Vaginosis Bakterialis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu vaginosis bakterialis?

Vaginosis bakterialis atau bakteri vaginosis (bacterial vaginosis) adalah penyakit di mana jumlah bakteri di vagina berlebihan.

Bakteri yang berlebihan di dalam vagina bisa menyebabkan iritasi, peradangan, bau (setelah berhubungan seks), dan gejala lainnya. Uretra, kandung kemih, dan kulit di area kelamin dapat juga terpengaruh

Seberapa umumkah kondisi ini?

Vaginosis bakterialis adalah penyakit yang sangat umum terjadi. Sekitar 75% wanita mengalami infeksi vagina karena jamur. Wanita di segala usia bisa terkena bakteri vaginosis, namun orang yang berusia dari 15-44 tahun memiliki risiko lebih tinggi. 

Wanita hamil juga dapat mengalami bacterial vaginosis. Wanita dengan bakteri vaginosis cenderung melahirkan bayi prematur atau bayi dengan berat badan rendah. Perawatan tepat penting untuk wanita hamil dengan bakteri vaginosis. 

Anda bisa membatasi risiko terkena vaginosis bakterialis dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala vaginosis bakterialis?

Gejala paling umum bakteri vaginosis adalah:

  • Terasa gatal dan iritasi di vulva dan vagina
  • Vagina bau (bau semakin parah setelah berhubungan seks)
  • Leukorea sangat sedikit dan biasanya berwarna putih

Gejala lainnya yaitu:

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir terkait gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda atau apoteker.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda perlu segera pergi ke dokter jika Anda memiliki gejala atau tanda-tanda yang disebutkan di atas. Jangan ragu untuk meminta bantuan medis hanya karena kondisi di “area yang sensitif”. 

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah gejala vaginosis bakterialis yang membutuhkan pertolongan medis:

  • Jika Anda mengalami perubahan pada vagina Anda dan berhubungan dengan bau dan menyebabkan Anda demam. Dokter dapat membantu Anda menemukan penyebab dan menjabarkan tanda serta gejalanya. 
  • Jika Anda pernah mengalami infeksi vagina sebelumnya, tetapi warna dan konsistensi cairan vagina Anda tampak berbeda kali ini. 
  • Anda memiliki pasangan seksual yang lebih dari satu atau Anda memiliki pasangan yang baru. Terkadang, tanda dan gejala infeksi menular seksual mirip dengan bacterial vaginosis. 
  • Anda sudah melakukan perawatan mandiri soal infeksi jamur, tetapi gejala tak kunjung hilang. 

Jika dibiarkan terlalu lama, bakteri vaginosis bisa menyebabkan komplikasi serius, yang bisa memengaruhi kehidupan seks dan aktivitas Anda sehari-hari.

Penyebab

Apa penyebab vaginosis bakterialis?

Ketidakseimbangan bakteri di dalam vagina adalah penyebab vaginosis bakterialis. Biasanya bakteri yang menguntungkan (lactobacilli) akan membanjiri jumlah bakteri yang berbahaya (anaerob) di vagina.

Jumlah bakteri berbahaya bertambah terlalu banyak akan mengganggu keseimbangan dan jumlah bakteri yang menguntungkan akan berkurang. Hal itu akan menyebabkan vaginosis bakterialis.

Penyebab ketidakseimbangan jumlah bakteri di vagina yaitu:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko vaginosis bakterialis?

Semua perempuan bisa saja mengalami bakteri vaginosis, tapi risikonya cenderung meningkat dengan faktor di bawah ini:

  • Merokok
  • Aktif secara seksual
  • Douche

Dilansir dari Web MD, douching vagina dapat menurunkan keseimbangan alami dari bakteri. Hal yang sama juga akan terjadi jika Anda menggunakan sabun dengan pewangi, mandi dengan busa, atau menggunakan deodorant vagina. 

Pasangan seksual yang baru, atau memiliki lebih dari satu pasangan, membuat Anda cenderung berisiko terkena vaginosis bakteria. Meskipun penyebabnya tidak jelas, pasangan wanita punya risiko paling tinggi. Bakteri vaginosis juga bisa Anda dapatkan dari seks oral dan anal. 

Alat kontrasepsi IUD atau KB spiral, yang dipasangkan di dalam rahim, kerap dikaitkan dengan bakteri vaginosis, terlebih ada perdarahan tidak teratur. Namun, tidak jelas apakah itu penyebab langsungnya. 

Anda tidak dapat terkena bakteri vaginosis dari kolam renang atau toilet umum.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda atau apoteker.

Apa pilihan pengobatan untuk vaginosis bakterialis?

Vaginosis bakterialis biasanya dapat hilang tanpa perawatan, tapi wanita yang mengalami tanda dan gejala tertentu sebaiknya melakukan pengobatan untuk mencegah komplikasi. Berikut obat-obatan yang mungkin direkomendasikan dokter:

1. Metronidazole (Flagyl, Metrogel-Vaginal)

Obat ini dikonsumsi dengan pil melalui mulut (oral). Metronidazole juga tersedia dalam bentuk gel yang Anda aplikasikan pada vagina Anda. 

Untuk mengurangi risiko sakit perut atau muntah saat mengonsumsi obat ini, hindari alkohol selama perawatan, atau setidaknya sehari setelah menyelesaikan perawatan. Selalu lihat petunjuk penggunaan di kemasan obat. 

2. Clindamycin (Cleocin, Clindesse)

Obat ini tersedia dalam bentuk krim yang dioleskan di vagina Anda. Krim clindamycin dapat melemahkan kondom lateks selama perawatan dan setidaknya tiga hari setelah Anda berhenti menggunakan krim. 

3. Tinidazole (Tindamax)

Pengobatan ini dikonsumsi melalui mulut (oral). Tinidazole juga mungkin menyebabkan sakit perut dan muntah, seperti metronidazole. Anda perlu menghindari konsumsi alkohol saat mengonsumsi obat ini. 

Umumnya, vaginosis bakterialis sering kambuh dalam tiga sampai 12 bulan, meskipun sudah diobati. Para peneliti tengah mencari perawatan untuk bakteri vaginosis berulang. Jika gejala muncul kembali setelah perawatan, hubungi dokter Anda. 

Makan yogurt jenis tertentu atau makanan lain yang mengandung lactobacilli dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di vagina Anda. Namun, butuh penelitian lanjutan untuk membuktikan hal tersebut secara akurat. 

Apa tes yang paling umum untuk mendiagnosis kondisi ini?

Untuk mendiagnosis vaginosis bakterialis, dokter Anda akan memeriksa panggul Anda, khususnya vagina Anda untuk memeriksa gejalanya. Dokter Anda akan mengambil sampel dari vagina dengan kapas untuk diperiksa dengan mikroskop dan melakukan tes lainnya.

Diagnosis vaginosis bakterialis yang akurat sangat penting karena membantu dokter untuk mengonfirmasi bahwa Anda benar-benar memiliki infeksi bakteri vagina atau ternyata penyakit infeksi lainnya seperti klamidia, infeksi seksual menular.

Untuk memastikan diagnosis yang akurat, dokter biasanya akan merekomendasikan Anda:

  • Jangan mencuci vagina Anda selama 24 jam sebelum pemeriksaan
  • Jangan gunakan apapun yang bisa membuat vagina iritasi (semprotan vagina misalnya)
  • Jangan berhubungan seks selama 24 jam sebelum pemeriksaan
  • Jangan melakukan pemeriksaan jika Anda sedang menstruasi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi vaginosis bakterialis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi vaginosis bakterialis:

  • Jaga area vagina tetap kering
  • Gunakan obat sesuai anjuran dokter
  • Ikuti petunjuk dokter Anda untuk memantau perkembangan gejala dan kondisi kesehatan Anda
  • Hindari kontak seksual selama pengobatan Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
    efek samping pakai vibrator terlalu sering

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
    selulitis pada anak

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
    gastritis adalah radang lambung

    Gastritis

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020