Tes Tekanan Darah di Rumah

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tekanan darah (tes di rumah)?

Tes tekanan darah di rumah memudahkan Anda menjaga tekanan darah dalam rumah. Tekanan darah adalah ukuran kekuatan darah dalam arteri. Kebanyakan orang menggunakan alat otomatis untuk mengukur tekanan darah dalam rumah. Alat ini bekerja dengan memompa manset di sekitar lengan atas untuk menghentikan aliran darah dalam arteri sementara. Seiring udara perlahan terlepas dari manset, alat ini akan merekam tekanan di mana darah mulai mengalir lagi.

Tekanan darah direkam sebagai dua ukuran:

  • angka pertama adalah tekanan sistolik. Tekanan sistolik menunjukkan tekanan darah puncak yang muncul saat jantung berkontraksi
  • angka kedua adalah tekanan diastolik. Tekanan diastolik menunjukkan tekanan darah terendah yang muncul saat jantung rileks di antara denyut.

Kedua tekanan ini ditunjukkan dalam milimeter merkuri (mm Hg) karena alat pengukur tekanan darah yang asli menggunakan kolom merkuri. Pengukuran tekanan darah terekam sebagai sistolik/diastolik (katakan “sistolik di atas diastolik). Misalnya, jika tekanan sistolik 120 mm Hg dan tekanan diastolik 80 mm Hg, tekanan darah terekam sebagai 120/80 (katakan 120 di atas 80).

Monitor tekanan darah otomatis

Monitor otomatis, atau monitor elektronik atau digital, adalah monitor yang beroperasi dengan baterai yang menggunakan mikrofon untuk mendeteksi denyut darah dalam arteri. Manset, yang terbungkus di sekitar lengan atas, secara otomatis mengembang dan mengempis jika Anda menekan tombol Start.

Jenis monitor tekanan darah yang umumnya ditemukan di supermarket, apotik, dan mall adalah alat otomatis.

Monitor tekanan darah yang mengukur tekanan darah di jari atau pergelangan tangan biasanya tidak akurat dan tidak disarankan.

Monitor tekanan darah manual

Model manual mirip dengan yang biasanya digunakan dokter untuk mengukur tekanan darah. Disebut sphygmomanometer, alat ini biasanya meliputi manset lengan, bola lampu penekan untuk memompa manset, stetoskop atau mikrofon, dan alat pengukur tekanan darah.

Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menghentikan aliran darah dalam arteri sementara (biasanya dengan memompa manset di sekitar lengan atas) dan menempatkan stetoskop di atas kulit sepanjang arteri. Anda mendengarkan suara darah yang mulai mengalir lagi melalui arteri karena udara terlepas dari manset.

Tekanan darah ditunjukkan pada alat sirkular dengan jarum. Seiring meningkatnya tekanan dalam manset, jarum bergerak searah jarum jam pada alat. Jika tekanan dalam manset menurun, jarum bergerak berlawanan arah jarum jam serta angka yang dibaca di alat ketika aliran darah kali pertama didengar adalah tekanan sistolik. Angka yang dibaca ketika aliran darah tidak lagi bisa didengarkan adalah tekanan diastolik.

Monitor tekanan darah ambulatori

Monitor tekanan darah ambulatori adalah alat kecil yang dikenakan sepanjang hari, biasanya selama 24 atau 48 jam. Alat ini mengambil tekanan darah secara otomatis. Dokter mungkin menyarankan monitor ini jika berpikir Anda mengalami tekanan darah “white-coat” atau metode lain tidak memberikan hasil yang konsisten.

Kapan saya harus menjalani tekanan darah (tes di rumah)?

Dokter mungkin merekomendasikan bahwa Anda harus mengawasi tekanan darah di rumah jika Anda:

  • terdiagnosis pre-hipertensi (sistolik –atas—angka di antara 120 dan 139 mm Hg atau diastolik –bawah—angka di antara 80 dan 89 mm Hg)
  • terdiagnosis hipertensi (sistolik 140 mm Hg atau lebih atau diastolik 90 mm Hg atau lebih)
  • memiliki faktor risiko tekanan darah tinggi

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani tekanan darah (tes di rumah)?

Jangan menyesuaikan obat tekanan darah berdasarkan bacaan tekanan darah di rumah jika dokter tidak menyuruh Anda. Tekanan darah biasanya naik dan turun dari hari ke hari dan bahkan dari momen ke momen. Tekanan darah cenderung lebih tinggi di pagi hari dan lebih rendah di malam hari. Stres, merokok, makan, olahraga, dingin, nyeri, kebisingan, obat, dan bahkan berbicara bisa mempengaruhi. Hasil tunggal yang tinggi bukan berarti Anda memiliki tekanan darah tinggi. Rata-rata pengukuran yang berulang beberapa kali sepanjang hari lebih akurat daripada bacaan tunggal.

Tekanan darah mungkin hanya tinggi ketika Anda memeriksakan diri ke dokter. Ini disebut hipertensi “white-coat” dan mungkin disebabkan oleh stres karena mengunjungi dokter. Jika Anda memeriksa tekanan darah secara teratur di rumah, Anda mungkin menemukan bahwa tekanan darah lebih rendah saat Anda tidak berada di kantor dokter atau rumah sakit.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani tekanan darah (tes di rumah)?

Sebelum memeriksa tekanan darah, Anda harus:

  • menemukan tempat yang tenang untuk memeriksa tekanan darah. Anda akan perlu mendengarkan detak jantung Anda
  • pastikan Anda merasa nyaman dan rileks, dan kandung kemih yang sudah dikosongkan (kandung kemih yang penuh mungkin mempengaruhi bacaan)
  • beristirahat di kursi sebelah meja selama 5-10 menit. Lengan harus beristirahat dengan nyaman sejajar dengan jantung. Duduk lurus bersandar, kaki tidak disilangkan. Istirahatkan lengan atas di atas meja dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Bagaimana proses tekanan darah (tes di rumah)?

Tekanan darah di lengan kanan mungkin lebih tinggi atau rendah daripada tekanan darah di lengan kiri. Karenanya, cobalah menggunakan lengan yang sama pada setiap tes. Pada permulaan, merupakan ide yang bagus untuk mengambil tekanan darah 3 kali berturut-turut, setiap 5-10 menit. Jika Anda lebih nyaman saat mengambil tekanan darah, Anda hanya akan perlu mengukurnya sekali atau dua kali setiap waktu.

Instruksi menggunakan monitor tekanan darah beragam tergantung jenis monitor tekanan darah yang Anda pilih. Di bawah ini adalah panduan umum:

  • ambil tekanan darah saat Anda merasa nyaman dan rileks. Duduk dengan tenang selama setidaknya 5 menit dengan kedua kaki di atas lantai. Cobalah untuk tidak bergerak atau berbicara saat sedang mengukur tekanan darah
  • duduk dengan lengan sedikit dilipat dan beristirahat dengan nyaman di atas meja sehingga lengan atas berada dalam level yang sama dengan jantung
  • tempatkan manset tekanan darah di atas kulit lengan atas. Anda mungkin harus menggulung lengan baju, membuka lengan baju, atau membuka baju
  • bungkus manset tekanan darah dengan rapat di sekitar lengan atas sehingga bagian ujung bawah manset sekitar 1 inci (2,5 cm) di atas lipatan siku.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani tekanan darah (tes di rumah)?

Catat angka tekanan darah dengan tanggal dan waktu. Anda boleh menggunakan buku atau spreadsheet komputer. Monitor mungkin memiliki fitur yang akan mencatat angka untuk Anda. Beberapa monitor dapat mentransfer informasi ini ke dalam komputer. Selain itu, catat aktivitas harian Anda, misalnya waktu Anda minum obat atau jika Anda merasa marah atau stres. Catatan Anda mungkin membantu menjelaskan perubahan dalam bacaan tekanan darah dan membantu dokter menyesuaikan obat.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Tekanan darah orang dewasa berumur 18 tahun dan ke atas (mm Hg)

Ideal: sistolik (119 atau di bawah), diastolik (79 atau di bawah)

Prehipertensi: sistolik (120-139), diastolik (80-89)

Hipertensi: sistolik (140 atau di atas), diastolik (90 atau di atas)

Umumnya, semakin rendah tekanan darah, semakin baik. Contohnya, hasil tekanan darah yang kurang dari 90/60 termasuk sehat selama Anda merasa baik-baik saja. Namun, jika Anda mengalami tekanan darah rendah dan merasa pusing, hendak pingsan, atau muntah, bicarakan dengan dokter.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

    Salah satu mitos tentang HIV yang sering beredar adalah kemungkinan gigitan nyamuk yang dapat menularkan virusnya. Benarkah demikian?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    HIV/AIDS, Health Centers Mei 24, 2020

    Perawat Lansia, Simak 5 Strategi Mengatasi Stres Berikut, Yuk!

    Tekanan dalam pekerjaan yang dihadapi oleh para perawat lansia sering kali membuat stres. Berikut strategi untuk mengatasinya.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha

    Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

    Penyakit cacar api bisa muncul pada anak dan bayi jika pernah terinfeksi cacar air. Ketahui gejala dan cara mengatasinya di sini!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Fidhia Kemala
    Uncategorized @id Mei 24, 2020

    Pengertian Kesehatan Sosial yang Ternyata Penting untuk Jiwa dan Raga

    Hubungan sosial Anda dengan orang lain ternyata berhubungan erat dengan kesehatan jiwa dan raga. Ini pentingnya hubungan sosial bagi kehidupan Anda.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Hidup Sehat, Psikologi Mei 24, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

    4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Tanggal tayang Mei 24, 2020
    8 Cara Mencegah Sakit Gigi

    8 Cara Mencegah Sakit Gigi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Atifa Adlina
    Tanggal tayang Mei 24, 2020
    Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

    Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Mei 24, 2020
    Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

    Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Atifa Adlina
    Tanggal tayang Mei 24, 2020