Sistokel

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sistokel?

Sistokel adalah kondisi ketika dinding penyekat antara kandung kemih dan vagina melemah, sehingga kandung kemih turun atau jatuh ke area vagina.
Kandung kemih adalah organ berongga di dalam panggul, yang fungsinya menyimpan urine. Pada wanita, dinding di bagian depan vagina menyokong kandung kemih. Namun, dinding ini bisa melemah atau melonggar seiring bertambahnya usia.
Kehamilan, melahirkan, atau operasi panggul seperti histerektomi juga dapat melemahkan dinding vagina. Jika sudah sangat lemah, kandung kemih tak lagi bisa ditopang dengan baik, dan akhirnya jatuh ke vagina.
Kandung kemih yang turun (sistokel) biasanya menyebabkan kesulitan buang air kecil, rasa tidak nyaman, dan inkontinensia stres. Inkontinensia stres adalah keluarnya urine setiap kali Anda batuk, bersin, atau mengejan.
Tak hanya kandung kemih, organ tubuh lainnya juga bisa ikut jatuh ke vagina, termasuk rahim, usus kecil, dan rektum.
Sistokel adalah kondisi yang dibagi menjadi empat level berdasarkan sejauh apa kandung kemih turun ke vagina, yaitu:
  • Level 1 (ringan): Hanya sebagian kecil kandung kemih yang turun ke vagina.
  • Level 2 (sedang): Kandung kemih turun agak jauh sampai menyentuh bukaan vagina.
  • Level 3 (parah): Sebagian kandung kemih sudah mencuat keluar dari tubuh melalui bukaan vagina.
  • Level 4 (komplet): Seluruh kandung kemih sudah berada di luar vagina, dan biasanya juga diiringi turunnya organ tubuh lain seperti rahim, rektum, dan usus.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sistokel adalah kondisi medis yang cukup umum. Sekitar 40% wanita di atas 50 tahun akan mengalami turunnya organ panggul, dan 10% di antaranya akan membutuhkan operasi untuk penurunan organ ataupun mengalami inkontinensia urine (urine bocor).

Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala sistokel?

Gejala sistokel yang pertama kali dirasakan wanita adalah perasaan tertekan di vagina atau kandung kemih. Selain itu, ciri-ciri sistokel yang biasanya terjadi adalah:
Beberapa wanita yang memiliki kandung kemih turun, tapi masih di level 1 (ringan) terkadang tidak merasakan gejala apa-apa. Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab sistokel?

Sistokel adalah kondisi yang tejadi akibat berbagai faktor yang melemahkan otot dasar panggul dan ligamen yang menyokong kandung kemih, uretra, rahim, dan rektum. Ini menyebabkan otot tersebut lepas dari ligamen atau tulang panggul. Padahal, otot tersebut seharusnya menempel.
Beberapa kondisi lain yang juga bisa melemahkan otot panggul adalah:
  • Kehamilan dan melahirkan lewat vagina. Ini adalah penyebab utama kandung kemih turun (sistokel). Proses melahirkan memberikan tekanan besar pada jaringan dan otot vagina yang menopang kandung kemih wanita.
  • Usia tua. Semakin bertambah usia, semakin lemah otot tubuh.
  • Menopause. Estrogen, hormon yang membantu menjaga kekuatan dan kesehatan jaringan vagina, tidak lagi diproduksi setelah wanita memasuki menopause.
  • Pernah menjalani operasi panggul, misalnya histerektomi (pengangkatan rahim).

Faktor pemicu

Apa yang meningkatkan risiko wanita mengalami sistokel?

Kondisi yang membuat wanita lebih berisiko mengalami sistokel adalah:
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Obesitas
  • Sembelit
  • Melakukan pekerjaan yang sering mengangkat barang berat

Diagnosis

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Untuk memastikan apakah kandung kemih Anda turun ke vagina, dokter perlu melakukan pemeriksaan panggul dan organ genital.

Jika tidak terlalu jelas, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dengan sistouretrogram, yaitu rontgen yang dilakukan saat buang air kecil, untuk membantu dokter menentukan bentuk kandung kemih dan penyebab sulit kencing.

Dokter juga mungkin mengetes atau melakukan rontgen di beberapa bagian perut. Setelah diagnosis, Anda mungkin juga perlu menjalani tes saraf, otot, dan intensitas aliran urine untuk menentukan pengobatan apa yang paling sesuai.

Tes yang dinamakan urodinamik atau video urodinamik mungkin juga perlu dilakukan. Tes ini biasanya disebut juga EKG kandung kemih. EKG kandung kemih biasanya dilakukan untuk mengukur hubungan antara tekanan dan volume di kandung kemih.

Sistoskopi (melihat kandung kemih dengan sebuah kamera) juga bisa dilakukan untuk menentukan pengobatan.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati sistokel?

Sistokel level 1 (ringan) yang tidak menyebabkan rasa sakit ataupun rasa tidak nyaman biasanya tidak membutuhkan penanganan medis apa pun. Dokter mungkin hanya akan meminta Anda untuk menghindari aktivitas yang berisiko membuat kondisi bertambah buruk, seperti mengejan atau mengangkat barang berat.

Untuk kasus yang lebih serius, dokter akan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti usia, kesehatan fisik, pengobatan yang dipilih, dan tingkat keparahan sistokel. Dari sana, dokter baru akan menentukan pengobatan yang paling tepat serta perlu tidaknya Anda menjalani operasi.

Pengobatan tanpa operasi

Dikutip dari Web MD, pengobatan tanpa pembedahan yang dapat mengatasi sistokel adalah:

Pesarium

Pesarium atau pessary adalah alat yang ditempatkan di dalam vagina untuk mengembalikan posisi kandung kemih. Pesarium perlu dilepas dan dibersihkan secara rutin untuk mencegah infeksi. Pada beberapa jenis pesarium, Anda bisa melakukan ini sendiri.

Namun, pada beberapa jenis pesarium lainnya, proses melepas, membersihkan, dan memasang pesarium kembali ini harus dilakukan oleh dokter. Biasanya pesarium digunakan bersamaan dengan krim estrogen untuk mencegah infeksi dan erosi dinding vagina. Namun beberapa wanita merasa bahwa pesarium tidak nyaman digunakan, atau mudah jatuh.

Terapi penggantian estrogen

Estrogen dapat menguatkan dan merawat otot vagina, sehingga bisa membantu mengatasi sistokel.

Operasi sistokel

Sistokel yang sudah tidak bisa diperbaiki dengan pesarium biasanya membutuhkan operasi. Operasi ini akan mengembalikan kandung kemih ke posisi semula, dan ini dilakukan lewat vagina. Kandung kemih diperbaiki dengan sayatan di dinding vagina. Kemudian area yang mengalami penurunan akan ditutup, dan dinding vagina dikuatkan.

Bergantung pada prosedurnya, operasi bisa dilakukan baik dengan bius total, regional, atau lokal. Untuk operasi kecil, banyak pasien yang langsung diperbolehkan pulang ke rumah pada hari yang sama.

Terkadang beberapa bahan juga digunakan untuk memperbaiki kelemahan panggul yang menyebabkan sistokel. Namun, penelitian menunjukkan bahwa metode ini berisiko tinggi. Dokter perlu menjelaskan semua risiko, manfaat, dan potensi komplikasi dari prosedur ini sebelum pasien menyetujui untuk operasi.

Setelah operasi, pasien bisa kembali ke aktivitas normal setelah enam minggu. Namun selama enam bulan pertama, Anda disarankan mengurangi aktivitas berat.

Terapi lain untuk sistokel

Selain dua pengobatan di atas, terapi lain untuk mengatasi sistokel adalah:

1. Stimulasi listrik

Dokter akan menempatkan alat pada otot vagina atau otot panggul yang lemah, untuk mengalirkan listrik dan membuat otot berkontraksi. Cara ini dilakukan untuk menguatkan otot dinding vagina.

Ada juga alat stimulasi elektrik yang bisa merangsang saraf secara magnetik dari tubuh bagian luar tanpa harus dimasukkan ke vagina. Selain untuk mengaktifkan otot panggul, metode ini juga bisa menyembuhkan inkontinensia urine.

2. Biofeedback

Aktivitas otot di vagina dan dasar panggul akan dimonitor menggunakan sensor. Dokter akan menyarankan olahraga untuk menguatkan otot-otot ini, kemudian sensor tersebut akan memonitor kontraksi otot selama berolahraga.

3. Senam Kegel

Senam ini sudah lama dikenal sebagai cara menguatkan otot panggul. Senam Kegel bisa digunakan untuk mengatasi sistokel ringan atau sedang, atau untuk mendukung pengobatan pada sistokel yang lebih parah.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah sistokel?

Beberapa hal berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sistokel:

  • Konsumsi makanan tinggi serat dan sejumlah besar cairan untuk mencegah sembelit.
  • Hindari mengejan saat buang air besar.
  • Wanita yang sering mengalami sembelit perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat pengobatan, untuk mencegah terjadinya kandung kemih turun.
  • Obesitas adalah faktor pemicu kandung kemih turun. Jaga berat badan Anda tetap ideal untuk mencegahnya.

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Kondisi yang Menyebabkan Wanita Mengalami Turun Peranakan

    Turun peranakan atau prolaps uteri bisa terjadi pada hampir setiap wanita. Apa saja faktor risiko dan penyebabnya? Bagaimana mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 29/11/2017 . Waktu baca 4 menit

    Prolaps Uteri (Turun Peranakan)

    Prolaps uteri atau turun peranakan adalah kondisi rahim yang menonjol di dalam vagina. Apa gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 22/09/2016 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara mengatasi turun peranakan

    5 Cara Mudah Mengatasi Turun Peranakan Tanpa Obat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 21/08/2018 . Waktu baca 4 menit
    penyakit rahim

    Berbagai Pilihan Pengobatan Penyakit Rahim, Tak Harus Dengan Operasi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 19/08/2018 . Waktu baca 5 menit
    gejala turun peranakan

    Merasa Ada yang Mengganjal di Vagina? Waspada Turun Peranakan!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 12/02/2018 . Waktu baca 4 menit
    mencegah turun peranakan

    5 Langkah Penting untuk Mencegah Turun Peranakan Pada Lansia

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 16/01/2018 . Waktu baca 4 menit