Sindrom Steven Johnson (Steven-Johnson Syndrome)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sindrom Steven-Johnson?

Sindrom Steven-Johnson adalah kelainan langka dan serius pada kulit serta selaput lendir. Kondisi ini sering kali merupakan reaksi saat Anda menggunakan obat atau mengalami infeksi.

Gejala paling umum yang muncul pada seseorang dengan orang yang mengalami penyakit Steven-Johnson menyerupai gejala flu disertai ruam berwarna merah atau keunguan yang terasa sakit yang menyebar dan melepuh.

Lapisan atas kulit yang melepuh itu kemudian akan akan mati dan mengelupas. Penyakit Steven-Johnson adalah kondisi darurat medis yang biasanya memerlukan rawat inap.

Seberapa umum sindrom Steven-Johnson?

Sindrom Steven-Johnson telah terjadi di seluruh dunia pada semua ras, walaupun lebih umum terjadi pada orang berkulit putih. Kondisi ini jauh lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan lelaki.

Menariknya, penyakit ini tidak terbatas hanya pada manusia. Beberapa kasus penyakit Steven Johnson telah terjadi pada binatang, seperti anjing, kucing, dan kera.

Namun, sindrom Steven-Johnson dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom Steven-Johnson?

Beberapa tanda-tanda dan gejala penyakit Steven-Johnson yang umum muncul adalah:

  • Wajah bengkak
  • Lidah bengkak
  • Ruam
  • Nyeri pada kulit
  • Ruam kulit berwarna merah atau ungu yang menyebar dalam waktu beberapa jam atau harian
  • Lepuhan pada kulit dan selaput lendir pada mulut, hidung, mata, dan kelamin
  • Kulit mengelupas

Apabila Anda mengalami penyakit Steven-Johnson, beberapa hari sebelum ruam muncul, Anda mungkin mengalami beberapa gejala seperti:

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan perburukan sindrom Steven-Johnson dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Untuk itu, bicaralah pada dokter Anda dengan segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab Steven-Johnson syndrome?

Penyakit Steven-Johnson adalah kondisi langka dan tidak terduga. Dokter mungkin tidak dapat mengidentifikasi penyebab pastinya, tetapi biasanya kondisi ini dipicu oleh obat atau infeksi. Reaksi terhadap pengobatan dapat muncul sesaat setelah Anda mengonsumsinya atau hingga dua minggu setelah Anda berhenti. 

Ada dua alasan utama seseorang terkena penyakit Steven-Johnson, yaitu:

Obat-obatan dan terapi

Obat-obatan yang dapat menyebabkan sindrom Steven-Johnson meliputi:

  • Obat asam urat, seperti allopurinol
  • Obat pereda nyeri, seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan naproxen sodium (Aleve)
  • Obat-obatan untuk melawan infeksi, seperti penicillin
  • Obat-obatan untuk mengatasi kejang atau gangguan jiwa (antikonvulsan dan antipsikotik)
  • Terapi radiasi

Infeksi

Infeksi yang dapat menyebabkan penyakit Steven-Johnson meliputi:

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena Stevens-Johnson syndrome?

Ada banyak faktor pemicu yang membuat Anda berisiko terkena penyakit Stevens-Johnson, yaitu:

  • Infeksi virus. Risiko sindrom Steven Johnson dapat meningkat apabila Anda memiliki infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti herpes, pneumonia akibat virus, HIV atau hepatitis.
  • Melemahnya sistem imun. Apabila sistem kekebalan tubuh melemah, Anda mungkin memiliki risiko terkena sindrom Steven Johnson. Sistem imun bisa dipengaruhi oleh transplantasi organ, HIV/AIDS, dan penyakit autoimun, seperti lupus.
  • Riwayat Stevens-Johnson syndrome. Kalau Anda sudah pernah kena penyakit Steven Johnson akibat menjalani pengobatan tertentu, Anda sangat mungkin mengalami kondisi ini lagi.
  • Riwayat Stevens-Johnson syndrome dalam keluarga. Apabila anggota keluarga Anda pernah memiliki penyakit Steven-Johnson atau kondisi terkait yang disebut toxic epidermal necrolysis, Anda mungkin lebih rentan terhadap Stevens-Johnson syndrome.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sindrom Steven-Johnson didiagnosis?

