Sindrom Steven Johnson (Steven-Johnson Syndrome)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sindrom Steven-Johnson?

Sindrom Steven-Johnson adalah kelainan langka dan serius pada kulit serta selaput lendir. Kondisi ini sering kali merupakan reaksi saat Anda menggunakan obat atau mengalami infeksi.

Gejala paling umum yang muncul pada seseorang dengan orang yang mengalami penyakit Steven-Johnson menyerupai gejala flu disertai ruam berwarna merah atau keunguan yang terasa sakit yang menyebar dan melepuh.

Lapisan atas kulit yang melepuh itu kemudian akan akan mati dan mengelupas. Penyakit Steven-Johnson adalah kondisi darurat medis yang biasanya memerlukan rawat inap.

Seberapa umum sindrom Steven-Johnson?

Sindrom Steven-Johnson telah terjadi di seluruh dunia pada semua ras, walaupun lebih umum terjadi pada orang berkulit putih. Kondisi ini jauh lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan lelaki.

Menariknya, penyakit ini tidak terbatas hanya pada manusia. Beberapa kasus penyakit Steven Johnson telah terjadi pada binatang, seperti anjing, kucing, dan kera.

Namun, sindrom Steven-Johnson dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom Steven-Johnson?

Beberapa tanda-tanda dan gejala penyakit Steven-Johnson yang umum muncul adalah:

  • Wajah bengkak
  • Lidah bengkak
  • Ruam
  • Nyeri pada kulit
  • Ruam kulit berwarna merah atau ungu yang menyebar dalam waktu beberapa jam atau harian
  • Lepuhan pada kulit dan selaput lendir pada mulut, hidung, mata, dan kelamin
  • Kulit mengelupas

Apabila Anda mengalami penyakit Steven-Johnson, beberapa hari sebelum ruam muncul, Anda mungkin mengalami beberapa gejala seperti:

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan perburukan sindrom Steven-Johnson dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Untuk itu, bicaralah pada dokter Anda dengan segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab Steven-Johnson syndrome?

Penyakit Steven-Johnson adalah kondisi langka dan tidak terduga. Dokter mungkin tidak dapat mengidentifikasi penyebab pastinya, tetapi biasanya kondisi ini dipicu oleh obat atau infeksi. Reaksi terhadap pengobatan dapat muncul sesaat setelah Anda mengonsumsinya atau hingga dua minggu setelah Anda berhenti. 

Ada dua alasan utama seseorang terkena penyakit Steven-Johnson, yaitu:

Obat-obatan dan terapi

Obat-obatan yang dapat menyebabkan sindrom Steven-Johnson meliputi:

  • Obat asam urat, seperti allopurinol
  • Obat pereda nyeri, seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan naproxen sodium (Aleve)
  • Obat-obatan untuk melawan infeksi, seperti penicillin
  • Obat-obatan untuk mengatasi kejang atau gangguan jiwa (antikonvulsan dan antipsikotik)
  • Terapi radiasi

Infeksi

Infeksi yang dapat menyebabkan penyakit Steven-Johnson meliputi:

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena Stevens-Johnson syndrome?

Ada banyak faktor pemicu yang membuat Anda berisiko terkena penyakit Stevens-Johnson, yaitu:

  • Infeksi virus. Risiko sindrom Steven Johnson dapat meningkat apabila Anda memiliki infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti herpes, pneumonia akibat virus, HIV atau hepatitis.
  • Melemahnya sistem imun. Apabila sistem kekebalan tubuh melemah, Anda mungkin memiliki risiko terkena sindrom Steven Johnson. Sistem imun bisa dipengaruhi oleh transplantasi organ, HIV/AIDS, dan penyakit autoimun, seperti lupus.
  • Riwayat Stevens-Johnson syndrome. Kalau Anda sudah pernah kena penyakit Steven Johnson akibat menjalani pengobatan tertentu, Anda sangat mungkin mengalami kondisi ini lagi.
  • Riwayat Stevens-Johnson syndrome dalam keluarga. Apabila anggota keluarga Anda pernah memiliki penyakit Steven-Johnson atau kondisi terkait yang disebut toxic epidermal necrolysis, Anda mungkin lebih rentan terhadap Stevens-Johnson syndrome.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sindrom Steven-Johnson didiagnosis?

Dikutip dari Mayo Clinic, berbagai tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit Steven-Johnson adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter seringkali mengidentifikasi penyakit Steven-Johnson berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik Anda. 
  • Biopsi kulit. Untuk melakukan diagnosis, dan menemukan penyebab lainnya, dokter mungkin akan mengambil sampel kulit Anda untuk diteliti di laboratorium. 
  • Kultur. Kultur kulit atau oral dari area yang terkena mungkin diambil untuk menemukan penyebab infeksi. 
  • Tes pencitraan. Tergantung dari gejala yang Anda alami, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan rontgen dada untuk memeriksa adanya pneumonia. 
  • Tes darah. Pemeriksaan ini untuk menentukan kemungkinan infeksi dan penyebabnya. 

Bagaimana cara mengobati sindrom Steven-Johnson?

Terdapat beberapa pilihan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk pengobatan sindrom Steven-Johnson ini, meliputi:

Menghentikan obat yang tidak diperlukan

Langkah utama dalam mengatasi Stevens-Johnson syndrome adalah menghentikan penggunaan obat yang kemungkinan menyebabkan kondisi ini.

Perawatan pendukung

Perawatan pendukung yang mungkin Anda terima saat perawatan di rumah sakit meliputi:

  • Penggantian cairan dan gizi. Mengganti cairan adalah bagian penting dari perawatan Anda. Anda mungkin menerima cairan dan gizi melalui selang yang dipasang melalui hidung langsung menuju lambung.
  • Perawatan luka. Kompres dingin dan basah membantu meredakan lepuhan saat pemulihan.
  • Perawatan mata. Menemui spesialis mata untuk melihat kondisinya apabila sindrom ini melibatkan area mata.

Pengobatan

Obat-obatan yang umum digunakan untuk perawatan sindrom Steven-Johnson meliputi:

  • Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa tidak nyaman
  • Obat-obatan untuk meredakan gatal (antihistamin)
  • Antibiotik untuk mengendalikan infeksi, jika diperlukan
  • Obat-obatan untuk mengurangi peradangan kulit (steroid topikal)

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk menghindari atau mengobati sindrom Steven-Johnson?

Beberapa tips yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mencegah atau mengobati Steven Johnson syndrome, antara lain:

  • Ketahui penyebab reaksi. Apabila kondisi disebabkan oleh pengobatan, pelajari nama obat tersebut dan obat-obatan yang terkait. Catatlah dan perhatikan setiap kali Anda harus mengonsumsi obat.
  • Beri tahu dokter. Beri tahu semua tim medis yang menangani Anda bahwa Anda memiliki riwayat sindrom Steven-Johnson syndrome. Apabila reaksi disebabkan oleh suatu obat, beri tahu mereka sebelum Anda mendapatkan resep obat-obatan.
  • Kenakan gelang atau kalung informasi. Anda dapat mengenakan gelang atau kalung berisi informasi soal kesehatan Anda. Selalu kenakan itu. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    Stevens-Johnson syndrome - Symptoms and causes. (2020). Retrieved 7 February 2017, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stevens-johnson-syndrome/symptoms-causes/syc-20355936

    Stevens-Johnson Syndrome: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. (2020). Retrieved 7 February 2017, from https://emedicine.medscape.com/article/1197450-overview#a6

    Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). Stevens-Johnson Syndrome (SJS). Retrieved 7 February 2017, from https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/stevens-johnson-syndrome#1

    Stevens-Johnson Syndrome. (2020). Retrieved 11 March 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17656-stevens-johnson-syndrome

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Bahayanya Kalau Minum Obat Batuk Dengan Tujuan Mabuk-mabukan?

    Mabuk obat batuk menjadi cara bagi banyak anak sekolah untuk coba-coba "teler" dengan cara murah. Namun begitu, bahayanya bisa merenggut nyawa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Alergi Antibiotik

    Selain makanan dan debu, ada golongan obat antibiotik yang dapat memicu reaksi alergi. Apa saja? Cari tahu jawabannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    3 Benda yang Paling Sering Memicu Alergi Pada Anak

    Pemicu alergi anak bermacam-macam. Gejala yang ditimbulkan juga tergantung pada pemicunya. Lalu apa saja pemicu alergi pada anak?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina

    Kulit Gatal Berlebihan Hingga Mengelupas Setelah Minum Obat? Waspada Gejala Stevens-Johnson Syndrome

    Sindrom Steven-Johnson termasuk langka di Indonesia, tapi bisa mengakibatkan kematian jika gejalanya terlanjur parah. Apa itu Sindrom Steven-Johnson?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Direkomendasikan untuk Anda

    Cara Cepat Mengatasi Alergi Obat yang Sedang Kambuh

    Cara Cepat Mengatasi Alergi Obat yang Sedang Kambuh

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13/01/2020
    Penyakit Erythema Multiforme, Benarkah Jadi Penyebab Al Ghazali Pingsan?

    Penyakit Erythema Multiforme, Benarkah Jadi Penyebab Al Ghazali Pingsan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 25/09/2018
    Apa Saja Efek Samping dari Paracetamol?

    Apa Saja Efek Samping dari Paracetamol?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 05/09/2018
    Kenali Gejala Alergi Obat Pada Anak dari Ringan Hingga Parah

    Kenali Gejala Alergi Obat Pada Anak dari Ringan Hingga Parah

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 08/05/2018