Meski Rentan Dehidrasi, Waspada Bahayanya Jika Lansia Kebanyakan Minum Air

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kita selalu ditekankan untuk banyak minum air untuk menjaga cairan tubuh. Kekurangan cairan tubuh memang membuat Anda rentan dehidrasi. Hal ini pun juga paling rentan dialami oleh lansia. Akan tetapi, hati-hati. Lansia tidak boleh kebanyakan minum air. Ini dapat membahayakan kesehatannya. Mengapa demikian?

Berapa kebutuhan air untuk lansia?

Pada umumnya, minum air putih 8 gelas sehari (sekitar 2 liter) dapat mencukupi kebutuhan air banyak orang. Namun begitu, kebutuhan air sebenarnya bervariasi antar individu. Untuk memudahkan Anda menakarnya, rekomendasi tersebut setara dengan minum empat sampai enam gelas ukuran 250 ml (ukuran standar air mineral gelas) per hari.

Nah, perhitungan ini beda untuk lansia. Pada umumnya, lansia membutuhkan lebih banyak asupan air karena rentan dehidrasi. Perubahan jumlah kebutuhan air ini dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk berat badan, peningkatan kadar massa lemak tubuh, dan penurunan fungsi ginjal akibat penuaan.

Pada umumnya, kebutuhan air untuk lansia minimal 1,5 liter sehari. Akan tetapi, Menurut rekomendasi Kemenkes RI, kebutuhan cairan lansia Indonesia adalah sebagai berikut:

Wanita:

  • 60-64 th 2,3 liter
  • 65-80 th 1,6 liter
  • >80 th: 1, 5 liter

Pria:

  • 60-64 th: 2,6 liter
  • 65-80 th: 1,9 liter
  • >80 th: 1,6 liter

Meski memang membutuhkan lebih banyak asupan cairan, jangan biarkan lansia minum air kebanyakan. Kelebihan jumlah cairan tubuh akan memengaruhi kondisi kesehatannya.

Apa akibatnya jika lansia minum air terlalu banyak?

Banyak minum air memang baik untuk mencegah dehidrasi. Namun, terlalu berlebihan minum air juga tidak baik untuk lansia.

Ginjal lansia sudah tidak lagi tidak berfungsi seefektif ginjal orang dewasa muda untuk mengolah cairan.  Oleh karena itu, terlalu banyak asupan melewati batas wajar dapat membilas sejumlah besar kandungan garam elektrolit dalam tubuhnya. Kondisi kekurangan garam (natrium) disebut juga dengan hiponatremia.

Pada kasus yang ringan, kadar natrium rendah dalam tubuh cenderung menyebabkan penurunan fungsi kognitif otak — seperti kebingungan, linglung, dan mengantuk. Mual dan badan lesu lunglai (termasuk kelemahan atau kram otot) juga bisa menjadi tanda kadar natrium dalam tubuh lansia sudah merosot jauh dari normalnya.

Jika hiponatremia terus berlanjut hingga ke taraf berbahaya, kekurangan natrium dalam tubuh bisa menyebabkan sakit kepala parah akibat penumpukan cairan di jaringan otak. Sakit kepala merupakan tanda utama bahwa kondisi ini sudah berkembang menjadi sangat serius. Hiponatremia serius akibat lansia yang kebanyakan minum air kemudian juga bisa menyebab tulangnya rentan patah.

Kejang-kejang bisa terjadi akibat saraf otak yang sangat kekurangan asupan natrium. Pada kasus yang berat, lansia bisa mengalami gagal pernapasan bahkan hingga jatuh koma. Ini disebabkan oleh pembengkakan otak akibat kadar natrium yang amat rendah.

Selain akibat kebanyakan minum air, gangguan keseimbangan cairan tubuh juga bisa dipengaruhi oleh efek samping obat-obatan yang mereka gunakan, seperti diuretik, antidepresan, antinyeri, atau penggunaan obat lainnya.

Bagaimana cara menghindari hiponatremia pada lansia?

Bukan berarti Anda harus membatasi asupan cairan lansia karena hal ini justru bisa memicu dehidrasi yang juga sama berbahaya bagi kesehatannya. Akan tetapi, kebutuhan cairan lansia harus selalu diawasi secara ketat. Terlebih, rekomendasi asupan cairan di atas belum mempertimbangkan kandungan air dari makanan dan minuman lainnya, seperti buah dan sayur, sup/soto, bubur, minuman manis, dan seterusnya.

Juga, lebih berhati-hati saat mengajak lansia beraktivitas fisik yang membutuhkan intensitas tinggi agar tidak mengalami dehidrasi. Jika aktivitasnya memang tinggi, tidak apa untuk bolehkan lansia minum air lebih banyak lagi.

Berhati-hatilah terhadap tanda-tanda dan gejala kadar natrium yang rendah. Selalu konsultasikan dengan dokter tentang risiko dari obat-obatan yang dipakai. Rutin mengecek kesehatannya juga bisa menjadi cara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyakit.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pseudogout

Pseudogout adalah semacam arthritis yang ditandai dengan sakit tiba-tiba, pembengkakan pada sendi yang menimbulkan rasa sakit. Simak Info selengkapnya hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif adalah kondisi jantung tidak mampu memompa darah. Apa penyebab, gejala, dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Leukemia Limfositik Kronis

Chronic Lymphocytic leukemia (CLL) atau leukemia limfositik kronis adalah kondisi menyebabkan sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kanker, Kanker Darah 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia berenang

3 Hal Penting yang Wajib Dipersiapkan Lansia Sebelum Berenang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit