Anda bisa juga mencegah dakriosistitis atau infeksi bertambah parah. Caranya adalah dengan melakukan pengeringan saluran air, yaitu dengan menempelkan kain yang dibasahi dengan air hangat di sekitar saluran air mata.

Pastikan tangan Anda sudah dicuci bersih sebelum melakukannya. Tekan kain yang sudah dibasahi secara perlahan. Cara ini bisa membantu nanah dan cairan keluar dari saluran air mata.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Alsuhaibani, A., Al Barqi, M. (2020). Dacryocystitis – EyeWiki. Retrieved October 14, 2020, from https://eyewiki.aao.org/Dacryocystitis  

Dacryocystitis (acute) – The College of Optometrists. (2019). Retrieved October 14, 2020, from https://www.college-optometrists.org/guidance/clinical-management-guidelines/dacryocystitis-acute-.html 

Dacryocystitis (chronic) – The College of Optometrists. (2019). Retrieved October 14, 2020, from https://www.college-optometrists.org/guidance/clinical-management-guidelines/dacryocystitis-chronic-.html  

Drew, Z., Radswiki. (n.d.). Dacryocystitis – Radiopaedia. Retrieved October 14, 2020, from https://radiopaedia.org/articles/dacryocystitis 

Tear Duct Infection (Dacryocystitis) – Harvard Health Publishing. (2018). Retrieved October 14, 2020, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/tear-duct-infection-dacryocystitis-a-to-z 

Blocked Tear DUct – Mayo Clinic. (2019). Retrieved October 14, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blocked-tear-duct/symptoms-causes/syc-20351369 

Lueder, GT. (2015). Nasolacrimal Duct Obstruction in Children – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 14, 2020, from https://www.aao.org/disease-review/nasolacrimal-duct-obstruction-4 

Boyd, K. (2015). What Is a Blocked Tear Duct? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 14, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-blocked-tear-duct 

Salvin, JH. (2019). Surgery for Tear Duct Blockage – KidsHealth. Retrieved October 14, 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/tear-duct-obstruct-surgery.html 

Olitsky, S. (2014). Update on Congenital Nasolacrimal Duct Obstruction. International Ophthalmology Clinics, 54(3), 1-7. doi: 10.1097/iio.0000000000000030

Babu, PS., Ram, A., Amaresh, G. (2013). Evaluation of Conservative Management of Congenital Nasolacrimal Obstruction in Infants Between 2 Weeks to 11 Months Age. Journal of Evolution of Medical and Dental Science. p. 1050-1087(2).

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Kemal Al Fajar
Tanggal diperbarui 01/04/2021
x