Dikutip dari Mayo Clinic, berbagai tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit Steven-Johnson adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter seringkali mengidentifikasi penyakit Steven-Johnson berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik Anda. 
  • Biopsi kulit. Untuk melakukan diagnosis, dan menemukan penyebab lainnya, dokter mungkin akan mengambil sampel kulit Anda untuk diteliti di laboratorium. 
  • Kultur. Kultur kulit atau oral dari area yang terkena mungkin diambil untuk menemukan penyebab infeksi. 
  • Tes pencitraan. Tergantung dari gejala yang Anda alami, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan rontgen dada untuk memeriksa adanya pneumonia. 
  • Tes darah. Pemeriksaan ini untuk menentukan kemungkinan infeksi dan penyebabnya. 

Bagaimana cara mengobati sindrom Steven-Johnson?

Terdapat beberapa pilihan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk pengobatan sindrom Steven-Johnson ini, meliputi:

Menghentikan obat yang tidak diperlukan

Langkah utama dalam mengatasi Stevens-Johnson syndrome adalah menghentikan penggunaan obat yang kemungkinan menyebabkan kondisi ini.

Perawatan pendukung

Perawatan pendukung yang mungkin Anda terima saat perawatan di rumah sakit meliputi:

  • Penggantian cairan dan gizi. Mengganti cairan adalah bagian penting dari perawatan Anda. Anda mungkin menerima cairan dan gizi melalui selang yang dipasang melalui hidung langsung menuju lambung.
  • Perawatan luka. Kompres dingin dan basah membantu meredakan lepuhan saat pemulihan.
  • Perawatan mata. Menemui spesialis mata untuk melihat kondisinya apabila sindrom ini melibatkan area mata.

Pengobatan

Obat-obatan yang umum digunakan untuk perawatan sindrom Steven-Johnson meliputi:

  • Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa tidak nyaman
  • Obat-obatan untuk meredakan gatal (antihistamin)
  • Antibiotik untuk mengendalikan infeksi, jika diperlukan
  • Obat-obatan untuk mengurangi peradangan kulit (steroid topikal)

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk menghindari atau mengobati sindrom Steven-Johnson?

Beberapa tips yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mencegah atau mengobati Steven Johnson syndrome, antara lain:

  • Ketahui penyebab reaksi. Apabila kondisi disebabkan oleh pengobatan, pelajari nama obat tersebut dan obat-obatan yang terkait. Catatlah dan perhatikan setiap kali Anda harus mengonsumsi obat.
  • Beri tahu dokter. Beri tahu semua tim medis yang menangani Anda bahwa Anda memiliki riwayat sindrom Steven-Johnson syndrome. Apabila reaksi disebabkan oleh suatu obat, beri tahu mereka sebelum Anda mendapatkan resep obat-obatan.
  • Kenakan gelang atau kalung informasi. Anda dapat mengenakan gelang atau kalung berisi informasi soal kesehatan Anda. Selalu kenakan itu. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

    Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

    Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Tes Alergi: Jenis, Persiapan, dan Efek Samping

    Alergi adalah kondisi yang harus didiagnosis melalui serangkaian tes tertentu. Apa saja tes alergi yang perlu dilakukan dan bagaimana prosedurnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

    Apa Saja Efek Samping dari Paracetamol?

    Paracetamol termasuk obat pereda nyeri yang umumnya aman digunakan oleh segala kalangan. Namun, Anda tetap harus tahu apa saja efek samping paracetamol.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Hidup Sehat, Fakta Unik 5 September 2018 . Waktu baca 2 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    alergi ibuprofen dan asam mefenamat

    Mengenal Alergi Obat Pereda Nyeri: Ibuprofen dan Asam Mefenamat

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    alergi obat antibiotik

    Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
    perawatan dalam mengatasi alergi obat

    Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    komplikasi obat hiv

    Anda Punya Alergi pada Obat? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 11 menit