Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Olahraga yang Baik untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner

5 Olahraga yang Baik untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit kardiovaskular akibat penyumbatan plak pada pembuluh darah arteri menuju jantung. Selain pengobatan, pasien jantung koroner juga perlu mengubah gaya hidup, termasuk dengan olahraga secara rutin.

Lantas, apa saja jenis olahraga untuk penyakit jantung koroner yang aman?

Pilihan olahraga untuk pasien penyakit jantung koroner

jalan kaki lansia, jogging, jalan kaki

Olahraga telah terbukti bermanfaat untuk pasien yang pulih dari penyakit jantung. Bahkan, olahraga rutin dapat mengurangi risiko kematian total sekitar 20% dan kematian akibat penyakit jantung sekitar 26 persen.

Orang dengan penyakit jantung koroner umumnya disarankan untuk melakukan olahraga aerobik yang akan meningkatkan detak jantung dan pernapasan.

Peningkatan detak jantung dan pernapasan bertujuan untuk memasok lebih banyak energi dan oksigen ke sel-sel otot selama Anda berolahraga.

Hal ini sekaligus akan memperkuat otot jantung dan meningkatkan kesehatan jantung.

Secara umum, berikut berbagai jenis olahraga yang aman dan bermanfaat untuk pasien penyakit jantung koroner.

1. Berjalan kaki

Jalan kaki memang bisa menjadi salah satu aktivitas fisik sederhana untuk membantu mengelola kondisi yang Anda alami.

Sebagai olahraga untuk penyakit jantung koroner, manfaat utama jalan kaki ialah mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.

Terlalu banyak kolesterol memicu pembentukan plak pada pembuluh arteri dan hal inilah yang menjadi penyebab penyakit jantung koroner.

Sebuah studi dari jurnal Preventing Chronic Disease (2019) pun menyebutkan bahwa sekitar 50,2% orang dengan penyakit jantung koroner berisiko kambuh bila lebih jarang berjalan kaki.

2. Bersepeda

Bersepeda juga menjadi salah satu olahraga kardio atau aerobik yang baik untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan jantung.

Jenis olahraga ini mampu meningkatkan kekuatan otot jantung, memperlancar sirkulasi darah, dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh Anda.

Selain itu, bersepeda juga merupakan olahraga low-impact atau minim risiko cedera sehingga aman untuk siapa saja, termasuk pasien jantung koroner.

3. Berenang

Erik van Iterson, PhD, MS, direktur rehabilitasi jantung Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa berenang bisa menjadi olahraga yang baik untuk orang dengan penyakit jantung koroner.

Dalam waktu yang singkat, berenang secara teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, dan membuat detak jantung istirahat menjadi lebih rendah.

Aktivitas aerobik ini juga cocok dilakukan siapa saja, termasuk pasien penyakit jantung koroner lansia yang mungkin terkena masalah persendian.

Pasien bahkan tidak harus berenang, tetapi bisa hanya sekadar berjalan atau senam aerobik ringan di dalam air (water aerobics).

4. Latihan ketahanan

latihan ketahanan lansia, resistance training, resistance band, olahraga penyakit jantung koroner

Selain aktivitas aerobik, Anda juga perlu mengimbangi olahraga untuk penyakit jantung koroner dengan latihan ketahanan (resistance training).

Olahraga ini membantu mengurangi lemak dan membentuk massa otot. Kombinasi latihan aerobik dan ketahanan juga bisa mengontrol kadar kolesterol.

Untuk melakukannya, Anda cukup menambahkan program latihan ketahanan seperti latihan resistance band dan angkat barbell atau dumbbell.

5. Yoga

Yoga merupakan salah satu bentuk latihan kelenturan yang secara tidak langsung bermanfaat bagi kesehatan jantung Anda.

Bentuk olahraga ini memungkinkan tubuh tetap lentur dan terhindar dari risiko cedera, terutama saat melakukan olahraga aerobik dan ketahanan.

Sebuah studi dalam jurnal Complementary Therapies In Medicine (2021) juga menunjukkan manfaat yoga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien jantung koroner.

Kualitas tidur yang baik bisa mengurangi faktor risiko terkait penyakit kardiovaskular, seperti tingginya kolesterol LDL, trigliserida, tekanan darah, dan indeks massa tubuh.

Panduan olahraga untuk penyakit jantung koroner

konsultasi dokter lansia

Sangat penting untuk melakukan olahraga teratur bila Anda memiliki penyakit jantung koroner.

Olahraga juga menjadi bagian dari rehabilitasi jantung, yakni program yang meliputi edukasi dan aktivitas fisik untuk meningkatkan kesehatan pasien penyakit jantung.

Program ini juga dapat membantu Anda lebih aktif dan memberikan perubahan gaya hidup yang membuat jantung lebih sehat.

Selain memilih olahraga yang tepat, Anda juga perlu memerhatikan langkah-langkah aman dalam beraktivitas fisik seperti berikut ini.

  • Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memulai program olahraga dan lakukan tes elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui intensitas latihan yang aman untuk jantung Anda.
  • Mulailah program latihan dengan intensitas ringan, lalu tingkatkan secara bertahap sampai Anda bisa melakukannya secara rutin dalam seminggu.
  • Kombinasikan beberapa jenis olahraga untuk meningkatkan kesehatan jantung, mulai dari latihan aerobik, latihan ketahanan, kelenturan, dan peregangan.
  • Pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan dan zat gizi dari berbagai makanan sehat untuk jantung.
  • Rutinlah memantau detak jantung dan tekanan darah Anda, baik sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
  • Tetapkan tujuan Anda, tetapi jangan terlalu berlebihan agar Anda tidak cepat putus asa dan berhenti berolahraga.

Ketahui batas aman saat berolahraga

angina angin duduk

Setelah memulai aktivitas olahraga, Anda perlu memerhatikan gejala penyakit jantung koroner yang mungkin kambuh, seperti:

  • pusing,
  • sakit kepala,
  • nyeri dada (angina),
  • sesak napas,
  • mual dan muntah, hingga
  • detak jantung atau denyut nadi tidak teratur.

Saat merasakannya, segera hentikan olahraga dan beristirahatlah. Namun, bila gejala cukup parah dan tidak segera hilang, lebih baik Anda segera menghubungi dokter.

Pada dasarnya, olahraga untuk penyakit jantung koroner sangat dibutuhkan meski jumlahnya sedikit atau intensitasnya rendah. Hal ini lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali.

Jika Anda bingung dalam memilih program olahraga, konsultasikan dengan dokter spesialis jantung untuk memperoleh solusi terbaik.

health-tool-icon

Kalkulator Detak Jantung

Cari tahu berapa detak jantung istirahat (RHR) maksimum untuk usia Anda dan bagaimana intensitas olahraga dan faktor lain memengaruhi detak jantung.

Laki-laki

Wanita

Anda mengecek untuk ....

Detak jantung istirahat Anda .... (bpm/denyut per menit)

60

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Being active when you have heart disease. MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 7 March 2022, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000094.htm

Coronary Artery Disease: Exercising for a Healthy Heart. Michigan Medicine. (2020). Retrieved 7 March 2022, from https://www.uofmhealth.org/health-library/te7797

3 Kinds of Exercise That Boost Heart Health. Johns Hopkins Medicine. Retrieved 7 March 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/3-kinds-of-exercise-that-boost-heart-health

Coronary heart disease: The benefits of exercise. Australian Family Physician. Retrieved 7 March 2022, from https://www.racgp.org.au/getattachment/002958ad-bd4f-447b-945b-dd0b80ca2738/Coronary-heart-disease-the-benefits-of-exercise.aspx

Swimming: Joint-friendly and Good for Your Heart. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 7 March 2022, from https://health.clevelandclinic.org/swimming-joint-friendly-and-good-for-the-heart/

10 great reasons to cycle. British Heart Foundation. (2021). Retrieved 7 March 2022, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/activity/cycling/10-great-reasons-to-cycle

Li, J., Gao, X., Hao, X., Kantas, D., Mohamed, E., & Zheng, X. et al. (2021). Yoga for secondary prevention of coronary heart disease: A systematic review and meta-analysis. Complementary Therapies In Medicine, 57, 102643. https://doi.org/10.1016/j.ctim.2020.102643

Omura, J., Ussery, E., Loustalot, F., Fulton, J., & Carlson, S. (2019). Walking as an Opportunity for Cardiovascular Disease Prevention. Preventing Chronic Disease, 16. https://doi.org/10.5888/pcd16.180690

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Mar 31
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa