Uji Tusuk Kulit (Skin Prick Test Allergy)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Fungsi

Untuk apa uji tusuk kulit (skin prick test) dilakukan?

Uji tusuk kulit atau skin prick test adalah tes untuk mendeteksi apakah Anda memiliki alergi terhadap beberapa alergen sekaligus atau tidak. Beberapa zat alergen yang dapat diuji dengan tes alergi alergi ini umumnya serbuk sari, jamur, bulu hewan, tungau, atau makanan tertentu.

Skin prick test adalah tes alergi yang aman. Namun, prosedur ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Hanya dokter spesialis di bidang alergi-imunologi (imunologis) saja yang bisa melakukannya.

Hasil tes alergi ini dapat diketahui hanya dalam waktu 15 menit setelah tes dilakukan.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani uji tusuk kulit (skin prick test)?

Tes alergi ini aman untuk siapa saja, termasuk anak-anak.

Namun, anak-anak yang diperbolehkan ikut uji tusuk kulit adalah yang minimal sudah berumur 3 tahun dalam kondisi sehat.

Tes uji tusuk kulit pada anak dilakukan dengan menggunakan jarum khusus sehingga anak tak akan merasa sakit atau mengeluarkan darah.

Prosedur

Bagaimana cara uji tusuk kulit dilakukan?

Ekstrak alergen yang digunakan dalam tes ini terbuat dari bahan alami, yaitu bahan yang sering menyebabkan reaksi alergi pada orang. Pada skin prick test ini, alergen yang digunakan konsentrasinya sangat kecil. Dalam sekali uji tes tusuk, bisa lebih dari 1 jenis alergen yang diberikan dan maksimal sekitar 25 alergen. 

Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan ekstrak alergen di atas kulit. Tubuh yang digunakan dalam tes ini umumnya di lengan bagian dalam. Berikut ini adalah tahap demi tahap bagaimana skin prick test dilakukan:

  • Perawat akan membersihkan bagian lengan dengan pembersih mengandung alkohol dan air.
  • Pada kulit lengan diberi kode dengan spidol kulit yang sesuai dengan jumlah alergen yang diuji. Setiap masing-masing tanda, jaraknya harus jauh minimal 2 cm.
  • Dokter akan meneteskan larutan alergen di sebelah tanda yang sudah ada di kulit lengan.
  • Dokter akan menusukkan jarum lancet steril ke kulit yang telah dituang alergen. Jarum lancet yang digunakan setiap uji tes tusuk kulit harus baru
  • Apabila terdapat larutan alergen yang berlebih akan diseka dengan tisu.
  • 20 sampai 30 menit kemudian, dokter akan mengamati reaksi-reaksi yang timbul di kulit

Selain menggunakan alergen dokter juga akan menguji 2 zat lain pada skin prick test:

  • Histamin akan diuji juga di kulit Anda untuk menentukan respon di tubuh. Jika Anda tidak bereaksi pada histamin, artinya Anda tidak punya kondisi alergi.
  • Gliserin atau cairan saline. Pada kebanyakan orang, zat ini tidak menimbulkan reaksi apa pun. Jika Anda bereaksi terhadap gliserin atau salin, Anda mungkin memiliki kulit sensitif, bukan alergi.

Persiapan

Apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan tes ini?

Sebelum melakukan skin prick test, dokter Anda akan memeriksa sembari menanyakan riwayat kesehatan Anda,. Selain itu, gejala, dugaan pemicu, dan juga gaya hidup Anda akan ditanyakan selama pemeriksaan. 

Nantinya, informasi ini akan digunakan untuk menentukan ekstrak alergen apa yang digunakan dalam pengujian.

Setelah itu, ada beberapa persiapan yang harus Anda patuhi saat tes uji kulit. Dokter akan memberitahukan Anda untuk tidak mengonsumsi beberapa obat-obatan sebelum melaksanakan tes ini. Berikut obat-obatan yang tidak boleh diminum, minimal 10 hari sebelum uji alergi:

  • Obat antihistamin resep seperti levocetirizine dan desloratadine
  • Obat  antihistamin yang dijual bebas, seperti loratadine, diphenhydramine chlorpheniramine, cetirizine, dan fexofenadine 
  • Obat antidepresan trisiklik, seperti nortriptyline dan desipramine Obat sakit maag tertentu, seperti simetidin dan ranitidin 
  • Obat asma omalizumab dapat mengganggu hasil tes selama enam bulan atau lebih lama bahkan setelah Anda berhenti menggunakannya 

Perawatan setelah tes

Apa yang harus dilakukan setelah uji atau tes tusuk kulit?

Setelah menjalani skin prick test, mungkin Anda mungkin merasakan beberapa gejala reaksi alergi. Gejala reaksi alergi berkisar antara ringan hingga cukup serius, seperti pembengkakan, bentol, ataupun gatal. Reaksi yang parah seperti anafilaksis bisa saja terjadi, namun jarang. 

Nantinya dokter akan memberikan obat oles atau salep untuk reaksi alergi di kulit. Sedangkan untuk reaksi alergi parah, dokter akan memberikan suntik epinefrin setelah tes uji tusuk. 

Tes uji tusuk kulit adalah prosedur aman, ini hanya dilakukan di rumah sakit atau klinik profesional, dan di bawah pengawasan dokter ahli. Maka, semua reaksi alergi yang muncul dapat segera diobati.

Jika Anda terbukti alergi terhadap zat tertentu, Anda selanjutnya akan diminta untuk menghindari zat tersebut guna membantu mencegah kekambuhan dan mengurangi risiko komplikasi.

Anjuran dan Pantangan

Apa yang harus dihindari setelah uji tusuk kulit?

Umumnya Anda harus  mengikuti beberapa saran berikut setelah dan sebelum melakukan uji tes alergi:

  • Ikuti semua rekomendasi yang diberikan oleh dokter Anda, termasuk tidak mengonsumsi obat alergi sebelum tes
  • Tidak mengonsumsi makanan atau minuman apapun yang diduga dapat menyebabkan alergi dan komplikasi. 

Jika pantangan ini tidak diikuti, kemungkinan dapat memengaruhi hasil tes dan Anda mungkin harus memulai dari awal lagi.

Hasil tes

Bagaimana cara baca hasil tes uji tusuk kulit?

Hasil tes uji tusuk kulit akan dinilai berdasarkan tingkat reaksi seperti warna kemerahan,  pembengkakan, serta ukuran bentol di kulit.

Ciri-ciri kulit yang alergi umumnya memiliki bentol atau ruam yang tepiannya berwarna putih, di tengahnya berwarna merah sebagai tanda dari reaksi kulit. Biasanya dibutuhkan sekitar 15-20 menit untuk mencapai ukuran maksimum dan setelah itu reaksi alergi tersebut beberapa jam ke depan. 

Hasil tes uji tusuk bisa positif dan negatif. Skin prick test yang hasilnya positif berarti menunjukkan bahwa Anda mungkin alergi terhadap zat tertentu. Bentuk bentol atau kemerahan di kulit yang besar, biasanya menunjukkan tingkat sensitivitas yang lebih besar. 

Jika hasil tes kulit negatif berarti Anda mungkin tidak alergi terhadap alergen tertentu. Dari hasil ini, nantinya Anda akan diarahkan pada obat-obatan, pola makan, dan gaya hidup yang akan dianjurkan untuk mengatasi alergi Anda.

Namun perlu diingat, hasil tes uji tusuk tidak selalu akurat. Terkadang tes ini akan menunjukkan hasil palsu. Misalnya Anda tidak alergi, namun hasil tes menyatakan positif. Ini disebut sebagai (false positive).

Tes alergi mungkin juga tidak akan memicu reaksi apa pun, sehingga bisa disebut sebagai (false negative). Kondisi ini bisa disebabkan karena:

  • Anda mengonsumsi obat-obatan yang menghalangi efek histamin 
  • Reaktivitas kulit Anda menurun, ini biasanya terjadi pada bayi dan pasien lanjut usia
  • Ekstrak alergen terlalu encer (terutama jika diberikan alergen dari makanan)

Jika hasil tes diragukan, kemungkinan dokter akan menyarankan tes uji tusuk ulang dan tes tambahan lainnya untuk memastikan kondisi alergi yang Anda alami. 

Sumber
Yang juga perlu Anda baca