Perdarahan Uterus Abnormal

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu perdarahan uterus abnormal?

Perdarahan uterus abnormal atau PUA (Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB)) adalah kondisi yang menyebabkan perdarahan vagina di saat Anda sedang tidak menstruasi atau haid. Siklus normal haid dipicu oleh sinyal dari hormon. 

Dikutip dari Harvard Health Publishing, perdarahan uterus yang disfungsional terjadi ketika sinyal hormon siklus mengalami gangguan. Ini dapat mencakup periode berganti-ganti yang berat dan ringan.

Seberapa umum kondisi ini?

Perdarahan uterus abnormal atau PUA adalah kondisi yang memengaruhi hampir setiap wanita paling tidak satu kali seumur hidupnya.

Menurut American Society for Reproductive Medicine, kondisi ini paling umum terjadi saat pubertas dan menopause, tapi bisa dialami kapan saja bila kadar hormon dalam tubuh tidak seimbang.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perdarahan uterus abnormal?

Gejala yang paling umum terkait perdarahan uterus abnormal adalah perdarahan yang muncul di saat Anda sedang tidak menstruasi. Akan tetapi, perdarahan ini juga bisa terjadi saat Anda menstruasi. Dalam kasus tersebut, Anda mungkin mengalami:

Gejala-gejala PUA lainnya adalah:

  • Muncul bercak darah
  • Payudara terasa lunak dan sensitif
  • Begah

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum. Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera periksa ke dokter bila Anda mengalami gejala-gejala serius berikut ini:

  • Pusing
  • Pingsan
  • Lemas
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung meningkat
  • Kulit pucat
  • Nyeri
  • Keluar gumpalan darah yang sangat besar
  • Harus ganti pembalut setiap jam

Namun, jika Anda mengalami gejala apa pun atau punya pertanyaan, segera hubungi dokter. Tubuh setiap orang berbeda sehingga Anda harus berkonsultasi pada dokter untuk penanganan terbaiknya.

Penyebab

Apa penyebab perdarahan uterus abnormal?

Penyebab utama perdarahan uterus abnormal (PUA) adalah ketidakseimbangan hormon reproduksi. Perempuan yang sedang mengalami masa puber dan menopause mungkin mengalami ketidakseimbangan hormon selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Hal ini bisa menyebabkan perdarahan yang tidak teratur. Misalnya perdarahan yang deras atau hanya bercak-bercak. Biasanya darah tampak kecokelatan, pink, atau merah terang.

Hormon yang tidak seimbang juga bisa jadi efek samping pengobatan tertentu atau memang karena Anda sedang menjalani terapi hormon itu sendiri.

Kondisi medis

Kondisi medis yang sering menyebabkan PUA adalah:

  • Sindrom polikistik ovarium (PCOS). PCOS adalah gangguan endokrin yang membuat tubuh wanita menghasilkan kelebihan hormon seks. Akibatnya, hormon estrogen dan progesteron jadi tidak seimbang dan siklus menstruasi jadi tidak teratur.
  • Endometriosis. Kondisi ini terjadi saat dinding rahim tumbuh di luar uterus, misalnya pada ovarium. Endometriosis juga sering menyebabkan perdarahan menstruasi yang sangat deras.
  • Polip rahim. Polip bisa muncul dalam rahim. Meski penyebabnya tak diketahui, pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Pembuluh darah kecil pada polip bisa menyebabkan perdarahan uterus abnormal.
  • Fibroid rahim. Fibroid rahim bisa muncul di rahim, dinding rahim, atau otot rahim. Seperti polip, penyebab fibroid rahim belum dipahami. Namun, lagi-lagi hormon estrogen sangat berperang.
  • Penyakit kelamin (penyakit menular seksual). Penyakit kelamin yang menyebabkan luka seperti gonore dan klamidia bisa sebabkan perdarahan uterus abnormal. Perdarahannya biasa terjadi setelah berhubungan seks.

Obat-obatan

Obat-obatan yang bisa sebabkan PUA adalah:

  • Pil KB
  • Obat hormon
  • Warfarin (Coumadin)

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter Anda akan menanyakan riwayat kesehatan atau siklus menstruasi Anda. Hal ini bisa membantu dokter memprediksi gangguan reproduksi seperti PCOS atau endometriosis. Kalau Anda minum obat-obatan seperti pil KB, beri tahu dokter Anda karena obat ini bisa memengaruhi kondisi Anda.

Tes yang mungkin diminta dokter untuk mendiagnosis PUA adalah:

Ultrasound (USG)

Dokter Anda mungkin menganjurkan USG untuk mengamati organ reproduksi Anda. Pemeriksaan ini akan mengungkapkan apakah ada pertumbuhan abnormal seperti polip dan fibroid. USG juga bisa memeriksa apakah ada perdarahan dalam.

Tes darah

Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar hormon dan jumlah darah lengkap. Kadar hormon Anda bisa membantu menentukan penyebab perdarahan. Bila Anda punya perdarahan yang deras dan berkepanjangan, jumlah darah Anda bisa mengungkapkan apakah sel darah merah Anda terlalu rendah. Hal ini bisa menandakan anemia.

Biopsi endometrium

Jika ada pertumbuhan abnormal, dinding rahim Anda biasa akan menebal. Maka, dokter akan mengambil sampel jaringan rahim untuk pemeriksaan. Biopsi akan menunjukkan kalau ada perubahan sel yang tidak wajar. Perubahan sel yang tidak wajar bisa menandakan hormon tidak seimbang, kanker, dan lain-lain.

Bagaimana perdarahan uterus abnormal diobati?

Ada beberapa perawatan untuk perdarahan uterus abnormal. Kadang, ketika seorang gadis sedang melalui masa puber, dokter tidak akan merekomendasikan pengobatan apa pun. Ini karena nantinya kadar hormon Anda akan seimbang lagi. Pengobatan yang terbaik buat Anda tergantung pada penyebab perdarahan uterus abnormal.

Pengobatan yang paling umum dan sederhana untuk PUA adalah kombinasi pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron. Keduanya berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi Anda. Terutama jika Anda tidak sedang mengusahakan kehamilan.

Kalau perdarahannnya terlalu deras dan Anda tidak bisa menjalani pengobatan dengan pil KB, Anda mungkin diberikan infus estrogen sampai perdarahannya mereda. Hal ini biasanya dilanjutkan dengan progestin untuk menyeimbangkan hormon.

Bila Anda sedang berusaha hamil dan tidak mengalami perdarahan yang terlalu deras, dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk merangsang ovulasi, yaitu clomiphene atau clomid. Merangsang ovulasi dapat menghentikan perdarahan menstruasi yang berkepanjangan.

Perdarahan menstruasi yang berkepanjangan dan deras disertai dengan dinding rahim menebal bisa diatasi dengan prosedur yaitu dilatasi dan kuret. Pembedahan ini dilakukan dengan cara mengangkat atau menguret sebagian dinding rahim.

Kalau sel-sel rahim Anda tidak normal, Anda mungkin diminta untuk melakukan biopsi tambahan setelah pengobatan. Bila misalnya sel-sel tersebut adalah sel kanker, Anda mungkin dianjurkan untuk menjalani histerektomi (angkat rahim). Namun, ini biasanya jadi pilihan terakhir.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

    Kemenkes menyarankan penggunaan obat tradisional untuk mencegah COVID-19. Tapi penggunaannya harus tetap sesuai prosedur medis. Simak ulasan berikut.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 05/06/2020

    Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

    Hampir serupa dengan diet Atkins, diet south beach menekankan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak protein.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Cara Atasi Rasa Cemas Saat Kembali ke Kantor di Tengah Pandemi

    Rasa cemas yang muncul ketika harus kembali ke kantor di tengah pandemi COVID-19 adalah hal yang wajar. Bagaimana cara mengatasi kecemasan ini?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 05/06/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyebab rasisme

    Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020

    Wabah Virus Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penanganannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    asi tidak keluar

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    manfaat kacang pistachio

    Mengulik Berbagai Manfaat Kacang Pistachio untuk Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020