Sindrom Steven Johnson (Steven-Johnson Syndrome)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu sindrom Steven-Johnson?

Sindrom Steven-Johnson adalah kelainan langka dan serius pada kulit serta selaput lendir. Kondisi ini sering kali merupakan reaksi saat Anda menggunakan obat atau mengalami infeksi. Gejala paling umum yang muncul pada seseorang dengan orang yang mengalami sindrom Steven-Johnson menyerupai gejala flu disertai ruam berwarna merah atau keunguan yang terasa sakit yang menyebar dan melepuh. Lapisan atas kulit yang melepuh itu kemudian akan akan mati dan mengelupas. Steven-Johnson syndrome adalah kondisi darurat medis yang biasanya memerlukan rawat inap.

Seberapa umum sindrom Steven-Johnson?

Steven-Johnson syndrome telah terjadi di seluruh dunia pada semua ras, walaupun lebih umum terjadi pada orang berkulit putih. Kondisi ini jauh lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan lelaki.

Menariknya, penyakit ini tidak terbatas hanya pada manusia. Beberapa kasus sindrom Steven Johnson telah terjadi pada binatang, seperti anjing, kucing, dan kera.

Namun, sindrom Steven-Johnson dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom Steven-Johnson?

Beberapa tanda-tanda dan gejala Steven-Johnson syndrome yang umum muncul adalah:

  • Wajah bengkak
  • Lidah bengkak
  • Ruam
  • Nyeri pada kulit
  • Ruam kulit berwarna merah atau ungu yang menyebar dalam waktu beberapa jam atau harian
  • Lepuhan pada kulit dan selaput lendir pada mulut, hidung, mata, dan kelamin
  • Kulit mengelupas

Apabila Anda mengalami sindroma Steven-Johnson, beberapa hari sebelum ruam muncul, Anda mungkin mengalami beberapa gejala seperti:

  • Demam
  • Radang pada mulut dan tenggorokan
  • Lemas
  • Batuk
  • Mata perih

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan perburukan sindrom Steven-Johnson dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Untuk itu, bicaralah pada dokter Anda dengan segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab Steven-Johnson syndrome?

Ada dua alasan utama seseorang terkena Steven-Johnson syndrome, yaitu:

1. Obat-obatan dan terapi

Obat-obatan yang dapat menyebabkan sindrom Steven-Johnson meliputi:

  • Obat asam urat, seperti allopurinol
  • Obat pereda nyeri, seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan naproxen sodium (Aleve)
  • Obat-obatan untuk melawan infeksi, seperti penicillin
  • Obat-obatan untuk mengatasi kejang atau gangguan jiwa (antikonvulsan dan antipsikotik)
  • Terapi radiasi

2. Infeksi

Infeksi yang dapat menyebabkan Steven-Johnson syndrome meliputi:

  • Herpes (herpes simplex atau herpes zoster)
  • Pneumonia
  • HIV
  • Hepatitis

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena Stevens-Johnson syndrome?

Ada banyak faktor pemicu yang membuat Anda berisiko terkena Stevens-Johnson syndrome, yaitu:

  • Infeksi virusRisiko sindrom Steven Johnson dapat meningkat apabila Anda memiliki infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti herpes, pneumonia akibat virus, HIV atau hepatitis.
  • Melemahnya sistem imunApabila sistem kekebalan tubuh melemah, Anda mungkin memiliki risiko terkena sindrom Steven Johnson. Sistem imun bisa dipengaruhi oleh transplantasi organ, HIV/AIDS, dan penyakit autoimun, seperti lupus.
  • Riwayat Stevens-Johnson syndromeKalau Anda sudah pernah kena sindrom Steven Johnson akibat menjalani pengobatan tertentu, Anda sangat mungkin mengalami kondisi ini lagi.
  • Riwayat Stevens-Johnson syndrome dalam keluargaApabila anggota keluarga Anda pernah memiliki sindrom Steven-Johnson atau kondisi terkait yang disebut toxic epidermal necrolysis, Anda mungkin lebih rentan terhadap Stevens-Johnson syndrome.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sindrom Steven-Johnson didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik akan dilakukan dan beberapa tes akan direkomendasikan, seperti tes darah. Tes kulit juga diberikan untuk mengonfirmasi diagnosis dan dokter dapat mengambil sampel kulit untuk tes laboratorium.

Bagaimana cara mengobati Steven-Johnson syndrome?

Terdapat beberapa pilihan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk pengobatan sindrom Steven-Johnson ini, meliputi:

Menghentikan obat yang tidak diperlukan

Langkah utama dalam mengatasi Stevens-Johnson syndrome adalah menghentikan penggunaan obat yang kemungkinan menyebabkan kondisi ini.

Perawatan pendukung

Perawatan pendukung yang mungkin Anda terima saat perawatan di rumah sakit meliputi:

  • Penggantian cairan dan gizi. Mengganti cairan adalah bagian penting dari perawatan Anda. Anda mungkin menerima cairan dan gizi melalui selang yang dipasang melalui hidung langsung menuju lambung.
  • Perawatan luka. Kompres dingin dan basah membantu meredakan lepuhan saat pemulihan.
  • Perawatan mata. Menemui spesialis mata untuk melihat kondisinya apabila sindrom ini melibatkan area mata.

Pengobatan

Obat-obatan yang umum digunakan untuk perawatan sindrom Steven-Johnson meliputi:

  • Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa tidak nyaman
  • Obat-obatan untuk meredakan gatal (antihistamin)
  • Antibiotik untuk mengendalikan infeksi, jika diperlukan
  • Obat-obatan untuk mengurangi peradangan kulit (steroid topikal)

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk menghindari atau mengobati sindrom Steven-Johnson?

Beberapa tips yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mencegah atau mengobati Steven Johnson syndrome, antara lain:

  • Ketahui penyebab reaksi. Apabila kondisi disebabkan oleh pengobatan, pelajari nama obat tersebut dan obat-obatan yang terkait. Catatlah dan perhatikan setiap kali Anda harus mengonsumsi obat.
  • Beri tahu dokter. Beri tahu semua tim medis yang menangani Anda bahwa Anda memiliki riwayat sindrom Steven-Johnson syndrome. Apabila reaksi disebabkan oleh suatu obat, beri tahu mereka sebelum Anda mendapatkan resep obat-obatan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Desember 13, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca