Toxic Shock Syndrome

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu toxic shock syndrome?

Toxic shock syndrome adalah kondisi langka berupa keracunan darah yang berbahaya akibat racun bakteri. Penyebab sindrom ini seringkali adalah racun bakteri Staphylococcus aureus, tetapi bisa juga dari bakteri streptococcus grup A.

Penyakit ini berhubungan dengan faktor pengunaan tampon/pembalut selama siklus menstruasi. Di sisi lain, karena banyak produsen tampon menarik produknya dari pasaran, tingkat toxic shock syndrome pada wanita menstruasi kini menurun drastis.

Seberapa umumkah toxic shock syndrome?

Baik pria maupun wanita dapat menderita toxic shock syndrome karena luka atau infeksi pada kulit, paru-paru, tenggorokan atau tulang. Wanita lebih berisiko terinfeksi selama menstruasi. Anda bisa membatasi penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala toxic shock syndrome?

Gejala karena Staphylococcus aureus termasuk demam mendadak (biasanya sampai 39°C), menggigil, nyeri otot, muntah, diare, haus, tachycardia, ruam seperti terbakar sinar matahari, kelemahan otot parah, sakit kepala, pusing, dan tekanan darah rendah.

Gejala toxic shock syndrome karena bakteri streptococcus juga termasuk napas pendek, pusing, lemah, dan detak jantung yang kencang. Infeksi luka mungkin memerah, membengkak, serta terganggunya fungsi ginjal dan hati.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Penting untuk diingat bahwa sindrom ini dapat mengancam nyawa akibat keracunan darah. Hubungi dokter jika:

  • Terdapat gejala toxic shock syndrome yang berkembang sangat cepat dan dapat mematikan jika tidak mendapatkan perawatan secepatnya
  • Memiliki luka terinfeksi berbentuk v
  • Demam atau ruam, khususnya selama menstruasi, penggunaan tampon, atau baru-baru ini menjalani operasi

Penyebab

Apa penyebab toxic shock syndrome?

Penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus aureus. Sindrom ini terkait dengan penggunaan tampon, spons kontraseptif, juga metode kontrasepsi dengan diafragma.

Bentuk kedua disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes sesudah mereka masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka karena operasi atau luka ringan seperti tergores, gesekan, bisul, cacar air, dan sebagainya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk toxic shock syndrome?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko toxic shock syndrome, yaitu:

  • Luka gores atau luka bakar
  • Operasi terbaru
  • Menggunakan spons, diafragma, atau tampon penyerap
  • Infeksi virus, seperti flu atau cacar air

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk toxic shock syndrome?

Diagnosis awal dan perawatan di rumah sakit sangat penting. Komplikasi ini sering termasuk pengelupasan kulit tangan dan kaki, rambut rontok dan kuku terlepas, gagal ginjal, gagal jantung bawaan, dan gagal pernapasan.

Dokter mungkin memberikan cairan intravena dan antibiotik untuk pasien di rumah sakit. Masalah pernapasan mungkin memerlukan terapi oksigen dan ventilasi mekanis. Mesin cuci ginjal bisa berguna untuk penyakit gagal ginjal.

Sekali gejala-gejalanya dapat terkendali dan bahaya awal telah diatasi, pasien bisa mendapatkan perawatan di rumah, namun mungkin masih perlu antibiotik. Istirahat bersamaan dengan kembali ke aktivitas harian secara perlahan juga sangat penting. Minum banyak air dan diet seimbang dan bergizi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk toxic shock syndrome?

Dokter akan mendiagnosis penyakit berdasarkan riwayat, gejala, pemeriksaan fisik dan tes darah. Namun demikian, tidak ada satupun tes yang mampu mendiagnosis sindrom secara total. Anda perlu menyediakan sampel darah dan air seni untuk menemukan infeksi. Ada kemungkinan untuk mengambil sampel vagina, leher rahim, dan tenggorokan untuk analisis.

Karena toxic shock syndrome dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh, dokter akan melakukan tes lain, seperti CT scan, pengambilan cairan pada pinggang atau X-ray payudara untuk menemukan sejauh mana penyakit menyebar.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi toxic shock syndrome?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi toxic shock syndrome:

  • Ganti tampon/pembalut sesering mungkin
  • Minum antibiotik dengan dosis tepat
  • Cuci tangan dengan baik sebelum memasukkan tampon. Bakteri ditemukan di dalam kulit, terlebih tangan
  • Ingatlah bahwa toxic shock syndrome dapat kambuh. Pasien yang terinfeksi bisa terkena lagi di lain hari

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretritis Gonore

Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Pielonefritis adalah infeksi pada salah satu atau kedua ginjal yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Bagaimana menanganinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit