Preeklampsia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu preeklampsia?

Preeklampsia atau preeklamsia adalah komplikasi kehamilan serius yang disebabkan tekanan darah tinggi dan kerusakan ginjal. 

Wanita hamil dengan tekanan darah normal pun dapat mengalami preeklampsia. Umumnya gejala preeklampsia bisa terlihat saat memasuki usia kehamilan 20 minggu.

Kondisi preeklamsia dapat terjadi akibat plasenta janin yang tidak berfungsi dengan baik. Biasanya plasenta yang tidak berfungsi dengan baik disebabkan oleh kelainan.

Selain itu, masalah kesehatan seperti gizi buruk, kadar lemak tubuh yang tinggi, tidak cukupnya aliran darah ke rahim, dan genetik mungkin juga bisa menyebabkan preeklamsia.

Dikutip dari WebMD, preeklamsia yang sudah parah dan diikuti kejang dapat berkembang menjadi eklampsia. Preeklampsia dan eklampsia yang terjadi saat atau sesaat setelah kehamilan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius bagi ibu, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Peningkatan tekanan darah yang tidak terlalu besar dapat menjadi tanda penyakit preeklampsia. Jika tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada ibu dan bayi di dalam kandungan.

Seberapa umum preeklampsia?

Sekitar 6-8 persen wanita hamil mengalami preeklampsia. Preeklampsia atau preeklamsia adalah kondisi yang biasanya terjadi pada kehamilan pertama.

Namun, hal ini dapat dikendalikan dengan menurunkan faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala preeklampsia?

Gejala preeklampsia adalah sebagai berikut, dikutip dari Very Well Family:

  • Tekanan darah ibu hamil meningkat secara mendadak
  • Ditemukan protein dalam urine atau adanya masalah ginjal
  • Sakit kepala hebat
  • Penglihatan bermasalah, seperti penglihatan kabur dan sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri perut di bagian atas
  • Mual dan muntah
  • Jumlah urine sedikit
  • Penurunan jumlah platelet
  • Gangguan fungsi hati
  • Sulit bernapas akibat adanya cairan di paru

Gejala preeklamsia pada janin di dalam kandungan

Komplikasi kehamilan preeklamsia bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Salah satunya menyebabkan pertumbuhan janin terlambat atau janin tidak berkembang.

Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang membawa oksigen terhambat dan tidak sampai ke plasenta bayi.

Janin yang mendapat suplai darah yang sedikit, umumnya juga akan mendapat nutrisi dan makanan yang sedikit di dalam kandungan. Meskipun kurang umum, kondisi preeklamsia dapat terjadi di enam minggu pertama setelah melahirkan.

Kebanyakan ibu hamil hanya mengalami gejala preeklampsia ringan saja. Akan tetapi, penting untuk mengobati gejala tersebut dengan segera agar tidak semakin parah atau terjadi komplikasi.

Semakin awal preeklampsia terdeteksi, maka semakin besar peluang ibu dan hamil terhindar dari risiko komplikasi.

Kapan saya harus periksa ke dokter untuk konsultasi seputar preeklampsia?

Ibu hamil bisa segera  menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala preeklamsia seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri perut hebat, dan sesak. Bicarakan dengan dokter Anda untuk mengendalikan tekanan darah Anda.

Segera periksa gejala preeklamsia yang terjadi atau Anda akan terlambat ditangani. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab preeklampsia?

Berikut penyebab utama preeklampsia yang perlu diperhatikan ibu hamil:

1. Pembuluh darah bermasalah

Pada awal kehamilan, pembuluh darah mulai berkembang sempurna untuk membawa darah ke plasenta. Pada ibu yang mengalami preeklamsia, perkembangan pembuluh darahnya bermasalah atau tidak sempurna.

Pembuluh darah bisa menyempit dan tidak merespon hormon stimulan. Hingga akhirnya kondisi ini malah menyebabkan penurunan jumlah darah.

Selain karena pembuluh darah yang rusak, penyebab berkurangnya aliran darah ke janin bisa diakibatkan masalah sistem imun dan DNA ibu.

2. Plasenta tidak berfungsi baik

Para ahli meyakini bahwa penyebab preeklampsia berasal dari plasenta yang berfungsi sebagai pemberi nutrisi untuk bayi saat di dalam kandungan.  

Saat pembuahan terjadi, telur yang telah dibuahi akan menempel pada rahim sampai proses kelahiran nanti. Ketika proses itu terjadi, telur hasil pembuahan akan membentuk “akar” dari pembuluh darah dan lama kelaman menjadi plasenta janin.

Agar akar plasenta berfungsi baik, dibutuhkan nutrisi cukup dari makanan yang ibu hamil makan. Saat ibu tidak mengonsumsi nutrisi yang kandungannya butuhkan, ini menyebabkan fungsi plasenta jadi terganggu hingga  membuatnya mengalami preeklamsia. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk preeklampsia?

Ada banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan ibu terkena preeklamsia, antara lain:

  • Ibu pernah memiliki riwayat preeklampsia sebelumnya
  • Ibu sedang mengandung atau hamil pertama kali
  • Usia wanita yang hamil di atas usia 35 tahun memiliki risiko tinggi preeklampsia.
  • Ibu mengalami obesitas
  • Ibu hamil anak kembar atau lebih
  • Ibu hamil dengan jarak kurang dari dua tahun atau lebih dari 10 tahun
  • Ibu punya riwayat penyakit tekanan darah Anda tinggi, migrain, diabetes tipe I dan II, masalah ginjal, atau lupus.

Komplikasi

Apa komplikasi kondisi preeklampsia terhadap janin?

Tak hanya ibu, preeklampsia atau preeklamsia yang parah juga dapat memberikan dampak buruk pada bayi yang ada di dalam kandungan. Bahaya utamanya adalah janin bisa kekurangan gizi karena kekurangan pasokan darah dan makanan yang dialirkan plasenta.

Kondisi preeklamsia tersebut bisa menyebabkan tumbuh kembang bayi terganggu. Janin bisa berisiko lahir cacat hingga lahir mati akibat tidak mendapatkan makanan yang cukup.

Beberapa penelitian juga sudah menunjukkan bahwa preeklampsia dapat membuat bayi berisiko terkena penyakit tertentu. 

Antara lain penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, dan hipertensi. Ini karena janin harus bertahan dengan pasokan nutrisi yang terbatas sewaktu di dalam kandungan. 

Bayi yang lahir dengan berat rendah atau yang telah mengalami perubahan pertumbuhan plasenta berisiko lebih besar untuk mengalami penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes saat dewasa.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk preeklampsia?

Dokter umumnya akan mendiagnosis kondisi ini berdasarkan gejala, seperti peningkatan tekanan darah dan sesak napas. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut. 

Tes fisik

Dokter Anda akan melakukan tes fungsi hati, tes fungsi ginjal dan juga mengukur trombosit Anda untuk membantu kerja sel-sel pembekuan darah.

Analisa urine

Dokter Anda akan memeriksa urine setelah 24 jam diminta. Fungsinya untuk mengukur jumlah protein dalam urine Anda.

Ultrasonografi (USG) janin

Biasanya dokter akan merekomendasikan pemantauan ketat pertumbuhan bayi Anda melalui USG. Ultrasonografi memungkinkan dokter Anda untuk memperkirakan berat janin dan jumlah cairan dalam rahim (cairan ketuban).

Tes nonstres atau profil biofisik

Tes nonstres adalah prosedur sederhana yang memeriksa bagaimana denyut jantung dan gerak janin.

Profil biofisik

Ini adalah metode menggunakan USG untuk mengukur pernapasan,, gerakan, dan volume cairan ketuban bayi Anda di dalam rahim.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk preeklampsia?

Untuk mengobati preeklampsia, ada beberapa jenis pengobatan atau perawatan yang diberikan, yaitu:

1. Melahirkan dini 

Penanganan preeklampsia bisa dilakukan dengan melahirkan lebih cepat. Ini karena preeklampsia akan menimbulkan komplikasi seperti kejang, abruptio plasenta, stroke, dan perdarahan hebat jika tidak segera diobati. 

Dokter akan berbicara dengan Anda tentang kapan harus melahirkan berdasarkan usia kehamilan, seberapa baik kondisi janin, dan seberapa parah preeklampsia Anda.

Jika kondisi janin sudah cukup kuat, biasanya pada 37 minggu atau lebih, dokter Anda mungkin menyarankan untuk menginduksi persalinan. Selain itu, dokter juga bisa melakukan operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk mencegah preeklamsia memburuk.

Jika bayi tidak cukup usianya untuk lahir, Anda dan dokter mungkin dapat mengobati preeklamsia sampai bayi Anda cukup berkembang untuk dapat dilahirkan dengan aman.

2. Menerapkan pola hidup sehat atas saran dokter 

Jika Anda memiliki preeklampsia ringan, dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk:

  • Istirahat total di rumah atau di rumah sakit. Kemungkinan Anda akan diminta untuk beristirahat dengan cara banyak berbaring ke arah kiri tubuh.
  • Rutin melakukan pemeriksaan monitor detak jantung janin dengan USG.
  • Rutin tes darah dan urine.

3. Minum obat

Beberapa obat yang mungkin diberikan, yaitu:

  • Obat tekanan darah 
  • Obat untuk membantu mencegah kejang, menurunkan tekanan darah, dan mencegah masalah lain
  • Suntikan steroid untuk membantu paru-paru bayi Anda berkembang lebih cepat

4. Perawatan lainnya

Adapun berbagai perawatan lainnya yang mungkin disarankan yaitu:

  • Menyuntikkan magnesium ke dalam vena untuk mencegah kejang terkait eklamsia
  • Minum obat hydralazine atau obat antihipertensi lain untuk mengatasi peningkatan tekanan darah yang parah
  • Minum banyak cairan

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi preeklampsia?

Ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mencegah preeklampsia pada ibu hamil. Berikut adalah hal yang bisa dilakukan:

1. Minum aspirin dosis rendah

Minum aspirin dosis rendah yang dimulai di minggu ke-12 kehamilan mungkin merupakan tindakan pencegahan yang efektif untuk ibu hamil mengembangkan preeklampsia yang parah.

Namun, sebaiknya hal ini atas saran dokter kandungan Anda meski sudah membeli obat yang dijual bebas di pasaran.

2. Mengonsumsi kalsium

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ibu untuk mengonsumsi suplementasi kalsium harian untuk mengurangi risiko preeklampsia. Ini juga berlaku apabila ibu hamil punya kondisi tekanan darah, baik yang terkendali maupun tidak.

Pedoman WHO merekomendasikan 1,5 hingga 2,0 gram kalsium tambahan saat memasuki usia kehamilan 20 minggu. Apabila ibu juga sedang mengonsumsi suplemen zat besi, ada baiknya minum vitamin kalsium secara terpisah.

Minum suplemen keduanya dengan jeda satu jam. Ini agar efek suplemen kalsium terserap dengan baik.

3. Minum obat antioksidan

Ibu hamil bisa minum suplemen antioksidan untuk mencegah preeklampsia. Penelitian dari jurnal PLoS One di tahun 2015 menunjukkan bahwa kadar vitamin C, E, dan antioksidan lainnya lebih rendah pada wanita yang mengalami preeklampsia.

Namun, dalam penelitian uji coba yang sudah diterbitkan sebelumnya, para peneliti tidak menemukan hasil yang signifikan. Tidak ada bedanya efek antara ibu dengan preeklamsia yang minum suplemen dengan yang tidak.

4. Gaya hidup

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi preeklampsia:

  • Menjaga diet sesuai anjuran
  • Istirahat total dengan posisi miring ke kiri
  • Lakukan aktivitas fisik ringan untuk membantu memperlancar aliran darah, seperti jalan kaki atau berenang
  • Periksa urine sesuai anjuran
  • Beri tahu dokter Anda jika tangan, kaki, wajah Anda membengkak, atau ada perubahan penglihatan, sakit kepala atau nyeri perut.
  • Hubungi dokter Anda jika berat badan Anda naik lebih dari 1,4 kg dalam 24 jam.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    kacang almond

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit