Morgellons

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu morgellons?

Penyakit morgellons atau dikenal juga sebagai sindrom morgellons adalah masalah yang relatif baru dan kurang dipahami. Kondisi ini memengaruhi kulit. Morgellons ditandai dengan sensasi tidak nyaman di dalam dan/atau di bawah kulit,seperti “menggigit,” “menyengat” atau “mencakar.” Sensasi ini sering kali disertai dengan butiran kecil berwarna hitam atau serat mikro yang dapat menonjol dari kulit. Lokasi di mana serat mikro timbul keluar kulit sering kali disertai dengan koreng atau lesi yang membandel dan sulit disembuhkan.

Kondisi yang masih belum terlalu dipahami ini membuat dokter terkadang menganggap pasien yang datang dengan keluhan mengalami gejala yang sesuai dengan penyakit morgellons hanya mengalami gangguan psikologis. Dengan kata lain, morgellons sering dianggap sebagai bentuk gangguan psikologis atau penyakit kulit lainnya.

Seberapa umumkah Morgellons?

Penyakit morgellons adalah kondisi yang relatif langka yang paling sering mengenai wanita kulit putih paruh baya. Serangkaian kasus terjadi di California, yang mendorong CDC untuk melakukan studi penelitian untuk menentukan apakah kasus-kasus tersebut entah bagaimana saling berkaitan. Studi lain yang dilakukan di London mengulas kasus-kasus yang terjadi dalam lima tahun, dari 2003 hingga 2008, dan menemukan 18 pasien dengan diagnosis dermopati yang tidak dapat dijelaskan, atau Morgellons. Dari jumlah tersebut, 83 persen merupakan wanita paruh baya dan 69 persen berkulit putih.

Namun, ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda & Gejala

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Morgellons?

Orang yang menderita penyakit ini melaporkan adanya tanda-tanda dan gejala berikut:

  • Ruam kulit atau koreng yang dapat menyebabkan rasa gatal yang intens
  • Sensasi merayap pada dan di bawah kulit, sering kali dikira adanya serangga yang bergerak, menyengat, atau menggigit
  • Serat, benang, atau serabut hitam di dalam dan pada kulit
  • Kelelahan yang parah
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kehilangan ingatan jangka pendek
  • Rasa gatal yang intens dan koreng terbuka yang berkaitan dengan penyakit morgellons dapat sangat mengganggu kualitas hidup seseorang

Para peneliti dari Centers for Disease Control menyatakan bahwa tanda-tanda dan gejala penyakit ini sangat mirip dengan penyakit mental yang mencakup keyakinan palsu mengenai infestasi parasit (delusi parasitosis).

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya morgellons dan mencegah keadaan darurat medis lainnya, jadi konsultasikan pada dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab morgellons?

Penyakit morgellons adalah gangguan kulit yang tidak dapat dijelaskan, yang ditandai dengan koreng, sensasi merayap pada dan di bawah kulit, dan benang seperti serat yang muncul dari koreng. Tidaklah jelas mengenai serabut-serabut ini. Beberapa mengatakan bahwa serabut ini adalah gumpalan benang kapas, kemungkinan berasal dari pakaian atau perban. Yang lain mengatakan bahwa serabut ini adalah hasil dari proses infeksi di sel-sel kulit. Masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk menjawabnya.

Ada banyak teori mengenai penyebab masalah ini, tetapi kuncinya sepertinya terletak pada serat kecil dan/atau butiran yang tertanam dalam kulit. Serat atau filamen tersebut biasanya kecil. Hanya berukuran beberapa micron (fraksi dari ukuran rambut manusia) dan dapat bervariasi warnanya, termasuk putih, merah, biru dan hitam. Filamen, atau serat, ini sering kali mengelompok menjadi bola atau gumpalan, sehingga mirip dengan struktur serupa yang disebut “morgellons” yang ditemukan sebagai penyebab sindrom lainnya pada abad ke-17. Inilah asal-usul namanya.

Jelasnya, filamen-filamen ini tidak tampak sebagai sesuatu alami yang seharusnya ada di dalam tubuh, atau bahkan di luar tubuh di alam, sekalipun bentuknya menyerupai hifa, yaitu bentuk filamen jamur. Meskipun mungkin ada kesamaan, saat ini filamen-filamen ini belum teridentifikasi baik dari segi komposisi maupun asalnya, sehingga tampaknya sama sekali tidak alami. Fakta bahwa CDC melihatnya sebagai masalah yang cukup besar untuk membentuk kelompok studi menunjukkan tingkat kekhawatiran yang ada seputar masalah penyakit ini.

Satu hal yang juga tidak lazim mengenai penyakit morgellons adalah penyebaran geografisnya. Tidak seperti kebanyakan penyakit, yang tersebar cukup rata, Morgellons tampaknya muncul dalam kelompok, yang menunjukkan bahwa penyakit ini mungkin berasal dari lingkungan atau infeksi.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko Morgellons?

Diperoleh

Terlepas dari risiko bahwa pasien bisa memperoleh penyakit ini karena kemiripannya dengan penyakit Lyme, risiko utama yang dimiliki pasien berkaitan dengan ketidaktahuan/keengganan dokter yang tidak mengetahui/mengakui Morgellons sebagai suatu penyakit nyata. Penyebabnya yang tidak diketahui dan sensasinya yang bisa disalahartikan oleh pasien yang melaporkannya ke dokter, bisa membuat tenaga medis menganggapnya hanya sebagai masalah dermatologis dan/atau psikologis.

Ada juga risiko terkait pengulangan infeksi karena tingginya tingkat kelangsungan hidup spora tersebut menjadi penyebab berulangnya infeksi, bahkan setelah berbulan-bulania terbebas dari infestasi tersebut. Meski begitu, lingkungan yang tidak higienis juga mendukung tingkat pengulangan infeksi. Pakaian sekali pakai, kebersihan yang ekstrem, dan kedisiplinan diperlukan untuk waktu yang lebih lama dari yang Anda duga untuk memberantas penyakit menular.

Vaskular

Pasien yang menderita morgellons sering melaporkan intoleransi ortostatik (perubahan tekanan darah yang cukup signifikan ketika ada perubahan posisi) dan aritmia yang cukup sering muncul terlepas dari usia. Kelainan ritme dan suara detak jantung ringan umum ditemukan pada penentuan tanda yang vital. Denyut pasien dengan keluhan penyakit ini hampir semuanya tinggi (>72).

Hormonal

Dalam sebuah studi yang melibatkan 30 pasien dengan penyakit ini, 8 di antaranya (32%) telah memiliki diagnosis Hashimoto’s Thyroiditis. Tingkat prevalensi AS terkait Hashimoto’s Thyroiditis adalah 0,56%. Tingkat tersebut didasarkan oleh statistik di 1996: 1.490.371 orang dewasa penderita Hashimoto’s Thyroiditis per populasi AS sebesar 264.162.000. Setengahnya memiliki riwayat hiperkalsemia (intermiten), yang 3 di antaranya memiliki adenoma paratiroid yang jelas, yang kemudian dibedah dengan perbaikan yang tidak lengkap. Kadar insulin puasa meningkat pada 100% yang diuji untuk itu (6 dari 25), sama halnya dengan kadar CRH (juga 6 dari 25 yang diuji).

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana morgellons didiagnosis?

Mungkin sulit untuk mendiagnosis morgellons sebagai penyakit melalui pemeriksaan antibodi, tetapi setidaknya seseorang harus memulai tes darah yang biasa untuk mendeteksi infeksi spirokaeta dan infeksi pendamping yang biasanya. Sejumlah survei dan interview dengan ribuan penderita Morgellons menunjukkan bahwa ada banyak yang menderita penyakit Lyme (45%) dan infeksi multibakteri lain yang tidak diketahui. Namun, penyakit Lyme bukanlah Morgellons.

Salah satu tes yang digunakan adalah tes standar DNS dengan cara Polymerase-chain-reaction (PCR). Hingga saat ini, PCR telah digunakan sebagai cara yang baik untuk mendeteksi banyak infeksi yang tidak teridentifikasi. Namun sayangnya, sebagian dari tes-tes untuk antigen ini telah ketinggalan jaman karena ada banyak strain dan spesies baru serta banyak antigen yang masih belum terisolasi, seperti bakteri, jamur atau virus yang digunakan oleh perusahaan industri.

Seseorang juga dapat melakukan tes darah dengan penggunaan antigen rekombinan yang secara spesifik ditujukan untuk melawan protozoa, fungi, bakteri, serta parasit organ dalam lainnya. Namun, ini juga bisa jadi cukup sulit, karena saat ini belum ada antigen yang terisolasi dari bentuk kehidupan baru ini. Selain itu, tes yang biasa harus dilakukan setidaknya 6 minggu setelah paparan, untuk memastikan waktu yang cukup bagi respons imun untuk didemonstrasikan dalam hasil tes klinis.

Apa saja pengobatan untuk morgellons?

Belum ada obat yang diketahui untuk morgellons. Mengobati setiap masalah medis atau kejiwaan yang terjadi pada saat yang sama dengan Morgellons dapat membantu meringankan gejala penyakit ini pada sejumlah pasien.

Satu tim peneliti medis juga menganjurkan bahwa pasien dengan gejala-gejala ini harus menjalani evaluasi kejiwaan.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi morgellons?

Para dokter dan ilmuwan tidak yakin bagaimana cara untuk mencegah penyakit Morgellons. Sejumlah studi tidak menemukan penyebab infeksi atau lingkungan yang jelas untuk kondisi ini. Para peneliti menyimpulkan bahwa “usaha di masa depan harus fokus pada membantu pasien mengurangi gejala mereka melalui perhatian yang seksama terhadap pengobatan kondisi medis dan kejiwaan yang terjadi bersama, yang mungkin berkontribusi terhadap gejala mereka.”

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

Masalah makan kerap dialami oleh anak, terutama anak penyandang autisme. Bahkan, anak penyandang autisme disebut lebih berisiko mengalami gangguan makan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jenuh pada junk food bisa menurunkan konsentrasi, bahkan sekalipun Anda cuma makan satu porsi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan menjadi sahabat

Manfaat Pasangan Menjadi Sahabat dalam Hubungan Asmara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
alasan orang menggoda

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
IBS dan stres

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
kecerdasan emosional terlalu tinggi

5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020