Rabun Dekat (Hipermetropi)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipermetropi atau rabun dekat?

Hipermetropi atau rabun dekat adalah kondisi mata di mana Anda dapat melihat benda yang berada di kejauhan dengan jelas, tapi tidak dapat melihat dengan jelas benda yang dekat.

Pada beberapa kasus hipermetropi serius, penderita hanya dapat melihat benda yang terletak sangat jauh. 

Kondisi ini biasanya menurun di keluarga. Gejala-gejala hipermetropi mirip dengan presbiopia pada lansia.

Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan mengenakan kacamata atau lensa kontak. Pilihan lain yang Anda bisa lakukan adalah operasi. 

Seberapa umum hipermetropi (rabun dekat)?

Hipermetropi (rabun dekat) adalah kondisi penglihatan yang umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun,tapi biasanya muncul sejak masa kanak-kanak.

Hipermetropi dapat membaik seiring bertambahnya usia atau dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala hipermetropi (rabun dekat)?

Dalam kasus hipermetropi (rabun dekat), optik pada mata manusia terlalu lemah, hingga memaksa otot mata Anda untuk bekerja lebih keras demi melihat dengan jelas.

Pasien dengan hipermetropi (rabun dekat) ringan mungkin tak akan mengalami gejala apa pun. 

Gejala-gejala umum dari hipermetropi adalah:

  • Benda yang dekat terlihat kabur
  • Nyeri pada sekitar mata atau mata lelah
  • Gelisah dan kelelahan
  • Perlu menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas
  • Sakit kepala atau pusing setelah membaca
  • Beberapa anak dapat mengalami strasbismus (mata juling).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau apabila kondisi hipermetropi (rabun dekat) mengganggu aktivitas Anda, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tes mata secara berkala juga direkomendasikan jika Anda memiliki gangguan pada penglihatan Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Itu sebabnya Anda tak bisa menyamakan pengobatan yang orang lain terima dengan Anda.

Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab rabun dekat (hipermetropi)?

Agar mata kita dapat melihat, sinar cahaya harus ditekuk atau dibiaskan oleh selaput air mata, kornea, dan lensa agar dapat fokus pada retina.

Retina menerima bentuk gambar dari cahaya-cahaya tersebut dan mengirimkannya pada otak melalui saraf optik. 

Hipermetropi (rabun dekat) terjadi apabila bayangan suatu benda jatuh tidak jatuh tepat di retina, tetapi di belakang retina. Hal ini mungkin merupakan akibat dari:

  • Mata terlalu pendek dan kornea kurang melengkung.
  • Lensa terletak lebih jauh di belakang mata dibandingkan pada mata normal.
  • Pada kasus yang langka, kondisi kesehatan lainnya seperti retinopati atau tumor mata adalah penyebab dari hipermetropi.

Seperti miopi atau rabun jauh, hipermetropi juga biasanya diturunkan dalam keluarga. Kebanyakan anak mengalami hipermetropi, tetapi tidak merasakan penglihatan kabur. 

Dengan pemfokusan (akomodasi mata), mata anak-anak dapat menekuk sinar cahaya dan menempatkannya langsung di retina.

Selama hipermetropi tidak terlalu parah, anak dengan kondisi ini bisa melihat objek jauh dan dekat secara jelas.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hipermetropi (rabun dekat)?

Ada banyak faktor risiko untuk hipermetropi (rabun dekat), yaitu:

  • Keturunan. Anda cenderung memiliki hipermetropi jika orangtua Anda juga memilikinya.
  • Jika Anda memiliki retinopati atau tumor mata.

Kesalahan bias lainnya

Selain hipermetropi, kesalahan bias lainnya meliputi: 

Rabun jauh (miopi)

Rabun jauh biasanya terjadi ketika bola mata Anda lebih panjang daripada normal atau kornea Anda melengkung terlalu curam.

Bukannya fokus tepat pada retina, cahaya justru difokuskan di depan retina Anda. Akibatnya, muncul tampilan buram pada objek yang jauh.

Astigmatisme

Kondisi ini terjadi ketika kornea atau lensa Anda melengkung lebih curam di satu arah dibandingkan dengan arah lain. Astigmatisme, atau juga lebih dikenal dengan mata silinder, bisa membuat penglihatan Anda buram. 

Komplikasi

Komplikasi hipermetropi

Rabun dekat atau hipermetropi mungkin akan menyebabkan Anda mengalami beberapa komplikasi, seperti:

Mata juling

Beberapa anak-anak dengan kondisi hipermetropi bisa mengalami mata juling. Biasanya, kacamata yang didesain untuk memperbaiki hipermetropi bisa mengatasi masalah ini. 

Mengurangi kualitas hidup Anda

Hipermetropi bisa memengaruhi kualitas hidup Anda. Anda mungkin tidak akan bisa mengerjakan tugas sebaik harapan Anda.

Penglihatan Anda yang terbatas juga mungkin akan mengganggu Anda menikmati aktivitas sehari-hari. 

Mata lelah

Hipermetropi bisa menyebabkan mata lelah karena mempertahankan fokus. Ini juga bisa membuat Anda mengalami sakit kepala. 

Keamanan terganggu

Keamanan diri sendiri dan orang lain mungkin akan terganggu ketika Anda punya masalah penglihatan.

Ini bisa menjadi hal serius ketika Anda melakukan aktivitas, seperti menyetir dan menjalankan peralatan berat. 

Diagnosis

Bagaimana hipermetropi (rabun dekat) didiagnosis?

Hipermetropi didiagnosis melalui pemeriksaan mata. Dokter akan menanyakan tentang penglihatan Anda dan melakukan tes fisik.

Dokter juga akan memeriksa pupil dengan lensa untuk menguji penglihatan Anda.

American Academy of Opthalmology merekomendasikan tes mata reguler berikut ini untuk menguji kondisi penglihatan Anda: 

Dewasa

Jika Anda punya risiko tinggi terhadap penyakit mata, seperti glaukoma, Anda disarankan melakukan tes mata setiap satu atau dua tahun, dimulai pada usia 40 tahun. 

Jika Anda tidak mengenakan kacamata atau lensa kontak, tidak mengalami gejala masalah mata, termasuk hipermetropi (rabun dekat) dan memiliki risiko rendah untuk mengidap penyakit mata, seperti glaukoma, lakukan tes mata di bawah ini: 

  • Tes awal pada usia 40 tahun
  • Setiap satu sampai empat tahun di antara usia 40 dan 54 tahun
  • Setiap satu sampai tiga tahun di antara usia 55 dan 64 tahun
  • Setiap satu atau dua tahun di awal usia 65 tahun

Jika Anda mengenakan kacamata atau lensa kontak atau punya masalah kesehatan yang bisa berefek pada mata, seperti diabetes, Anda akan melalui tes mata secara rutin. Tanyakan ke dokter kapan Anda harus melakukan tes mata. 

Jika Anda menyadari beberapa masalah penglihatan, jadwalkan pertemuan dengan dokter secepatnya. Penglihatan kabur, contohnya, mungkin bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lain.

Anak-anak dan remaja

Tes mata pada anak-anak akan dilakukan oleh dokter anak atau pihak yang telah dilatih untuk melakukan tes pada usia 6 bulan, 3 tahun, dan sebelum masuk sekolah.

Tes mata setiap dua tahun setelah masa sekolah juga perlu dilakukan sebagai antisipasi. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati hipermetropi (rabun dekat)?

Hipermetropi pada anak-anak tidak memerlukan penanganan karena mata masih fleksibel dan lensa mata akan membaik seiring bertambahnya usia.

Untuk orang dewasa, cara termudah untuk mengatasi hipermetropi (rabun dekat) adalah dengan menggunakan lensa kontak atau kacamata untuk menyesuaikan penglihatan.

Beberapa prosedur medis juga dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi penglihatan Anda.

Kacamata

Ini adalah cara paling sederhana dan aman untuk menajamkan penglihatan yang terkena hipermetropi (rabun dekat).

Jenis kacamata tersebut adalah lensa yang lebar dan termasuk penglihatan tunggal, bifokal, trifokal, dan multifokal progresif. 

Lensa kontak

Lensa kontak dikenakan langsung di dalam mata Anda. Ini tersedia dalam berbagai macam bahan dan desain, termasuk softlens dan hardlens, desain bola, toric, multifokal, dan monovision.

Tanyakan dokter mata Anda soal kelebihan dan kekurangan lensa kontak yang tepat untuk Anda. 

Operasi refraktif

Meskipun operasi refraktif biasanya dilakukan untuk mengatasi rabun jauh, tindakan ini juga bisa disarankan untuk pasien dengan hipermetropi ringan hingga sedang.

Perawatan dengan operasi bisa memperbaiki kondisi rabun dekat dengan membentuk kembali lengkungan kornea Anda.

Metode operasi refraktif dibagi menjadi tiga, yaitu: 

  • Laser-assisted in situ keratomileusis (LASIK)

Dengan prosedur ini, ahli bedah mata akan membuat lipatan tipis, berengsel ke kornea Anda. Kemudian laser akan digunakan untuk menyesuaikan kurva kornea yang bisa memperbaiki hipermetropi (rabun dekat).

Pemulihan operasi LASIK biasanya lebih cepat dan menyebabkan lebih sedikit rasa tidak nyaman dibandingkan operasi kornea lainnya. 

  • Laser-assisted subepithelial keratectomy (LASEK)

Dalam prosedur ini, dokter bedah akan membuat lipatan sangat tipis di penutup pelindung luar kornea (epitel). 

Dokter kemudian akan menggunakan laser untuk membentuk ulang lapisan luar kornea, mengubah lekukan, dan menggantikan epitelum. 

  • Photorefractive keratectomy (PRK)

Prosedur ini mirip dengan LASEK, tapi tindakan ini mengambil keseluruhan epitelium. Dokter kemudian akan menggunakan laser untuk membentuk ulang kornea mata Anda.

Epitelium tidak digantikan dengan yang baru, tapi akan tumbuh dengan sendirinya dan menyesuaikan diri dengan bentuk baru kornea Anda. 

Risiko pengobatan laser

Pengobatan laser dapat dilakukan untuk menangani kornea yang rata dan menyesuaikan fokus gambar tepat pada retina. Namun, prosedur ini tidak seaman menggunakan kacamata. 

Beberapa komplikasi berikut dapat terjadi akibat pengobatan dengan laser, sehingga Anda perlu mendiskusikan dengan dokter untuk penanganan yang paling tepat:

  • Berlebihan dalam memperbaiki pandangan Anda
  • Melihat starburst atau lingkaran cahaya di sekitar mata
  • Infeksi
  • Mata kering
  • Kehilangan penglihatan (komplikasi ini langka, tapi mungkin terjadi)

Pengobatan di rumah

Hipermetropi (rabun dekat) tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat membantu melindungi mata dan penglihatan Anda dengan beberapa tips berikut:

  • Periksakan mata secara rutin meski dapat melihat dengan jelas.
  • Jaga kondisi kronis Anda. Kondisi kronis, antara lain diabetes atau hipertensi, karena dapat memengaruhi penglihatan Anda.
  • Jaga mata Anda dari paparan sinar matahari. Kenakanlah kacamata yang bisa menghalangi radiasi ultraviolet (UV).
  • Cegah cedera mata. Kenakan kacamata saat beraktivitas, seperti olahraga, memotong rumput, mengecat atau menggunakan produk lain dengan asap beracun.
  • Makan makanan sehat. Cobalah untuk memakan sayuran hijau dan buah-buahan. Penelitian menyebut mata Anda akan mendapatkan manfaat jika Anda mengonsumsi ikan tinggi asam lemak, seperti tuna dan salmon.
  • Jangan merokok.
  • Kenakan lensa yang tepat.
  • Gunakan pencahayaan yang baik.
  • Atasi mata lelah dengan mengalihkan penglihatan Anda dari komputer atau pekerjaan apa pun, termasuk membaca.

Segera hubungi dokter ketika Anda mengalami berbagai gejala, seperti hilangnya penglihatan di sebelah mata dengan atau tanpa rasa sakit, penglihatan buram atau ganda, atau ketika Anda melihat pantulan cahaya atau lingkaran gelap di cahaya.

Itu mungkin merupakan tanda kondisi kesehatan mata yang serius. 

Konsultasi ke dokter

Persiapan sebelum berkonsultasi hipermetropi

Ada beberapa jenis spesialis mata yang bisa Anda hubungi, sesuai dengan keahliannya. Berikut daftarnya: 

  • Opthalmologist

Opthalmologist merupakan seorang dokter spesialis mata. Opthalmologist dilatih untuk menangani evaluasi mata, meresepkan lensa korektif, mendiagnosis dan mengobati gangguan mata yang umum dan kompleks. Dokter ini juga berwenang melakukan operasi mata. 

  • Optometrist

Optometrist memiliki gelar dokter optometry. Dokter ini dilatih untuk memberikan evaluasi mata yang lengkap, meresepkan lensa korektif, dan mendiagnosis serta mengobati gangguan mata yang umum. 

  • Optician atau ahli kacamata

Optician merupakan ahli mata yang membantu menentukan kacamata atau lensa kontak yang tepat untuk pasien, sesuai dengan resep dari opthalmologist dan optometrists.

Ahli kacamata tidak terlatih untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit mata. 

Apa yang bisa saya lakukan saat konsultasi ke dokter?

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat melakukan konsultasi ke dokter, yaitu:

  • Jika Anda mengenakan kacamata, kenakanlah saat konsultasi. Jika Anda mengenakan lensa kontak, bawa kotak lensa kosong dari setiap jenis kontak yang Anda gunakan. 
  • Catat gejala yang Anda rasakan, seperti kesulitan membaca jarak dekat atau kesulitan menyetir saat malam hari. 
  • Catat daftar pertanyaan Anda ke dokter. 

Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bisa diajukan saat Anda menemui dokter:

  • Kapan saya bisa menggunakan lensa?
  • Apa keuntungan dan kerugian menggunakan kacamata?
  • Apa keuntungan dan kerugian menggunakan lensa kontak? 
  • Seberapa sering saya seharusnya melakukan tes mata? 
  • Adakah perawatan lain, selain operasi mata, yang bisa saya pilih? 
  • Efek samping apa yang bisa saya rasakan setelah melalui operasi mata? 
  • Apakah perusahaan asuransi bisa menutup biaya operasi saya?
  • Adakan situs yang bisa Anda rekomendasikan untuk saya terkait kesehatan mata?

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Mau Operasi LASIK untuk Menyembuhkan Minus Mata? Baca Ini Dulu

    Meski LASIK efektif memperbaiki mata minus dengan instan dan tanpa rasa sakit, ternyata tak semua orang bisa menjalani prosedur ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 29/12/2016 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mata plus pada anak

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pemeriksaan mata pakai kartu khusus

    Yuk, Periksa Ketajaman Penglihatan Dengan 4 Kartu Khusus Ini

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
    Dipublikasikan tanggal: 21/12/2018 . Waktu baca 3 menit
    lensa kontak kacamata untuk olahraga

    Kacamata vs Lensa Kontak: Mana yang Lebih Baik untuk Olahraga?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 04/08/2017 . Waktu baca 4 menit
    komplikasi lasik

    6 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat LASIK

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2017 . Waktu baca 3 menit