Kelainan Refraksi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kelainan refraksi mata?

Kelainan refraksi mata adalah gangguan penglihatan yang sangat umum dialami. Kondisi ini terjadi saat mata tidak dapat fokus melihat objek dengan jelas dalam jarak pandang tertentu, bisa dalam jarak dekat, jauh ataupun keduanya.

Gejalanya sering ditandai dengan pandangan yang menjadi buram. Namun, kondisi ini bukanlah penyakit mata melainkan gangguan fokus pada mata.

Gangguan refraksi tidak dapat dicegah, tapi dapat didiagnosis dengan pemeriksaan refraksi dan diatasi dengan kacamata, lensa kontak, atau operasi refraksi.

Apabila kondisi kelainan refraksi yang parah dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu perkembangan dan menurunkan fungsi penglihatan.

Ada 4 jenis kelainan refraksi yang paling umum, biasanya dikenal dengan gangguan mata rabun, yaitu:

  • Miopi (rabun jauh): kesulitan melihat objek berjarak jauh dengan jelas.
  • Hipermetropi (rabun dekat): kesulitan melihat objek dari jarak dekat dengan jelas.
  • Astigmatisme (mata silinder): kondisi penglihatan yang terdistorsi sehingga objek terlihat kabur atau berbayang.
  • Presbiopi (mata tua): penurunan penglihatan yang terjadi di usia tua, menyebabkan mata sulit fokus melihat benda dari jarak dekat.

Refraksi mata sendiri adalah proses masuknya cahaya dari bagian depan mata (kornea, pupil, retina) untuk dibiaskan tepat pada retina (bagian belakang mata) sehingga objek bisa terlihat jelas.

Seberapa umum kondisi ini?

Menurut WHO, diperkirakan sekitar 153 juta orang di seluruh dunia memiliki gangguan pada mata akibat kelainan refraksi.

Namun, jumlahnya mungkin lebih besar karena banyak penderita yang tidak mengalami gangguan penglihatan yang cukup signifikan. Mereka tetap bisa menjalani hidup normal tanpa alat bantu penglihatan apapun.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kelainan refraksi mata?

Ada berbagai tanda dan gejala dari kelainan refraksi mata, tapi umumnya penderita tidak dapat melihat objek dengan jelas.

Beberapa tanda dan gejala umum dari kelainan refraksi adalah:

  • Pandangan mata kabur atau berbayang
  • Sering menyipitkan mata untuk melihat objek dengan jelas
  • Sulit fokus saat membaca buku, menonton TV, dan melihat layar komputer atau gadget
  • Mata seperti terhalang kabut
  • Mata sensitif atau silau terhadap pencahayaan yang terlalu terang
  • Mata silau atau melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya terang
  • Sakit kepala
  • Mata tegang

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Penanganan dari dini dapat mencegah gangguan penglihatan bertambah parah. Maka dari itu, konsultasikan dengan dokter untuk melakukan tes penglihatan tes refraksi mata jika sering mengeluhkan tanda dan gejala gangguan pada mata seperti di atas.

Penyebab

Apa penyebab kelainan refraksi mata?

Setiap jenis gangguan refraksi (miopi, hipermetropi, astigmatisme, presbiopi) terjadi saat cahaya dari objek yang dilihat oleh mata tidak sempurna dibiaskan pada retina. Akibatnya, kualitas penglihatan menjadi menurun.

Padahal untuk dapat melihat objek dengan jelas, cahaya yang ditangkap mata bagian depan harus jatuh tepat di retina yang terletak di bagian bekang mata. Retina yang merupakan jaringan peka cahaya nantinya akan mengantarkan sinyal cahaya untuk diproses menjadi gambar di dalam otak.

Menurut National Institute of Health, kelainan refraksi mata bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti:

  • Panjang atau bentuk bola mata seperti bola mata yang terlalu panjang atau pendek
  • Bentuk dari kelengkungan kornea yaitu lapisan terluar di bagian depan mata
  • Fungsi lensa mata yang mengalami penurunan akibat pertambahan usia. Lensa terletak di lapisan tengah pada bagian depan mata dan bekerja dengan menyesuaikan bentuknya agar cahaya fokus diteruskan pada retina. Pada mata tua lensa menjadi kaku atau kurang fleksibel.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena kelainan refraksi mata?

Siapapun sebenarnya bisa mengalami gangguan refraksi mata. Namun, terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berpeluang mengalaminya, seperti:

  • Genetik atau keturunan: Jika ada anggota keluarga yang memiliki mata rabun, maka Anda berisiko mengalami gangguan pada mata ini.
  • Usia: Sebagian besar kasus rabun jauh mulai dialami ketika anak-anak. Sementara presbiopi merupakan gangguan penglihatan yang umumnya diderita oleh orang berumur 40 tahun atau lebih.
  • Penyakit mata atau kelaninan genetik: Jika mengalami penyakit katarak atau glaukoma, komplikasi penyakit lain seperti diabetes, dan kelainan genetik pada mata, maka Anda berisiko mengalami kelainan refraksi.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Untuk mendiagnosis gangguan mata yang disebabkan oleh kelainan refraksi, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan mata, seperti:

  • Pemeriksaan ketajaman visual

Pemeriksaan ketajaman visual atau dikenal juga sebagai tes visus dilakukan dengan menggunakan bagan huruf atau Snellen Chart.

Dalam pemeriksaan ini, Anda diminta untuk membacakan huruf-huruf yang tertera pada bagan. Dokter atau ahli optik akan mengatur perubahan jarak baca sehingga kondisi dari gangguan refraksi bisa diketahui.

  • Retinoskopi

Selain itu, dokter juga dapat menemukan kesalahan refraksi melalui proses retinoskopi. Untuk melakukan retinoskopi, dokter menggunakan perangkat retinoskop untuk menyinari mata pasien. Dokter kemudian mencoba berbagai lensa sambil mengawasi refleksi cahaya pada mata pasien.

Melalui kedua pemeriksaan ini, Anda bisa memperoleh resep kacamata atau lensa korektif yang tepat untuk memperbaiki gangguan refraksi mata yang dialami.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati kelainan refraksi mata?

Upaya pengobatan untuk kelainan refraksi bertujuan meningkatkan kemampuan penglihatan sehingga penderitanya bisa melihat dengan lebih jelas dan mencegah kondisinya bertambah parah.

Gangguan akibat mata rabun dapat diperbaiki dengan beberapa perawatan, yakni dengan penggunaan kacamata, lensa kontak, dan operasi refraksi.

  • Kacamata

Kacamata adalah cara paling mudah dan aman untuk memperbaiki kelainan refraksi mata. Kacamata perlu menggunakan lensa korektif dengan jenis dan kekuatan lensa yang sesuai dengan kelainan refraksi yang dialami.

Lensa yang digunakan untuk rabun jauh adalah lensa cekung atau minus, untuk rabun dekat atau mata tua adalah lensa cembung atau plus, dan untuk mata silinder lensa yang digunakan adalah lensa silinder.

Kacamata dengan lensa korektif yang tepat dapat memfokuskan cahaya pada retina sehingga penderitannya bisa memperoleh kemampuan penglihatan yang optimal.

  • Lensa kontak

Lensa kontak dapat memberikan penglihatan yang lebih jelas, luas, dan lebih nyaman dibandingkan kacamata. Lensa kontak merupakan pilihan yang aman dan efektif apabila digunakan dengan benar. Akan tetapi, lensa kontak tidak direkomendasikan untuk anak-anak yang kesulitan menggunakannya secara mandiri.

  • Bedah refraksi

Operasi atau bedah refraksi  bertujuan untuk memperbaiki bentuk kornea atau lensa secara dengan mengubah bentuknya secara permanen. Perubahan pada bentuk mata bagian depan ini dapat meningkatkan kemampuan fokus mata untuk melihat dengan lebih baik.

Namun, penanganan melalui operasi biasanya lebih umum dilakukan untuk kondisi mata rabun yang parah.

Ada berbagai jenis operasi refraksi untuk mata, yang paling umum adalah photo refractive surgery keractomy (PRK) dan LASIK. Dokter dapat membantu untuk menentukan operasi refraksi yang tepat dan sesuai dengan kondisi mata Anda.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi kelainan refraksi mata?

Gaya hidup dan perawatan tetentu dapat dilakukan untuk mengatasi kelainan refraksi sekaligus menjaga kesehatan mata, seperti:

  • Kendalikan kondisi kesehatan kronis. Kondisi tertentu seperti tekanan darah tinggi dan komplikasi diabetes pada mata bisa menyebabkan gangguan mata rabun.
  • Lindungi mata dari sinar matahari. Kenakan kacamata hitam yang menangkal radiasi ultraviolet.
  • Konsumsi makanan sehat untuk mata. Perbanyak makan buah dan sayuran serta makanan serta vitamin A dan asam lemak omega 3.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara teratur. Pemeriksaan rutin tidak hanya membantu dokter mendeteksi gangguan refraksi, tapi juga penyakit lain yang mungkin menyerang mata

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setelah Melahirkan Penglihatan Jadi Terganggu, Kenapa, Ya?

Berbagai perubahan bisa terjadi dalam tubuh ibu pasca persalinan, termasuk pada mata. Apa penyebab penglihatan menurun setelah melahirkan, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 27 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

4 Ciri Utama yang Menunjukkan Anda Memiliki Mata Silinder

Mata silinder adalah satu dari beberapa gangguan mata yang menyulitkan Anda untuk melihat. Sebenarnya, apa saja ciri-ciri mata silinder?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 28 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit

Yakin Mata Anda Minus? Coba Cek Ciri-Cirinya di Sini

Ketika punya mata minus, semua benda yang posisinya jauh jadi terlihat buram sehingga Anda harus sering memicingkan mata. Apa lagi ciri-ciri mata minus?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mata Minus, dari Kacamata Hingga Kebiasaan Sehat

Pernahkah Anda membaca kalau ada cara menyembuhkan mata minus dalam seminggu? Nah, apa benar ada cara menyembuhkan seperti ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 9 Juli 2018 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hipermetropi atau rabun dekat

Panduan Memilih Dokter Mata Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit
Tes buta warna parsial dengan angka

Mengenal Jenis Tes Buta Warna, Bagaimana Cara Kerjanya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 30 Januari 2019 . Waktu baca 5 menit
eye floaters mata vitreous opacities

Floaters Mata

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2019 . Waktu baca 7 menit
presbiopi mata tua

Presbiopi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 28 November 2018 . Waktu baca 8 menit