Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernakah Anda mendengar tungau atau kutu yang menyerang bulu mata? Mungkin sebagian besar orang belum pernah mendengarnya. Padahal, kira-kira 95% orang pernah memiliki kutu pada bulu mata tanpa disadari.

Kutu bulu mata atau yang disebut dengan Demodex folliculorum adalah parasit yang ditemukan di folikel rambut wajah Anda. Kutu ini dapat ditemukan di hidung, pipi, dan terutama pada daerah bulu mata. Karenanya, parasit ini disebut juga tungau atau kutu bulu mata.

Apa itu kutu bulu mata (eyelash mites)?

Demodex merupakan kutu yang hidup di kulit, terutama di kelenjar minyak dan folikel rambut. Siklus hidup tungau bulu mata ini sangat pendek, bahkan tubuh mereka tidak memiliki organ untuk membuang zat sisa atau racun dari tubuhnya sendiri.

Tungau bulu mata hidup dengan makan bakteri yang ada di kulit manusia. Kemudian tungau atau kutu akan bertelur dan mati dalam waktu dua minggu setelah menetas. Tungau ini biasanya hidup di dalam dan sekitar bulu mata, dan sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, ketika jumlah mereka terlalu banyak, barulah timbul gejala peradangan pada sekitar bulu mata Anda.

Apa penyebab adanya kutu bulu mata?

Munculnya kutu bulu mata bukan semata-mata disebabkan oleh kebiasaan yang jorok atau kurang bersih. Dari penelitian yang sudah dilakukan, ditemukan bahwa wanita yang sering memakai maskara (riasan bulu mata) cenderung memiliki lebih banyak tungau atau kutu di bulu mata mereka.

Selain itu, berbagi maskara dengan orang lain juga dapat menularkan tungau atau kutu bulu mata ke orang lain. Tidur dengan menggunakan riasan mata juga menjadi penyebab meningkatnya jumlah tungau bulu mata.

Apa saja gejala yang mungkin muncul?

Sering kali, tungau atau kutu di bulu mata tidak menimbulkan gejala. Namun, Anda tetap perlu mengenali gejala yang mungkin timbul, misalnya seperti yang disebutkan di bawah ini.

  • Kemerahan dan pembengkakan pada kulit
  • Pori-pori tersumbat, sehingga dapat timbul jerawat dan komedo
  • Kulit di area mata yang kemerahan, seperti ada ruam
  • Rasa gatal dan sensasi perih terbakar
  • Rambut atau bulu mata rontok

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang di atas, segeralah ke dokter untuk memeriksakan apakah benar terdapat kutu pada kulit atau bulu mata Anda. Dokter Anda akan memeriksakan secara histologis di bawah mikroskop untuk mendiagnosis secara pasti.

serba-serbi extension bulu mata

Bagaimana cara mengobatinya?

Pengobatan dan pencegahan yang dapat dilakukan di rumah Anda, meliputi:

  • Menggunakan sampo bayi pada rambut dan bulu mata setiap hari
  • Membersihkan wajah dengan menggunakan cairan pembersih wajah hingga dua kali sehari
  • Menghindari penggunaan pembersih wajah berbasis minyak (oil-based cleansers) dan makeup yang berminyak
  • Lakukan perawatan peeling wajah atau pengelupasan sel kulit mati pada wajah secara berkala

Pengobatan dengan acaricides atau obat pestisida yang dapat membunuh parasit termasuk kutu, ditujukan untuk mengurangi penyebaran kutu yang berlebihan, serta menyembuhkan gejala yang ditimbulkan. Obat-obatan tersebut harus sesuai dengan indikasi dan diresepkan oleh dokter, seperti:

  • Larutan benzil benzoat
  • Krim permetrin
  • Salep sulfur
  • Selenium sulfida
  • Gel metronidazol
  • Krim asam salisilat
  • Krim ivermektin

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Banyak ibu yang bingung memberikan anaknya makan ketika sudah memasuki usia 1 tahun. Jangan cemas, berikut pedoman praktis makanan anak 1-3 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

Asam lambung naik atau refluks yang terjadi secara kambuhan, kemungkinan bisa sebabkan kanker kerongkongan. Cari tahu alasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kanker Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Meluruskan 6 Mitos Seputar Varises yang Banyak Dipercaya Masyarakat

Banyak orang menganggap varises terjadi jika Anda duduk atau berdiri terlalu lama. Padahal tidak demikian. Apa saja mitos varises lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Jantung Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

8 Tips Menjaga Bakteri Baik dalam Usus

Tahukah Anda bahwa di dalam tubuh terdapat 100 triliun bakteri usus? Bakteri ini baik untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan 8 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kondom dipakai dua kali

Kondom Dipakai Dua Kali, Apa Saja Risiko yang Mungkin Terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
lidah gatal

7 Kondisi Penyebab Lidah Anda Terasa Gatal, dari Masalah Ringan Hingga Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
setelah cabut gigi

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
posisi tidur

Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit