Strabismus (Mata Juling)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mata juling (strabismus)?

Strabismus atau mata juling adalah suatu kondisi di mana posisi kedua mata tidak sejajar dan keduanya bergerak ke arah yang berbeda. Pada kondisi ini, salah satu mata biasanya mengarah depan, tapi mata yang lain bisa melihat ke samping, atas, atau bawah.

Penyebab mata juling adalah kontrol otot mata yang tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, salah satu mata akan berfokus ke arah tertentu, sedangkan mata lainnya melihat ke arah yang berbeda.

Seiring berjalannya waktu, mata yang lebih lemah dan jarang digunakan akan mengakibatkan fenomena “mata malas” atau ambliopia. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.

Mata juling dapat diatasi dengan penggunaan kacamata khusus ataupun prosedur operasi.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Strabismus adalah kondisi kelainan pada mata yang lebih banyak ditemukan pada anak-anak. Sekitar 1 dari 20 anak menunjukkan gejala starbismus.

Pada anak-anak, mata juling biasanya sudah muncul saat lahir. Namun, mata juling pada bayi sering tidak terdiagnosis hingga bayi berusia 3 bulan.

Sementara itu, tidak sedikit pula kasus mata juling yang ditemukan pada usia dewasa. Mata juling pada orang dewasa bisa disebabkan oleh adanya penyakit atau masalah kesehatan tertentu.

Jenis

Apa saja jenis mata juling (strabismus)?

Strabismus dapat dibagi menjadi beberapa jenis, umumnya diklasifikasikan berdasarkan ke mana arah mata melihat, seperti:

  • Arah ke dalam (esotropia)
  • Arah ke luar (eksotropia)
  • Arah ke atas (hipertropia)
  • Arah ke bawah (hipotropia)

Selain dari arah pergerakan mata, jenis mata juling juga bisa dibedakan berdasarkan frekuensi kejadiannya dan bagian mata mana yang terdampak.

Berikut adalah beberapa jenis strabismus yang umum ditemukan.

1. Accommodative esotropia

Tipe strabismus ini merupakan yang paling sering ditemukan, terutama pada anak-anak berusia 2 tahun atau lebih. Esotropia akomodatif biasanya terjadi pada orang-orang yang menderita hipermetropi atau rabun dekat.

Pada kondisi ini, salah satu mata melihat kedepan, tapi mata yang lain bergerak ke arah dalam. Akibatnya, mata membutuhkan usaha lebih untuk bisa fokus melihat benda di sekitarnya.

Esotropia akomodatif dapat ditangani dengan kacamata, tapi terkadang operasi pada otot salah satu mata perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.

2. Intermittent exotropia

Jenis mata juling yang satu ini terjadi ketika kedua mata tidak dapat bergerak secara bersamaan. Salah satu mata akan fokus pada objek atau bergerak ke arah tertentu, sedangkan mata lainnya pergerak ke arah berbeda.

Eksotropia intermiten dapat terjadi pada orang dari setiap kelompok usia. Penanganan untuk kondisi ini biasanya menggunakan kacamata, latihan mata, atau operasi pada salah satu otot mata.

3. Esotropia pada bayi

Jenis lain dari strabismus adalah infantile esotropia. Mata juling ini biasa ditemukan pada bayi berusia di bawah 6 bulan. Kondisi ini ditandai dengan kedua mata yang bergerak ke arah dalam mata.

Pergerakan mata ke arah dalam awalnya terjadi sesekali saja, tapi lama-lama akan berlangsung permanen.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mata juling (strabismus)?

Strabismus lebih banyak ditemukan pada bayi, balita, dan anak-anak. Pada saat berusia 3 atau 4 bulan, mata bayi seharusnya bisa fokus pada objek yang dekat, dengan posisi kedua mata yang lurus dan rata. Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah bisa fokus melihat objek yang jauh.

Namun, pada bayi dan anak-anak yang memiliki mata juling, posisi mata akan mengalami perubahan dan perbedaan arah gerak ketika berusaha fokus pada objek tertentu.

Ciri-ciri strabismus sebagian besar bisa dirasakan atau terlihat dengan jelas, tapi ada juga yang mengalami gejalanya sewaktu-waktu seperti muncul untuk beberapa waktu lalu hilang.

Tanda-tanda dan gejala yang paling umum dari starbismus meliputi:

  • Posisi kedua mata yang tidak sejajar
  • Kedua mata yang tidak melihat ke arah yang sama
  • Penglihatan ganda
  • Menutup salah satu mata saat berusaha fokus pada objek tertentu
  • Pergerakan mata yang tidak terkoordinasi (kedua mata tidak bergerak bersamaan)
  • Kehilangan penglihatan

Mendeteksi mata juling pada bayi dan anak mungkin akan sedikit sulit bagi beberapa orang tua. Nah, apabila bayi dan anak-anak sering menutup salah satu mata atau sering membenarkan posisi kepalanya, kemungkinan mereka mengalami gangguan penglihatan ini.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Gangguan penglihatan ini perlu segera diperiksa oleh dokter. Apabila anak mengalami salah satu atau semua gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata. Begitupun saat anak menunjukkan gejala-gejala lain seperti berikut ini:

  • Mata juling pada saat melihat ke arah tertentu
  • Mata terasa sakit dan kaku
  • Mata sulit digerakan
  • Sakit kepala setiap berusaha fokus melihat
  • Penglihatan pada salah satu mata menurun

Waspadai juga jika anak mengalami gangguan belajar di sekolah yang disebabkan oleh ketidakmampuan anak untuk melihat materi pembelajaran di papan tulis dengan jelas.

Penyebab

Apa penyebab mata juling (strabismus)?

Pada kebanyakan kasus, penyebab mata juling dipengaruhi oleh faktor keturunan sehingga disebut juga dengan strabismus bawaan. Secara umum mata juling terjadi akibat pergerakan otot mata yang tidak berfungsi dengan baik.

Seperti yang dijelaskan oleh American Optometric Association, terdapat 6 otot berbeda di setiap mata. Otot-otot ini bekerja secara bersamaan dalam menggerakkan mata. Hal ini membantu kedua mata untuk fokus melihat suatu objek secara bersamaan.

Pada penderita strabismus, otot-otot tersebut tidak mampu bekerja bersamaan. Hal ini menyebabkan salah satu mata fokus melihat ke suatu objek, dan mata lainnya melihat ke arah yang berbeda.

Apabila hal ini terjadi, retina akan mengirimkan dua sinyal berbeda ke otak – sehingga dapat membingungkan otak dalam memproses sinyal tersebut menjadi gambar. Seringnya otak akan mengabaikan sinyal yang dikirim oleh mata yang memiliki fokus dan pergerakan yang lebih lemah.

Saat kondisi ini dibiarkan, mata yang terus diabaikan oleh otak bisa mengalami penurunan fungsi sehingga lama-lama kehilangan kemampuan melihat dengan baik. Kehilangan pandangan ini disebut ambliopia atau “mata malas”. Ambliopia yang terjadi terlebih dulu juga dapat menjadi penyebab mata juling.

Selain itu, terdapat juga beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan pergerakan mata tidak terkoordinasi dengan baik.

Gangguan kesehatan yang dapat menjadi penyebab anak-anak mengalami mata juling adalah:

  • Apert Syndrome (kelainan genetik yang mempengaruhi pertumbuhan tengkorak)
  • Cerebral palsy (kelainan neurologis yang mempengaruhi kendali otot)
  • Congenital rubella
  • Hemangioma (pertumbuhan non kanker terhadap pembuluh darah) dekat mata selama masa bayi
  • Incontinentia Pigmenti Syndrome (kelainan genetik langka yang mempengaruhi kulit)
  • Noonan Syndrome (kelainan genetik langka yang mempengaruhi tampilan wajah)
  • Prader-Willi Syndrome (kondisi genetik yang menyebabkan terbentuknya otot yang lemah)
  • Retinopathy of prematurity (kelainan yang mempengaruhi mata)
  • Retinoblastoma (kanker langka pada retina)
  • Cedera otak traumatis
  • Trisomy 18 (kelainan genetik yang menyebabkan cacat lahir)
  • Penyakit lain yang menyebabkan kehilangan penglihatan

Sementara strabismus yang baru muncul pada usia dewasa disebabkan oleh:

  • Botulisme
  • Diabetes (menyebabkan kondisi yang disebut acquired paralytic strabismus)
  • Penyakit Graves
  • Guillain-Barré Syndrome
  • Cedera pada mata
  • Cerebral palsy
  • Keracunan akibat kerang-kerangan
  • Stroke
  • Cedera otak traumatis
  • Kehilangan penglihatan akibat penyakit mata atau kondisi lainnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena mata juling (strabismus)?

Mata juling adalah kondisi yang dapat menyerang setiap orang dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, terdapat faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami strabismus.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang memicu munculnya kelainan penglihatan ini:

  • Keturunan keluarga yang memiliki mata juling atau gangguan penglihatan lainnya
  • Kelainan genetik yang menyebabkan gangguan penglihatan
  • Kelainan pada otak seperti hidrosefalus, Down Syndrome, stroke, cedera otak, cerebral palsy, atau tumor otak
  • Infeksi virus seperti penyakit campak
  • Gangguan pada mata seperti penyakit mata lelah (ambliopia), rabun dekat, atau kerusakan pada retina
  • Komplikasi diabetes pada mata

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Segera periksakan ke dokter apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala mata juling. Penanganan sejak dini dapat mengurangi risiko kebutaan atau kehilangan penglihatan permanen.

Dalam proses diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan mata secara detail. Dokter akan mengecek beberapa aspek, seperti:

  • Tes corneal light reflex untuk mengecek mata yang juling
  • Tes cover/uncover untuk mengetahui pergerakan mata dan keanehan pada gerakan mata
  • Tes ketajaman visual untuk menentukan seberapa jauh mata dapat fokus, bisa dengan pemeriksaan refraksi
  • Pemeriksaan retina untuk meneliti bagian belakang mata

Apabila dokter melihat adanya gejala lain yang menyertai, dokter mungkin akan memeriksa otak dan sistem saraf. Contohnya, dokter menyarankan Anda menjalani tes otak untuk memastikan kemungkinan adanya cerebral palsy atau sindrom Guillain-Barré.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pengobatan untuk mengatasi mata juling (strabismus)?

Pengobatan strabismus ditujukan untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi, seperti ambliopia atau kebutaan permanen. Semakin cepat gejala-gejala ditangani, semakin efektif hasil pengobatannya.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk mata juling:

  • Mengggunakan kacamata atau lensa kontak, terutama jika terdapat gangguan penglihatan lain seperti rabun dekat.
  • Penggunaan lensa prisma yaitu lensa yang lebih tebal untuk mengerungai pergerakan mata yang sulit untuk fokus melihat ke satu arah.
  • Menggunakan penutup mata yang dipakai untuk menutup bagian mata yang berfungsi paling baik. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan penglihatan mata yang lebih lemah.
  • Injeksi botulinum toxin atau botox yang disuntikkan pada salah satu otot permukaan mata.
  • Terapi otot mata untuk melatih fokus penglihatan dan meningkatkan koordinasi pergerakan otot mata.
  • Operasi untuk memperbaiki kerusakan otot mata dengan mengubah bentuk atau posisi otot mata. Pengobatan ini juga dibarengi dengan terapi otot mata.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi mata juling (strabismus)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi strabismus:

  • Latihan atau senam mata baik untuk memperkuat atau mengistirahatkan kedua mata.
  • Menggunakan penutup mata untuk menutup mata yang berfungsi baik dapat membantu mata yang lemah.
  • Selalu menggunakan alat bantu penglihatan baik kacamata atau lensa kontak untuk melihat dengan jelas.
  • Mengatasi stres kronis yang dialami.
  • Berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat khusunya untuk kesehatan mata.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Mata Minus, dari Kacamata Hingga Kebiasaan Sehat

Pernahkah Anda membaca kalau ada cara menyembuhkan mata minus dalam seminggu? Nah, apa benar ada cara menyembuhkan seperti ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 9 Juli 2018 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Esotropia, Kelainan Mata Juling ke Dalam yang Merusak Penglihatan

Tahukah Anda jika esotropia adalah kelainan mata yang termasuk dalam mata juling? Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi esotropia.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 18 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Ortho-K, Mata Minus Jadi Normal Tanpa Operasi

Tak dipungkiri bahwa penderita mata minus ingin terbebas dari kacamata dan lensa kontak. Selain operasi, Anda dapat mencoba pengobatan ortho-k berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 17 Oktober 2017 . Waktu baca 6 menit

Mengobati Mata Juling dengan Operasi dan Cara Pengobatan Lainnya

Mata juling diakibatkan oleh otot mata yang tidak berfungsi sebaik normalnya. Namun, gangguan ini dapat disembuhkan lewat operasi mata juling. Selengkapnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 17 September 2017 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kelainan refraksi mata

Kelainan Refraksi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 17 Desember 2018 . Waktu baca 7 menit
tes mata juling

5 Jenis Pemeriksaan Mata untuk Mata Juling

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 4 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
ciri-ciri mata silinder

4 Ciri Utama yang Menunjukkan Anda Memiliki Mata Silinder

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit
mata malas menyebabkan kebutaan

Waspada, Kondisi Mata Malas yang Tak Diobati Bisa Menyebabkan Kebutaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit